-----Original Message-----
From: Satrio
Subject: RE: Re: UNAMET gombal
Banyak orang berkulit TIDAK-putih. Tapi gayanya, cara berpikirnya, cara
bertindaknya, sudah (dibentuk? Didoktrin? Dibrainwashed?) persis bahkan
kadang-kadang melebihi orang kulit putih!
Anehnya, orang macam ini jika berhadapan dengan orang yang berwarna kulit
sama dengan dirinya, bersikap merendahkan. Tapi kalau ketemu orang kulit
putih, dia rela menyembah-nyembah!
Dia bukan cuma bersedia jadi alat, bahkan bersedia jadi keset kepentingan
orang kulit putih. Orang macam ini bersedia menjual kepentingan seluruh
rakyat Indonesia kepada pihak luar, bukan cuma soal Timor Timur, tapi juga
soal bank, bandara, BUMN, pertambangan, dan apa saja� termasuk harga diri.
Siapa mereka ini? Tebak saja sendiri!!! Soal UNAMET? Mereka memang
memuakkan. Jelas bahwa mereka menganggap jajak pendapat sebagai proyek
memerdekakan Tim-Tim. Ini terkait dengan kepentingan pihak luar untuk
menekan habis RI (apa mereka mau bikin pangkalan militer di Timtim? Proyek
minyak di timtim? Akses laut lewat Timtim? Sekedar mau jatuhkan Habibie
untuk diganti pemimpin lain? Entahlah�). Lihat juga kelakuan Australia
seperti si Alex Downer! Puah! Ini juga makin arogan.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, August 31, 1999 11:41 AM
To: Multiple recipients of list
Cc:
Subject: Re: UNAMET gombal
--- Siswanto Siswo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apa pendapat anda tentang UNAMET ?
> saya mangkel, sebel
>
> kalau orang Asia melanggar HAM, orang kulit putih
> melakukan publikasi
> pelanggaran HAM, seolah-olah mereka itu suci
>
Apa yg publikasikan pelanggara HAM itu hanya orang KULIT PUTIH? Jangan
generalise lho!!! Apa UN itu terdiri dari orang kulit putih saja?
Apakah Kofi Annan orang kulit putih?
DavidG