penafsiran Asy-Syuura:51 bahwa nabi sudah berakhir, sedang utusan akan terus 
berlangsung sampai kiamat, saya setuju. itu urusan Allah SWT sbgmana Dia 
turunkan Qur'an & Dia jaga sendiri. 

tapi kalau ditambah-tambahi manusia bisa jadi utusan (walau bukan nabi), apa 
lagi ada "motto": boleh jadi saya jadi rasul bagi anda, anda pun bisa jadi 
rasul bagi saya; ini yg bisa menjebak manusia pd sifat riya', ujub, takabbur 
diri. 

kalau ada org sdh merasa dirinya bersih, setiap gerak langkahnya hanif, shg 
setiap dtg kemana senantiasa membawa berkah pd siapa saja di sana, niscaya org 
ini akan didekati iblis utk merasa dirinya sdh jadi rasul. itu terjadi berawal 
dr rasa riya'! sdgkan kata Rasulullah SAW, riya' itu spt bara api memakan kayu 
... dstnya

a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,
Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia: sesungguhnya 
Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (al-Hajj:75)

kerasulan itu urusan Allah SWT yg memilih, BUKAN dr asumsi manusia karena 
kearifan ssrg dlm sehari-harinya. kalo ada nasehat fil haq wal sabr dari si 
fulan yg senantiasa merujuk pada Qur'an/hadist, si fulan tetap saja si fulan, 
tidak sekonyong-konyong dia dinisbatkan sbg rasul (utusan). 

Asy-Syuura:51 juga tidak menegaskan utusan itu dr golongan manusia. 
---

kesimpulan,
ahmadiyah itu harus bubar atw mereka sejajarkan diri dgn kelompok lia 
aminuddin, sekte avengelis ... sejenisnya. jangan mendompleng syi'ar Islam 
karena itu akan jadi fitnah yg nyata. kepada rekan wa' haji SM silahkan renung 
kembali keraguan antum ttg betapa sesat ahmadiyah. ini juga kepada kawan yg 
ahmadiyanism.

dulu Rasulullah SAW dituduh ajarannnya ngikuti kaum yahudi & nasrani gara2 
sekiblat dgn mereka (masjid al-Asqa). tiga bulan berturut2, beliau memohon 
dialihkan kiblat ke al-Haram dan Allah SWT memperkenankannya. 

saya bukan rasul, bukan utusan, manusia yg lahir dr benih hina yg terpancar. 





salam,
Fahru

--- On Thu, 6/5/08, Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
From: Haji .Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Perbedaan Antara Nabi dan Rasul
To: [email protected]
Date: Thursday, June 5, 2008, 10:18 AM

Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim

Kenabian sudah ditutup - "la nabiyah ba'da".
Nabi
adalah orang yang diberitugas oleh Allah untuk menyampaikan "berita
besar" yang disebut "an-naba'". An-Naba' bukan sembarang berita,
melainkan berita besar yang tidak pernah diberitakan sebelumnya,
sebagai tanda kasih dan sayang Allah kepada manusia.

Berita
besar itu kemudian disebut sebagai "ajaran agama". Setiap kedatangan
berita besar memberikan penyegaran baru terhadap agama yang telah
dikirimkan sebelumnya. Nabi Muhammad dipercaya adalah pembawa berita besar 
terakhir dari Allah subhana wa ta'ala kepada manusia.

Bagaimana dengan "Rasul" ?

Rasul artinya adalah "utusan". Rasul Allah artinya utusan Allah.
 Kita harus bisa membedakan antara nabi dan rasul.

Semua
manusia dapat dijadikan sebagai "rasul" oleh Allah kepada siapa saja
yang Allah kehendaki. Bahkan hewan pun dijadikan rasul oleh Allah
(dijadikan utusan oleh Allah). Contohnya adalah seekor burung yang
diutus Allah untuk Qabil yang baru saja membunuh Habil saudaranya. Burung
itu itu diberitugas untuk menjelaskan bagaimana cara menguburkan orang
yang sudah mati, yaitu dengan menggali lubang di tanah dan memasukkan
orang yang mati ke dalamnya dan menimbunnya hingga rapat.

Ini
inline dengan fungsi "khalifah Allah di bumi" kepada manusia - menjadi
"wakil Allah" (yaitu orang yang bekerja atas nama Allah) kepada siapa
saja yang dikehendaki Allah. Perutusan Allah kepada manusia sampai saat
ini masih berlangsung dan akan tetap berlangsung selamanya. Ini adalah
bagian dari "dialog Allah dengan manusia" yang berjalan secara tidak
langsung sampai saat ini. 

Ref: 
***42:51***  
51.
Dan tidak mungkin  bagi  seorang  manusiapun  bahwa  
Allah 
berkata-kata dengan dia kecuali dengan :
perantaraan wahyu atau 
dibelakang tabir  atau 
dengan mengutus seorang utusan 
lalu diwahyukan kepadanya dengan  seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. 
Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.


Jadi hanya ada "tiga kemungkinan" Allah berkomunikasi dengan manusia. 

(1). Dengan perantaraan wahyu : hal ini masih dimungkinkan bila Al-Qur'an 
dikatakan sebagai wahyu, maka Allah berkomikasi melalui Al-Qur'an pada ayat2 
yang digerakkan oleh Allah sehingga manusia membaca suatu ayat Al-Qur'an 
sebagai "jawaban Allah" atau sebagai "perintah Allah". Setiap mulut yang 
membaca Al-Qur'an
 dan kemudian dapat didengar oleh manusia, maka itu adalah bentuk komunikasi 
Allah dengan manusia yang mendengarkannya.

(2). Di Belakang tabir, seperti yang terjadi pada Nabi Musa (alaihi salam), ada 
mendengar suara tetapi tidak dapat melihat sosok yang  mengucapkan suara 
itu. Adalah rahasia Allah, bila hari ini ada orang yang diberikan kemampuan 
seperti ini oleh Allah.

(3). Dengan mengutus seorang utusan lalu kepada utusan itu diingatkan oleh 
Allah untuk menyampaikan sesuatu sehingga orang yang mendengarkannya mendapat 
suatu pengetahuan atau kesadaran baru lalu  melakukan sesuatu dengan izin 
Allah sesuai
 yang dikehendaki-Nya.

Utusan di sini,bisa jadi berupa hewan atau manusia sesama kita - atau sesama 
khalifah Allah . "Kita juga bisa jadi dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya" 
kepada manusia lainnya pada suatu tertentu tentang masalah tertentu.

Sedangkan nabi adalah orang yang
dipilih khusus untuk mengemban tugas yang besar menyampaikan berita
besar "agama". Jadi logis bagi kita untuk mempercayai bahwa "la nabiyah
ba'da" - tidak ada nabi lagi sesudah nabi Muhammad.

Maafkan
saya, kajian ini "luar biasa" karena agak terbalik dari yang selama ini
difahami olah sebagian besar kita. Saran saya, jangan cepat2 mengambil
kesimpulan, baca berulang-ulang dan fahami dengan "hati yang hanya ada
Allah di dalamnya" (kosong dari hal lain) - hening.

Demikian,
semoga bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan membangkitkan semangat
pengabdian kepada Allah dengan keikhlasan yang tinggi.
 
As-Salaamu Alaikum

Catatan:
Semoga dengan publikasi ini, semua fihak dapat memahami apa yang fahami tentang 
Nabi dan Rasul. Pemahaman ini,,merupakan dasar dari sikap saya sampai dengan 
saat ini. Semoga Allah mengampuni saya, jika terjadi kesalahan dalam saya 
memahami ilmu-Nya dan semoga Allah berkenan membimbing saya ke jalan yang lurus 
dan diridhoi-Nya.



      _______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke