Ahok: Gratis sampai SMA Sudah Nggak Zaman
Penulis : Riana Afifah | Selasa, 3 Juli 2012 | 06:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra yaitu Basuki Tjahaja Purnama bersama 
dengan pasangannya Joko Widodo terkenal dengan programnya untuk pendidikan 
berupa Kartu Pintar.

Namun inovasi untuk program pendidikan ini tampaknya akan ditambah dengan 
memberi beasiswa untuk anak yang berprestasi sehingga dapat mengenyam 
pendidikan hingga jenjang sarjana.

"Gratis sampai SMA sudah nggak zaman. Tahun 2015 sudah masuk era perdagangan 
bebas. Jadi bisa kasih beasiswa anak yang berprestasi tapi nggak mampu untuk 
kuliah," kata Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota, Jakarta, 
Senin (2/7/2012).

Ia mengungkapkan bahwa biaya pendidikan di Jakarta terbilang cukup besar 
dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Namun dengan anggaran yang besar, 
masalah pendidikan masih membayangi Jakarta.

"Misalnya anggaran pendidikan di DKI hampir Rp 10 triliun, dibanding dengam 
APBD Surabaya hanya Rp 5 triliun. Artinya untuk ngurusin pendidikan di DKI dua 
kali APBD di Surabaya," ujar Ahok.

"Tapi dengan anggaran sebesar itu, masih ditemukan anak ijazahnya ditunggak. 
Sementara yang anggarannya lebih kecil malah lebih rapi," imbuhnya.

Untuk itu, ia berkomitmen dengan pasangannya Joko Widodo akan melakukan 
transparansi anggaran jika nanti terpilih. Dengan demikian, aliran dan alokasi 
dana APBD jelas sehingga dapat diwujudkan gratis sekolah hingga jenjang sarjana 
dengan sistem beasiswa.

"Ini kan ada transparansi. Akan kami buka nanti. Dengan mutu pendidikan DKI, 
diharapkan tidak ada pengangguran," tandasnya. 

Editor :
Kistyarini

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke