ha-ha-ha... ada golhit juga rupanya ya. Tetapi lepas dari itu semua, sebetulnya ada yg perlu lebih dicermati lagi yaitu aspek tunggang-menunggang kuda itu lho. Kalo saja sinyalemen bahwa lembaga MUI, yg notabene sebagai pengayom kepentingan umat islam indonesia, dapat terkendalikan (baca: tertunggangi) oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu, lha trus piye iki ? Kepercayaan umat akan menjadi taruhan yg amat mahal untuk dibayar. Dan kemudian jika kita berpikir mundur lagi, lha dulu fatwa pornografi, fatwa merokok, dlsb fatwa2 haram-halal, apakah itu juga atas dasar pesanan penunggang ? nah lho ?
so pasti mumetsss, dan paling banter kita hanya bisa merasakan bahwa ada "sesuatu yg hilang" didalam tubuh lembaga tsb, dan itu tidak lain dan tidak bukan adalah integrity lembaga. Sekarang barang2 serba mahal, tapi di kita justru pada turun harga, termasuk harga integity... :)) :) wassalam 2009/1/28 Bango Samparan <[email protected]>: > Hii, berarti Golhit (Golongan Hitam) halal ya. > > Btw, demokrasi tuh emang boleh kok golput. Nah, kalau yang golput sampai 80%, > ya nggak papa yang menang 11% jadi presiden. Tapi, ya tahu sendiri tho:-) > kursinya pasti nggak nyaman. > > Fatwa itu sendiri jadi lucu, lawong demokrasi malah memperbolehkan golput, > lha MUI malah mengharamkan. Jadi maunya gimana? Akan konsisten kalau MUI > malah mengharamkan yang golput dan yang golmem.Lho kok gitu, laiya tho, wong > dua-duanya sama diperbolehkan sama demokrasi kok, kalau yang satu diharamkan, > sekalian donk yang satu diharamkan juga. > > Fatwa golput justru memperlihatkan ketidakcerdasan pendukung fatwa dalam > melihat fenomena maraknya golput. > > Orang golput, karena pilihan yang melelahkan, terutama lelah dikibuli > partai-partai. > > Coba dulu ada legeslatif buat perkara sama SBY, lalu mau diperkarakan, > stress, sempat mau mati:-) Eh, kini malah jadi caleg nasional partai > demokrat. Gaya kampanyenya ceile, di bawah gambar-gambarnya dituliskan: > > 1. Sisa umurku, untuk negaraku > 2. Ibu kita, surga kita > 3. Ulama dan kyai adalah kehormatan > 4. dll. > > kok nggak ditulis > > Aku, nasib sialmu, rakyat! > > Salam hangat > B. Samparan > > > --- On Tue, 1/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > >> From: Dewa Gede Permana <[email protected]> >> Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? >> To: [email protected] >> Date: Tuesday, January 27, 2009, 6:15 PM >> Mungkin fatwa ini merupakan langkah antisipasi untuk >> mengcover >> merebaknya isu yg mengatakan bahwa "nyoblos berarti >> kafir", "demokrasi >> adalah sesat", dan pendapat yg senada dgn itu. >> >> mungkin... mungkin.... >> >> he-he-he... toh pada akhirnya yg menang adalah yg suara >> terbanyak, dan >> yang BENAR adalah yg dianggap "benar" oleh >> "kebanyakan orang". >> >> Politik nomer satu, agama nomor sekian..... wis lah >> manungso, >> manungso..... sekolah tinggi2, ngelmu tinggi2, jatuhnya ke >> kubangan >> juga. :) :) >> >> :) >> wassalam >> >> 2009/1/27 Mawan Sugiyanto <[email protected]>: >> > semakin besar saja polemik ummat ini. >> > ya kita memang menjadi anak2 jaman seperti yang telah >> diungkapkan Rosulullah >> > sejak awal. Bertindak salah tidak bertindak ndak bener >> ? >> > >> > >> > >> > _______________________________________________ >> > Is-lam mailing list >> > [email protected] >> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >> > >> > >> _______________________________________________ >> Is-lam mailing list >> [email protected] >> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
