janganlah pake misal spt di film, itu mah fiktif mas ... bukankah terbukti, para mujahid itu wafat dgn bambu ditangannya? kenapa gak $menyusup, shg tidak perlu ada satu jiwa pun yg mati dgn senjata primitif nan konyol itu? itu 'kan yg antum citakan? kalau sumber kekuatan kafir diketahui e.g. gudang mesiu, yg bisa hancur dgn bbrp berkorban diri. why not?
jadi apa beda filosofinya dgn yg mati dimedan temput, toh mereka sama mencari menang utk yg diidamkan? duduk berunding pun ada kemungkinan kandas, korbannya malah banyakan lagi sebab itu kekalahan 'manajemen'. lihat saja org Irak, Afghan yg 'kalah' dialog, ribuan tewas sia2 & skrg jadi koloni kafir lagi ... ingat, lawan ummat Islam itu kafir harb! salam, Fahru ________________________________ From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 20, 2008 7:38:19 AM Subject: Re: [is-lam] [WIQ] Bom Bunuh Diri, Jihadkah? --c| On 11/20/08, AFR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tahu bambu runcing vs tank mutakhir saat itu sangat sangat tidak seimbang. > sebelum pejuang ini mati utk dapatkan rampasan senjata, apa tindakan pejuang > itu juga tidak termasuk konyol & tolol secara logika? apa yg itu juga tidak > termasuk bunuh diri secara nalar yg sehat? Nalar sehat dari mana ? Tolol ? Ya, kalau otaknya tidak dipakai. Misal, meniru gaya film-film koboi --- menyerbu dari pintu depan sambil teriak-teriak. Ya habislah diberondong senapan mesin musuh. POW / tahanan perang yang tidak bersenjata saja bisa menang; ada yang menggali terowongan selama puluhan meter, dan kemudian sukses kabur dari penjara musuhnya. Gunakan otak kita. Pakai taktik & strategi dalam berjihad. BUKAN emosi. Allah swt sudah memberikan nikmat otak yang bisa digunakan untuk berpikir. JANGAN kita malah menjadi umat yang kufur nikmat. Lalu mengaku syahid pula. Alamak.... > Faktor kesabaran ini yang banyak hilang dalam umat Islam saat ini. Salam, HS > lalu setelah sekian dptlah rasakan ni'matnya lepas belenggu penjajah, > ummat berikut ikhlas & sukarela saja menyebutnya sbg mujahid. > mungkin pemikiran sebagian kita ini mau menyebut si fulan itu mujahid > kalo sdh dapat merasakan ni'matnya efek pengorbanan mereka. > > hmmm ... > sungguh penilaian yg tidak jujur kalo menempatkan kavling mujahid hanya > dgn cara spt itu. yg fair itu spt diurai akhi Syarif. mereka tidak akan > 'bunuh diri' > kalau bukan terpaksa dgn niat tulus dgn jiwanya demi perbaikan > ummat berikut. terlalu murah berkorban nyawa, terlalu mahal kejar surga. > tapi surga bukan ahli agama yg punya ... > > saat ini kaum kafir rmenguasai langit dgn satelitnya, shg memungkinkan > pantau > aktivitas manusia layaknya malaikat. jangankan mau bikin senjata utk tujuan > keamanan diri, tanam pohon yg bisa utk bikin macam bambu runcing saja > mungkin > sdh bakal dilarang dgn berbagai alasan. itulah yg dihadapi bangsa Iran saat > ini! > sementara mereka leluasa bikin pemusnah tanpa halangan, negosiasi macam apa > yg bisa dijadikan pegangan kecuali akan mereka khianati terus. > > > salam, > Fahru > > > ________________________________ > From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, November 20, 2008 12:45:48 AM > Subject: Re: [is-lam] [WIQ] Bom Bunuh Diri, Jihadkah? --c| > > On 11/18/08, Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Hmmmm,.. >> Saya kira jika pelaku Bom bunuh diri punya teknology seperti rocket, rudal >> atau senjata jarak jauh, pasti mereka sudah melakukannya,... >> Mereka mati bunuh diri itukan bukan tujuannya, itu jelas berbeda dengan >> orang yang sengaja bunuh diri...! >> Meraka mati karna ledakan bomnya sendiri, makanya dibilang bom bunuh diri, >> bukan bom untuk membunuh diri sendiri :) kematian itu hanya akibat yang >> tak >> terhindarkan saja, jeadi betul kata kang A. Nizami peluang selamatnya 0%. > > Daripada mencoba membenar-benarkan yang sudah jelas salah, kita lihat > lagi contoh Rasulullah saw -- zaman dulu memangnya sudah ada rudal ? > Belum ada kan. Tapi tidak membuat beliau & para sahabat menjadi > suicidal. > > Contoh teladan juga banyak diberikan oleh para mujahidin, yang > sebenarnya (bukan cuma mengaku mujahidin, tapi melanggar syariah terus > menerus), di berbagai lokasi. > Banyak kabar seperti bagaimana para mujahidin, dari awalnya modal > dengkul, kemudian perlahan-lahan jadi memiliki senjata AK-47, bahkan > sampai rocket launcher. > > Ingat juga dulu para pahlawan kemerdekaan kita tidak ada yang bunuh diri. > Mereka berjihad dengan SABAR --- awalnya dari bambu runcing, lalu > perlahan-lahan berhasil merampas berbagai senjata musuh, sampai > akhirnya mulai bisa bersenjata yang setara. > > Faktor kesabaran ini yang banyak hilang dalam umat Islam saat ini. > > > Salam, HS > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
