tahu bambu runcing vs tank mutakhir saat itu sangat sangat tidak seimbang. sebelum pejuang ini mati utk dapatkan rampasan senjata, apa tindakan pejuang itu juga tidak termasuk konyol & tolol secara logika? apa yg itu juga tidak termasuk bunuh diri secara nalar yg sehat?
lalu setelah sekian dptlah rasakan ni'matnya lepas belenggu penjajah, ummat berikut ikhlas & sukarela saja menyebutnya sbg mujahid. mungkin pemikiran sebagian kita ini mau menyebut si fulan itu mujahid kalo sdh dapat merasakan ni'matnya efek pengorbanan mereka. hmmm ... sungguh penilaian yg tidak jujur kalo menempatkan kavling mujahid hanya dgn cara spt itu. yg fair itu spt diurai akhi Syarif. mereka tidak akan 'bunuh diri' kalau bukan terpaksa dgn niat tulus dgn jiwanya demi perbaikan ummat berikut. terlalu murah berkorban nyawa, terlalu mahal kejar surga. tapi surga bukan ahli agama yg punya ... saat ini kaum kafir rmenguasai langit dgn satelitnya, shg memungkinkan pantau aktivitas manusia layaknya malaikat. jangankan mau bikin senjata utk tujuan keamanan diri, tanam pohon yg bisa utk bikin macam bambu runcing saja mungkin sdh bakal dilarang dgn berbagai alasan. itulah yg dihadapi bangsa Iran saat ini! sementara mereka leluasa bikin pemusnah tanpa halangan, negosiasi macam apa yg bisa dijadikan pegangan kecuali akan mereka khianati terus. salam, Fahru ________________________________ From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 20, 2008 12:45:48 AM Subject: Re: [is-lam] [WIQ] Bom Bunuh Diri, Jihadkah? --c| On 11/18/08, Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hmmmm,.. > Saya kira jika pelaku Bom bunuh diri punya teknology seperti rocket, rudal > atau senjata jarak jauh, pasti mereka sudah melakukannya,... > Mereka mati bunuh diri itukan bukan tujuannya, itu jelas berbeda dengan > orang yang sengaja bunuh diri...! > Meraka mati karna ledakan bomnya sendiri, makanya dibilang bom bunuh diri, > bukan bom untuk membunuh diri sendiri :) kematian itu hanya akibat yang tak > terhindarkan saja, jeadi betul kata kang A. Nizami peluang selamatnya 0%. Daripada mencoba membenar-benarkan yang sudah jelas salah, kita lihat lagi contoh Rasulullah saw -- zaman dulu memangnya sudah ada rudal ? Belum ada kan. Tapi tidak membuat beliau & para sahabat menjadi suicidal. Contoh teladan juga banyak diberikan oleh para mujahidin, yang sebenarnya (bukan cuma mengaku mujahidin, tapi melanggar syariah terus menerus), di berbagai lokasi. Banyak kabar seperti bagaimana para mujahidin, dari awalnya modal dengkul, kemudian perlahan-lahan jadi memiliki senjata AK-47, bahkan sampai rocket launcher. Ingat juga dulu para pahlawan kemerdekaan kita tidak ada yang bunuh diri. Mereka berjihad dengan SABAR --- awalnya dari bambu runcing, lalu perlahan-lahan berhasil merampas berbagai senjata musuh, sampai akhirnya mulai bisa bersenjata yang setara. Faktor kesabaran ini yang banyak hilang dalam umat Islam saat ini. Salam, HS _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
