sebenarnya memahami/mengimani qadla' & qadr itu tidak tepat ada pembedaan sbgmana jabariyah & qadariyah. yg namanya taqdir adalah taqdir yg sdh tetap, tidak ada perubahan, stabil & sdh tergariskan. jadi lupakan jabariyah atw qadariyah agar tak bias.
taqdir pun itu tidak cuma mengatur urusan manusia saja, bahkan gugurnya daun2an, jatuhnya bijian tanam2an di kegelapan bumi, kemana arah hembusan angin, turunnya hujan .. diatur dlm kitab yg sama di Lauh Mahfudz. mengimani rukun 6 sedemikian itu diharapkan, jgn muslim itu merasa bangga diri ketika mampu menguak depan yg dgn serba kebetulan saja, baik itu modal pemikiran analitik atw pun dgn alat bantu apapun kreasi manusia. bolehnya prediksi ke depan itu hanya sebatas perlu utk memicu semangat hidup, BUKAN utk mengantarkan pd kesombongan diri seolah hendak katakan 'kami manusia mampu merubah ini ... ' khalas ... ma salama salam, Fahru ________________________________ From: Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, December 5, 2008 1:23:50 PM Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c| Wah pseudo problem ini memang susah yah:-) Kalau saya lalu saya made simple, soalnya saya dulu suka baca buku komputer yang ... made easy. Memandang Allah sebagai ilah, maka saya qadariyah, semua harus saya capai dengan upaya. Memandang Allah sebagai rabb, maka saya jabariah, semua yang saya lakoni, proses dan hasilnya adalah ketentuan Allah semua. Salam hangat B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
