Proposisi ini agak berbahaya, tapi layak dipertimbangkan:
Kalau toh rantai kenabian dan kerasulan itu tak terputus, apakah
seorang MIRZA GHULAM AHMAD layak menjadi nabi dan rasul?
Salam Hangat
B. Samparan
--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Aliran sesat kadang berkelit, oh si A itu bukan Nabi, tapi Rasul.
> Akhirnya diikuti oleh pengikutnya.
>
> Padahal ada hadits Nabi yang mengatakan TIDAK ADA RASUL DAN NABI
> SETELAH NABI MUHAMMAD SAW:
>
> Rasulullah SAW menegaskan: âRantai Kerasulan dan Kenabian telah
> sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi
> sesudahkuâ. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad
> Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
>
> Mudah2an kita tidak tersesat.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam