Catatan: Mail ini sebetulnya japri, tapi awalnya saya tidak ngeh, jadi jawaban agak berbau jalum. Makanya, ini saya jalum-kan saja. Eh, mas Hamami, nggak apa-apa ya, kan biar rame.
========================================================================== Saya pernah dikader Tarbiyah (jamaah sebelum jadi PKS) waktu mahasiswa. Tapi, saya memang tidak pernah masuk jadi kadernya. Ipar saya yang tiga orang (sekarang enam, karena mereka sudah berumah tangga, eh lebih kalau dihitung anak-anaknya yang sudah punya hak pilih), semuanya adalah kader Tarbiyah dan tentu saja PKS. Sekedar info, mereka sebagai kader senior bingung juga sebetulnya, tapi apa daya harus sami'na wa atho'na. Saya pernah nyoblos PKS di pemilu legislatif, tetapi undur diri setelah pemilu presiden. Bagaimana mereka bisa mendukung calon-calon itu. Kalau HNW yang dicalonkan jadi presiden - peduli kalah atau menang - saya mungkin malah akan mendukungnya. Kalkulasi politik PKS untuk pragmatif mendukung calon-calon yang punya kans untuk menang sebetulnya tidak mengherankan. Alasannya sederhana saja, mencari "ruang gerak" untuk membangun kekuatan agar menjadi partai besar - meskipun ini sering diingkari oleh kader-kader PKS di berbagai diskusi, "fitnah ini", "tidak tahu langgam politik PKS", "itu mah pikiran politik konvensional", dll. Cuman secara ideologis - yang ini sebetulnya merupakan jejak tarbiyah mereka di dada saya - saya bertanya-tanya apa bisa begitu? Soalnya, trade off-nya mahal sekali: "Benar, PKS mungkin menjadi besar tetapi mizannya (padahal PKS mengklaim membawa mizan dakwah dus mizan Islam) akan menjadi kabur." Dan, faktanya, kekuatiran itu bukan tanpa alasan. Kini, memang banyak konstituen yang mempertanyakan keistiqamahan PKS, terutama dari timbangan Islam. PKS, IMHO, terlalu yakin dengan kader terikat mereka, yang bisa digerakkan dengan mekanisme sami'na wa atho'na, oleh karena itu petingginya berani bermain api dengan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan dan minta fatwa haram golput dari MUI. Kalkulasinya, sekali lagi, tidak cermelang-cemerlang amat, mencari tambahan suara. Alhamdulillah kalau berhasil, kalau tidak, PKS setidaknya tetap bisa bertahan dengan kader terikatnya. PKS adalah milik kita semua, jadi kita harusnya tidak takut mendiskusikan. Adalah jamak, kadang kita menjauh, kadang mendekat. Ini yang seringkali tidak disadari oleh kader-kader PKS. Kalau kita kritik, katanya kita benci, menfitnah, dll. Bukankah kita kadangkala marahan dengan istri dan anak kita, tapi sebagian besarnya dilandasi oleh cinta, bukan benci. Suatu saat mungkin kita akan mendukung PKS, tetapi tidak kali ini:-) Apalagi untuk partai lain, yang makin tidak karuan-karuan saja. Baiklah golput haram, tapi tidur saat coblosan rasanya halal-halal saja:-) Ada orang bilang, "Paling enak tidur saat coblosan". Wah, tapi Anda jangan berpikir yang bukan-bukan. Soal mengangkat pemimpin, betul wajib secara syari'. Tetapi syari' juga memagari dengan kriteria yang wajib ditaati tentang siapa yang berhak dicalonkan dan dipilih menjadi pemimpin. Keduanya, tidak boleh diberlakukan secara terpisah. Kalau keduanya tak terpenuhi, uzlah jalan keluarnya. Jadi, golput - eh tidur saat coblosan - memang halal hukumnya. Sekali lagi, jangan takut tidur saat coblosan! Kasihan kau MUI, hampir jadi jagoan karena mau mengharamkan rokok, kini malah jadi bahan olok-olokan orang banyak. Makin hancur saja kredibilitasmu, tetapi apa mau dikata. Apologimu, aku dengar, malahan makin bikin hancur kredibilitasmu juga. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 1/29/09, hamami <[email protected]> wrote: > From: hamami <[email protected]> > Subject: RE: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c| > To: [email protected] > Date: Thursday, January 29, 2009, 9:20 AM > Mas Bango, > > Nek sampeyan berada dilingkaran PKS, sampeyan pasti sudah > dipasangi label " > pemfitnah, tidak paham pola pikir PKS, tidak ikhlas, tidak > sami'na waato'na, > dll...dll..." deh. > Aku gak ngerti, apakah sampeyan bagian dari mereka atau > "mantan" bagian dari > mereka. He...he...he.... > > Memang nyatanya PKS gak pernah bisa terima kritikan. Nek > dikritik serta > merta dikeluarkanlah jurus pembelaan/pembenaran dari > berbagai jurusan > utamanya dari para kadernya, sementara para petingginya gak > ada yang mau > menanggapi secara terbuka. > Dan inilah salah satu karakter PKS yang mengecewakan > beberapa > kader/simpatisan yang bersifat agak kritis, yang berakibat > mereka > dikucilkan, dan ujung2nya mereka yang dikucilkan itu > ketidaksukaannya makin > menjadi-jadi terhadap PKS, meskipun tidak sampai memusuhi. > > Disayangankan memang............. > > Wassalam > Hmm > > > > -----Original Message----- > From: Bango Samparan [mailto:[email protected]] > Sent: Thursday, January 29, 2009 8:01 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c| > > Masalah utama yang harus dikaji oleh partai sebenarnya, > "Mengapa banyak > orang golput? Ada tidak korelasinya dengan kinerja > partai?" > > PKS, misalnya, hampir pasti kita definisikan sebagai partai > yang bisa > menjadi pilihan kita. Tapi bagaimana kinerjanya? > > Saya - dan banyak aktivis rasanya - berharap PKS misalnya > bisa mengajar > masyarakat "kalau orang Islam masuk politik, > sosok-sosok yang seperti ini > lho, yang layak dicalonkan dan dipilih". Nyatanya PKS > melakukan pendekatan > pragmatis bisa mendukung siapa saja. Lalu banyak konstituen > kecewa. > > Akhir-akhir ini dua tindakan PKS, bikin orang makin malu > saja, menjadikan > Soeharto sebagai pahlawan, lalu HNW minta MUI membuat fatwa > golput haram. > > Yang lebih lucu, hampir di semua milist yang disitu ada > kader PKS, kalau ada > yang kritis sama PKS, hampir pasti dianggap memfitnah, > tidak paham pola > pikir PKS, dll., dll. > > Waktu mahasiswa saya juga dikader oleh Tarbiyah. Waktu itu > semua ustadznya > golput, kalau bicara wala dan bara, semuanya tanpa beban. > Sekarang, kalau > bicara wala dan bara, para ustadznya sering terbata-bata. > Kok tidak malu, > HNW minta MUI mengharamkan golput. > > Salam hangat > B. Samparan > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
