Maaf, Jadi pak Syaifuddin mengakui ada Rasul setelah Nabi Muhammad SAW? Apakah pak Syaifuddin orang Ahmadiyah?
=== Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com --- On Wed, 6/4/08, Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [is-lam] Perbedaan Antara Nabi dan Rasul > To: [email protected] > Date: Wednesday, June 4, 2008, 8:18 PM > Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim > > Kenabian sudah ditutup - "la nabiyah ba'da". > Nabi > adalah orang yang diberitugas oleh Allah untuk menyampaikan > "berita > besar" yang disebut "an-naba'". > An-Naba' bukan sembarang berita, > melainkan berita besar yang tidak pernah diberitakan > sebelumnya, > sebagai tanda kasih dan sayang Allah kepada manusia. > > Beritabesar itu kemudian disebut sebagai "ajaran > agama". Setiap kedatangan > berita besar memberikan penyegaran baru terhadap agama yang > telah > dikirimkan sebelumnya. Nabi Muhammaddipercaya adalah > pembawa berita besar terakhir dari Allah subhana wa > ta'ala kepada manusia. > > Bagaimana dengan "Rasul" ? > > Rasul artinya adalah "utusan". Rasul Allah > artinya utusan Allah. Kita harus bisa membedakan antara > nabi dan rasul. > > Semua > manusia dapat dijadikan sebagai "rasul" oleh > Allah kepada siapa saja > yang Allah kehendaki. Bahkan hewan pun dijadikan rasul oleh > Allah > (dijadikan utusan oleh Allah). Contohnya adalah seekor > burung yang > diutus Allah untuk Qabil yang baru saja membunuh Habil > saudaranya. Burungitu itu diberitugas untuk menjelaskan > bagaimana cara menguburkan orang > yang sudah mati, yaitu dengan menggali lubang di tanah dan > memasukkan > orang yang mati ke dalamnya dan menimbunnya hingga rapat. > > Ini > inline dengan fungsi "khalifah Allah di bumi" > kepada manusia - menjadi > "wakil Allah" (yaitu orang yang bekerja atas nama > Allah) kepada siapa > saja yang dikehendaki Allah. Perutusan Allah kepada manusia > sampai saat > ini masih berlangsung dan akan tetap berlangsung selamanya. > Ini adalah > bagian dari "dialog Allah dengan manusia" yang > berjalan secara tidak > langsung sampai saat ini. > > Ref: > > ***42:51*** > 51. > Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah > berkata-kata dengan dia kecuali dengan : > > * perantaraan wahyu atau > > * dibelakang tabir atau > > * dengan mengutus seorang utusan > lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia > kehendaki. > Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. > > > Jadi hanya ada "tiga kemungkinan" Allah > berkomunikasi dengan manusia. > > (1). Dengan perantaraan wahyu : hal ini masih dimungkinkan > bila Al-Qur'an dikatakan sebagai wahyu, maka Allah > berkomikasi melalui Al-Qur'an pada ayat2 yang > digerakkan oleh Allah sehingga manusia membaca suatu ayat > Al-Qur'an sebagai "jawaban Allah" atau > sebagai "perintah Allah". Setiap mulut yang > membaca Al-Qur'an dan kemudian dapat didengar oleh > manusia, maka itu adalah bentuk komunikasi Allah dengan > manusia yang mendengarkannya. > > (2). Di Belakang tabir, seperti yang terjadi pada Nabi Musa > (alaihi salam), ada mendengar suara tetapi tidak dapat > melihat sosok yang mengucapkan suara itu. Adalah rahasia > Allah, bila hari ini ada orang yang diberikan kemampuan > seperti ini oleh Allah. > > (3). Dengan mengutus seorang utusan lalu kepada utusan itu > diingatkan oleh Allah untuk menyampaikan sesuatu sehingga > orang yang mendengarkannya mendapat suatu pengetahuan atau > kesadaran baru lalu melakukan sesuatu dengan izin Allah > sesuai yang dikehendaki-Nya. > > Utusan di sini,bisa jadi berupa hewan atau manusia sesama > kita - atau sesama khalifah Allah . "Kita juga bisa > jadi dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya" kepada > manusia lainnya pada suatu tertentu tentang masalah > tertentu. > > Sedangkan nabi adalah orang yang > dipilih khusus untuk mengemban tugas yang besar > menyampaikan berita > besar "agama". Jadi logis bagi kita untuk > mempercayai bahwa "la nabiyah > ba'da" - tidak ada nabi lagi sesudah nabi > Muhammad. > > Maafkan > saya, kajian ini "luar biasa" karena agak > terbalik dari yang selama ini > difahami olah sebagian besar kita. Saran saya, jangan > cepat2 mengambil > kesimpulan, baca berulang-ulang dan fahami dengan > "hati yang hanya ada > Allah di dalamnya" (kosong dari hal lain) - hening. > > Demikian, > semoga bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan > membangkitkan semangat > pengabdian kepada Allah dengan keikhlasan yang tinggi. > > As-Salaamu Alaikum > > Catatan: > Semoga dengan publikasi ini, semua fihak dapat memahami apa > yang fahami tentang Nabi dan Rasul. Pemahaman ini,,merupakan > dasar dari sikap saya sampai dengan saat ini. Semoga Allah > mengampuni saya, jika terjadi kesalahan dalam saya memahami > ilmu-Nya dan semoga Allah berkenan membimbing saya ke jalan > yang lurus dan > diridhoi-Nya._______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
