penafsiran matinya si fulan sbg mujahid atw bukan, itu cukup prinsip dipahami.
bukan klaim surga/neraka yg akan ssorg itu dapatkan, tapi efek buat yg 
ditinggalkan.
kiranya kemujahidan dpt dibuktikan dgn jalan haq, maasya Allah ...

keniscayaan saja, mungkin akan banyak org berbondong masuk Islam sebelum 
benar2 pecah semangat calon mujahid dlm nahi munkar, makin byk org bertasbih & 
memujinya (an-Nashr). nuansanya spt sbgmana asbab an-nuzul surat itu. lalu 
kebathilan 
segera lenyap (al-Israa:81) dgn tanpa byk korban yg tak perlu, kecuali yg 
memang 
sdh dikunci mati hatinya. 

tentunya Allah SWT punya byk cara tunjukkan pengulangan kebenaran an-Nashr 
diwaktu nanti. Dia tunjuki yg kehendaki, Dia sesatkan juga yg dikehendaki.

wallahu 'alam ...


salam,
Fahru


________________________________
From: hamami <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 20, 2008 1:53:10 PM
Subject: Re: [is-lam] [WIQ] Bom Bunuh Diri, Jihadkah? --c|

 
 
Ass.wb.wb
 
Nampaknya ukuran mujahid itu tidak dapat didefinisikan dengan cara
bagaimana proses matinya. 
Jadi kita jangan terjebak memaknai mujahid dari sisi
itu. Karena kontek kematiannya bisa dengan berbagai macam cara, tergantung
situasinya.
 
Menurut saya kalau kematiannya didasari niat
perjuangan dijalan Allah dan ikhlas lillahita'ala tanpa embel2 lainnya dan itu
dibenarkan secara syar'i,
terlepas bagaimana proses kematiannya, itulah mujahid.
 
Kita terkadang menilai sesuatu itu kurang objektif,
sering dipengaruhi juga oleh opini yang berkembang dan pesanan, akibatnya kita
lupa dengan inti persoalannya.
 
Saya Kira ada baiknya ditutup polemik soal jihadnya Amrozi
cs ini, karena nampaknya akan tak berujung. 
 
Sedikit mengutip ungkapan saudara kita Edi Mora dalam
milist ini pernah mengatakan:
 
Dengan telah dihukummatinya ketiga "mujahid"
ini telah membuat semua pihak lega. 
 
Pihak keluarga korban bom
merasa  lega karena "dendam" mereka "terbalas", 
Pihak pemerintah lega karena
pesanan pihak yang menginginkan ketiganya  "mati",  tunai
sudah, 
Pihak pemesan juga lega, karena
pesanannya sudah ditindaklanjuti,
Khusus bagi ketiga
"korban" ini mereka juga lega karena tujuan untuk mati syahid (versi
mereka tentunya) sudah mereka dapatkan.
Pihak keluarga ketiga
“korban” ini juga lega karena kematian anggota keluarganya itu
diirngi dengan tanda2 kemuliaan sebagaimana mati syahidnya seorang mujahid.
 
Jadi, made it simple, "Semoga di sisi Allah,
mereka (Amrozi, cs) mendapatkan apa yang mereka niatkan. Amien."
 
Wassalam
Hamami  
 
-----Original Message-----
From: Harry Sufehmi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, November 20, 2008 11:44 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] [WIQ] Bom Bunuh Diri, Jihadkah? --c|
 
2008/11/20 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
> janganlah pake misal spt di film, itu mah fiktif mas ...
>  
> bukankah terbukti, para mujahid itu wafat dgn bambu ditangannya?
 
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un...  satu pertanyaan saja deh,
kelihatannya Anda sangat kebingungan sejauh ini :
 
Apakah mujahid tersebut mati karena tangannya sendiri (bambu runcing
ditusukkan ke tubuhnya / pistol ditembakkan ke badannya / tombol
peledak bom dipencet oleh jarinya sendiri) -- atau, dibunuh oleh
musuhnya ?
 
 
 
Salam, HS


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke