Ora maju itu, Kakangmas, as usual, sudah DITULIS! Gimana, tho... apa sayanya ini, yang howra mudeng-mudeng.... he he he
Kalau penerimaan terhadap yang absolut bisa jalan (dan lancar diterima), kenapa pendalaman yang dilakukan oleh sebagian ulama sufi malah ditentang? Padahal, ini padahal lho, pendalaman yang dilakukan itu dilabeli istihsan fit ta'abbud (memperbaiki kualitas penghambaan). Ya dalam praktek maupun filosofinya. Nuwun; Tejosuroso p/s: istiqamah di Media itu ikhtiar yang baik. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Djoko Luknanto Sent: 07 Desember 2008 8:41 To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama) Howdy, Benar, takdir masalah berat, dan di milis ini saya lihat hanya 'lip sync' yang dulu-dulu, tanpa ada keberanian intrepretasi:-) Mandeg! As usual! Mulane ora maju-maju. Howgh! -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker "Till there was you" -- Beatles > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:is-lam- > [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Tejosuroso > Sent: 07 Desember 2008 8:26 > > Wah, saya tidak ada kompetensinya... thread lain, masih mungkin. > Tapi soal takdir ini, weeehhh.... berrraaattt..... > > Coba tanyakan sama Kang Fahru; kenapa bisa masih tetap disebutkan > "kullukum roo'in wa kullukum mas'uulun 'an ro'iyyatihi (setiap dari kamu > adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang > dipimpinnya)" jika setiap kejadian adalah PERBUATAN-NYA??? Kenapa kita yang > harus bertanggungjawab??? Hayoo??? _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
