Saya rasa Pak Asahan salah tangkap maksudnya AHOK, dan kemungkinan penulis
berita itu juga kurang lengkap editorialnya , sehingga orang bisa salah
paham.
Pada kenyataannya Ahok sewaktu menjadi Bupati Belitung Timur sudah
membuktikan memberikan sekolah gratis untuk warganya di bumi Laskar Pelangi
itu. Bahkan asuransi kesehatan untuk warganya juga sudah disediakan,
sehingga layanan kesehatan warganya bisa terjangkau.
Hal ini sudah terjadi sejak dia menjabat Bupati disana , dan diyakini
sampai sekarang juga begitu. Biayanya diambil dari APBD, dengan memotong
uang perjalan dinas bagi orang2 pemdanya.
Memang kiprahnya Ahok masih belum diketahui orang banyak. saya sendiri
mengungkapkan ini didepan Agung Laksono ketika dia menjabat jadi ketua DPR
, dia tidak tahu ada urusan ini (Ahok sudah melakukan itu)
Kembali kepada omongan Ahok , yang mengatakan sekolah gratis sampai SMA
sudah nggak zaman. Maksudnya hal itu sudah lumrah jadi nggak usah lagi di
gede2in, tapi sekarang sudah sampai kepada taraf beasiswa buat mahasiswa
yang kurang mampu. Jadi maksudnya gratis sampai SMA sudah keharusan punya,
dan sekarang targetnya gratis perguruan tinggi, gitu maksudnya. Tentunya
tidak semua mahasiswa, tapi yang kurang mampu ekonominya tapi otaknya ada.

Salam,
Dr.Irawan.

2012/7/4 ASAHAN <[email protected]>

> **
>
>
> Jadi amat jelas pasangan yang TIDAK menginginkan pendidikan gratis sampai
> SMA adalah pengikut dan penganut sistin Neoliberaalisme yang konsekuen.
> Pendidikan rakyat dijadikan alat perdagangan yang bukan untuk merninggikan
> tahap pendidikan rakyat tapi hanya untuk menghasilkan duit cari keuntungan
> dengan mengorbankan rakyat tetap bodoh karna tidak mampu bersekolah.
>
> Siapa saja yang ber-orientasi kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat,
> jangan mermilih pasangan ini karna ini pasangan pedagang untuk cari untung
> yang berlindung dalam sistim ekonomi Neo Liberalisme yang a sosial, anti
> rakyat dan cuma melihat uang dan keuntungan termasuk keuntungan pribadinya
> .Sistim "kartu pintar"adalah pintu masuk legal sogok menyogok yang sudah
> pasti rakyat tidak mungkin menyekolahkan anak-anak mereka yang cerdas kalau
> tidak mampu membayar "kartu pintar".
>
> Orang dagang memang banyak akal trermasuk akal bulus untuk mengorek
> kantong siapa saja yang bisa dikorek. JANGAN PILIH PASANGAN PEDAGANG INI!
>
> Setiap yang sedikit saja berbau sosialis, bagi mereka adalah ketinggalan
> jaman dan setiap yang berbau uang, itulah yang mereka perebutkan..
> Waspadalah, tukang catut masuk politik!
> ASAHAN.
>
> ----- Original Message -----
>
> Sent: Tuesday, July 03, 2012 4:38 AM
> Subject: Ahok: Gratis sampai SMA Sudah Nggak Zaman
>
>
> Ahok: Gratis sampai SMA Sudah Nggak Zaman
> Penulis : Riana Afifah | Selasa, 3 Juli 2012 | 06:48 WIB
>
> JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai
> Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra yaitu Basuki Tjahaja
> Purnama bersama dengan pasangannya Joko Widodo terkenal dengan programnya
> untuk pendidikan berupa Kartu Pintar.
>
> Namun inovasi untuk program pendidikan ini tampaknya akan ditambah dengan
> memberi beasiswa untuk anak yang berprestasi sehingga dapat mengenyam
> pendidikan hingga jenjang sarjana.
>
> "Gratis sampai SMA sudah nggak zaman. Tahun 2015 sudah masuk era
> perdagangan bebas. Jadi bisa kasih beasiswa anak yang berprestasi tapi
> nggak mampu untuk kuliah," kata Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama,
> di Balaikota, Jakarta, Senin (2/7/2012).
>
> Ia mengungkapkan bahwa biaya pendidikan di Jakarta terbilang cukup besar
> dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Namun dengan anggaran yang
> besar, masalah pendidikan masih membayangi Jakarta.
> Ada 'Nazaruddin' di Spanduk Foke-Nara, KIMB Lapor Panwas Kecamatan
>
> "Misalnya anggaran pendidikan di DKI hampir Rp 10 triliun, dibanding
> dengam APBD Surabaya hanya Rp 5 triliun. Artinya untuk ngurusin pendidikan
> di DKI dua kali APBD di Surabaya," ujar Ahok.
>
> "Tapi dengan anggaran sebesar itu, masih ditemukan anak ijazahnya
> ditunggak. Sementara yang anggarannya lebih kecil malah lebih rapi,"
> imbuhnya.
>
> Untuk itu, ia berkomitmen dengan pasangannya Joko Widodo akan melakukan
> transparansi anggaran jika nanti terpilih. Dengan demikian, aliran dan
> alokasi dana APBD jelas sehingga dapat diwujudkan gratis sekolah hingga
> jenjang sarjana dengan sistem beasiswa.
>
> "Ini kan ada transparansi. Akan kami buka nanti. Dengan mutu pendidikan
> DKI, diharapkan tidak ada pengangguran," tandasnya.
>
> Editor :
> Kistyarini
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke