terserah uraian taqdir itu mau disimpulkan spt apa, cuma yg HARUS dipegang itu JANGAN BERPUTUS ASA. sebab org yg putus asa itu menurut Qur'an adlh termasuk org2 yg sesat. bgmana terhindar dr putus asa? kenali sikap/tanda org2 yg berpuus asa.
Allah SWT tunjukkan ayat pd kita. demikian penciptaan sesuatu berpasangan, demikian sifat org yg putus asa yaitu: 1. depresi: mereka ini cenderung statis, tak mau berusaha, byk merenung 2. stress: frustasi, terlalu agresif berbuat, meninggalkan kaidah kehidupan puncak terburuk keduanya sama yaitu hilangnya ingatan ... --- berikut ini asal bunyi saja agar terjaga dr salah mengerti hikmah pahami taqdir, 1. SATU dan hanya SATU-SATU-nya yg terus & terus kita harapkan adlh mudah2an apapun ketetapanNya thd setiap diri ini, dilimpahiNya kita jiwa yg senantiasa ridha. lihat org2 yg mungkin scr ekonomi jauh kurang dari kita, mereka masih bisa terawa, tersenyum canda ria dgn kelompoknya. mereka mungkin lbh ridha dgn ketentuan atas dirinya drpd sbgian org yg mungkin gengsi & malu karena status .. dlsbgnya. jangan selalu lihat atas, sering lihat bawah malah agar muncul rasa syukur, siapa tahu kecipratan jiwa lapang dada sbgmana yg ada pd mereka itu. 2. kita ini lahir tidak atas kemauan kita sendiri melainkan Allah SWT kehendaki. Dia yg ciptakan sesuatu, maka Dia berikan pula apa2 yg menyertai penciptaan itu ala kadarnya. karuniaNya pastilah sangat akurat sesuai kebutuhan kita utk tujuan ibadah. a'udzubillahi min asyaithaani rajiim, Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (ar-Ra'd:8) 3. dirahasiakanNya ketentuan taqdir tiap ssorg adlh utk menguji sejauh apa ssorg itu memahami arti keridhaan pd Allah SWT & sebaik apa sangka ssorg itu pd Allah SWT. dlm hasid Qudsi disebut, Allah SWT itu bersikap bgmana sangka hambaNya. kalo dia sangka baik, insya Allah baik yg didapat, demikian sebaliknya. ada satu dilema yg org merasa atw mungkin sdh melakukan sesuatu itu dgn cara sangat baik, dan bahkan berkali-kali tapi tidak sesuai yg diharapkan. maka baca ini ... Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (ath-Thallaq:3) itu lbh sekedar utk menjaga agar tidak kita sangka buruk, sebab akan ada karunia lain yg lebih baik atw setara dgn harapan. salam, Fahru ________________________________ From: Tejosuroso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, December 6, 2008 5:26:26 PM Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama) Jadi...., para hadirin sekalian...., selamat dan celaka kita sudah “tertulis”.... Yang bernama ikhtiar itu sejatinya adalah kosong... Dosa dan pahala juga adalah semu... Semua sudah tertulis... Entah nyambung apa tidak, tetapi penjelasan demi penjelasan yang saya dapat di forum ini adalah ketiadaan hal lain selain Dia SWT. Dia Tulis semuanya dengan Ketentuan-Nya yang serba pasti. Dia pula Ciptakan segala hal dari Dzat-Nya..... Selain Dia ternyata adalah kosong belaka... Nuwun; Tejosuroso From:[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of AFR Sent: 06 Desember 2008 15:12 To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama) sebenarnya memahami/mengimani qadla' & qadr itu tidak tepat ada pembedaan sbgmana jabariyah & qadariyah. yg namanya taqdir adalah taqdir yg sdh tetap, tidak ada perubahan, stabil & sdh tergariskan. jadi lupakan jabariyah atw qadariyah agar tak bias. taqdir pun itu tidak cuma mengatur urusan manusia saja, bahkan gugurnya daun2an, jatuhnya bijian tanam2an di kegelapan bumi, kemana arah hembusan angin, turunnya hujan .. diatur dlm kitab yg sama di Lauh Mahfudz. mengimani rukun 6 sedemikian itu diharapkan, jgn muslim itu merasa bangga diri ketika mampu menguak depan yg dgn serba kebetulan saja, baik itu modal pemikiran analitik atw pun dgn alat bantu apapun kreasi manusia. bolehnya prediksi ke depan itu hanya sebatas perlu utk memicu semangat hidup, BUKAN utk mengantarkan pd kesombongan diri seolah hendak katakan 'kami manusia mampu merubah ini ... ' khalas ... ma salama salam, Fahru ________________________________ From:Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, December 5, 2008 1:23:50 PM Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c| Wah pseudo problem ini memang susah yah:-) Kalau saya lalu saya made simple, soalnya saya dulu suka baca buku komputer yang ... made easy. Memandang Allah sebagai ilah, maka saya qadariyah, semua harus saya capai dengan upaya. Memandang Allah sebagai rabb, maka saya jabariah, semua yang saya lakoni, proses dan hasilnya adalah ketentuan Allah semua. Salam hangat B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
