Masalah utama yang harus dikaji oleh partai sebenarnya, "Mengapa banyak orang 
golput? Ada tidak korelasinya dengan kinerja partai?"

PKS, misalnya, hampir pasti kita definisikan sebagai partai yang bisa menjadi 
pilihan kita. Tapi bagaimana kinerjanya?

Saya - dan banyak aktivis rasanya - berharap PKS misalnya bisa mengajar 
masyarakat "kalau orang Islam masuk politik, sosok-sosok yang seperti ini lho, 
yang layak dicalonkan dan dipilih". Nyatanya PKS melakukan pendekatan pragmatis 
bisa mendukung siapa saja. Lalu banyak konstituen kecewa. 

Akhir-akhir ini dua tindakan PKS, bikin orang makin malu saja, menjadikan 
Soeharto sebagai pahlawan, lalu HNW minta MUI membuat fatwa golput haram.

Yang lebih lucu, hampir di semua milist yang disitu ada kader PKS, kalau ada 
yang kritis sama PKS, hampir pasti dianggap memfitnah, tidak paham pola pikir 
PKS, dll., dll.

Waktu mahasiswa saya juga dikader oleh Tarbiyah. Waktu itu semua ustadznya 
golput, kalau bicara wala dan bara, semuanya tanpa beban. Sekarang, kalau 
bicara wala dan bara, para ustadznya sering terbata-bata. Kok tidak malu, HNW 
minta MUI mengharamkan golput.

Salam hangat
B. Samparan





      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke