Anda salah baca artikel? Namun * inovasi untuk program pendidikan ini tampaknya akan ditambah dengan memberi beasiswa untuk anak yang berprestasi sehingga dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana*.
"Gratis sampai SMA sudah nggak zaman. Tahun 2015 sudah masuk era perdagangan bebas. *Jadi bisa kasih beasiswa anak yang berprestasi tapi nggak mampu untuk kuliah*," kata Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota, Jakarta, Senin (2/7/2012). 2012/7/4 ASAHAN <[email protected]> > ** > Jadi amat jelas pasangan yang TIDAK menginginkan pendidikan gratis sampai > SMA adalah pengikut dan penganut sistin Neoliberaalisme yang konsekuen. > Pendidikan rakyat dijadikan alat perdagangan yang bukan untuk merninggikan > tahap pendidikan rakyat tapi hanya untuk menghasilkan duit cari keuntungan > dengan mengorbankan rakyat tetap bodoh karna tidak mampu bersekolah. Siapa > saja yang ber-orientasi kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat, jangan > mermilih pasangan ini karna ini pasangan pedagang untuk cari untung yang > berlindung dalam sistim ekonomi Neo Liberalisme yang a sosial, anti rakyat > dan cuma melihat uang dan keuntungan termasuk keuntungan pribadinya .Sistim > "kartu pintar"adalah pintu masuk legal sogok menyogok yang sudah pasti > rakyat tidak mungkin menyekolahkan anak-anak mereka yang cerdas kalau tidak > mampu membayar "kartu pintar". > Orang dagang memang banyak akal trermasuk akal bulus untuk mengorek > kantong siapa saja yang bisa dikorek. JANGAN PILIH PASANGAN PEDAGANG INI! > Setiap yang sedikit saja berbau sosialis, bagi mereka adalah ketinggalan > jaman dan setiap yang berbau uang, itulah yang mereka perebutkan.. > Waspadalah, tukang catut masuk politik! > ASAHAN. > > > > > > ----- Original Message ----- > *From:* GELORA45 <[email protected]> > *To:* GELORA_In <[email protected]> > *Sent:* Tuesday, July 03, 2012 4:38 AM > *Subject:* #sastra-pembebasan# Ahok: Gratis sampai SMA Sudah Nggak Zaman > > > > Ahok: Gratis sampai SMA Sudah Nggak Zaman > Penulis : Riana Afifah | Selasa, 3 Juli 2012 | 06:48 WIB > > JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai > Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra yaitu Basuki Tjahaja > Purnama bersama dengan pasangannya Joko Widodo terkenal dengan programnya > untuk pendidikan berupa Kartu Pintar. > > Namun inovasi untuk program pendidikan ini tampaknya akan ditambah dengan > memberi beasiswa untuk anak yang berprestasi sehingga dapat mengenyam > pendidikan hingga jenjang sarjana. > > "Gratis sampai SMA sudah nggak zaman. Tahun 2015 sudah masuk era > perdagangan bebas. Jadi bisa kasih beasiswa anak yang berprestasi tapi > nggak mampu untuk kuliah," kata Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, > di Balaikota, Jakarta, Senin (2/7/2012). > > Ia mengungkapkan bahwa biaya pendidikan di Jakarta terbilang cukup besar > dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Namun dengan anggaran yang > besar, masalah pendidikan masih membayangi Jakarta. > > "Misalnya anggaran pendidikan di DKI hampir Rp 10 triliun, dibanding > dengam APBD Surabaya hanya Rp 5 triliun. Artinya untuk ngurusin pendidikan > di DKI dua kali APBD di Surabaya," ujar Ahok. > > "Tapi dengan anggaran sebesar itu, masih ditemukan anak ijazahnya > ditunggak. Sementara yang anggarannya lebih kecil malah lebih rapi," > imbuhnya. > > Untuk itu, ia berkomitmen dengan pasangannya Joko Widodo akan melakukan > transparansi anggaran jika nanti terpilih. Dengan demikian, aliran dan > alokasi dana APBD jelas sehingga dapat diwujudkan gratis sekolah hingga > jenjang sarjana dengan sistem beasiswa. > > "Ini kan ada transparansi. Akan kami buka nanti. Dengan mutu pendidikan > DKI, diharapkan tidak ada pengangguran," tandasnya. > > Editor : > Kistyarini > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > -- Check my blog: http://ysulaiman.blogspot.com Our analysis: http://centerforworldconflictandpeace.blogspot.com Twitter: @yohanessulaiman [Non-text portions of this message have been removed]
