Ha...ha...ha...no problemo, Mas. 
Nampaknya mas Bango senang dengan keramaian.

Saya sering mendapat "petuah" bahwasannya teguran dan kritikan seseorang itu
menunjukkan adanya perhatian. Namun sayangnya itu sering hanya dalam ucapan
atau petuah. Karena pada kenyataannya, seseorang, "hatta" organisasi
sekalipun manakala ditegur/dikritik tidak dengan mudah bisa menerima, sering
yang terjadi justeru sebaliknya mencari dalil2 pembenaran dan permakluman.

Wassalam
Hamami 

-----Original Message-----
From: Bango Samparan [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, January 30, 2009 9:31 AM
To: Milis Is-lam
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c|

Catatan:
Mail ini sebetulnya japri, tapi awalnya saya tidak ngeh, jadi jawaban agak
berbau jalum. Makanya, ini saya jalum-kan saja. Eh, mas Hamami, nggak
apa-apa ya, kan biar rame.

==========================================================================

Saya pernah dikader Tarbiyah (jamaah sebelum jadi PKS) waktu mahasiswa.
Tapi, saya memang tidak pernah masuk jadi kadernya. Ipar saya yang tiga
orang (sekarang enam, karena mereka sudah berumah tangga, eh lebih kalau
dihitung anak-anaknya yang sudah punya hak pilih), semuanya adalah kader
Tarbiyah dan tentu saja PKS. Sekedar info, mereka sebagai kader senior
bingung juga sebetulnya, tapi apa daya harus sami'na wa atho'na.

Saya pernah nyoblos PKS di pemilu legislatif, tetapi undur diri setelah
pemilu presiden. Bagaimana mereka bisa mendukung calon-calon itu. Kalau HNW
yang dicalonkan jadi presiden - peduli kalah atau menang - saya mungkin
malah akan mendukungnya.

Kalkulasi politik PKS untuk pragmatif mendukung calon-calon yang punya kans
untuk menang sebetulnya tidak mengherankan. Alasannya sederhana saja,
mencari "ruang gerak" untuk membangun kekuatan agar menjadi partai besar -
meskipun ini sering diingkari oleh kader-kader PKS di berbagai diskusi,
"fitnah ini", "tidak tahu langgam politik PKS", "itu mah pikiran politik
konvensional", dll. Cuman secara ideologis - yang ini sebetulnya merupakan
jejak tarbiyah mereka di dada saya - saya bertanya-tanya apa bisa begitu?
Soalnya, trade off-nya mahal sekali: "Benar, PKS mungkin menjadi besar
tetapi mizannya (padahal PKS mengklaim membawa mizan dakwah dus mizan Islam)
akan menjadi kabur." Dan, faktanya, kekuatiran itu bukan tanpa alasan. Kini,
memang banyak konstituen yang mempertanyakan keistiqamahan PKS, terutama
dari timbangan Islam.

PKS, IMHO, terlalu yakin dengan kader terikat mereka, yang bisa digerakkan
dengan mekanisme sami'na wa atho'na, oleh karena itu petingginya berani
bermain api dengan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan dan minta fatwa
haram golput dari MUI. Kalkulasinya, sekali lagi, tidak cermelang-cemerlang
amat, mencari tambahan suara. Alhamdulillah kalau berhasil, kalau tidak, PKS
setidaknya tetap bisa bertahan dengan kader terikatnya.

PKS adalah milik kita semua, jadi kita harusnya tidak takut mendiskusikan.
Adalah jamak, kadang kita menjauh, kadang mendekat. Ini yang seringkali
tidak disadari oleh kader-kader PKS. Kalau kita kritik, katanya kita benci,
menfitnah, dll. Bukankah kita kadangkala marahan dengan istri dan anak kita,
tapi sebagian besarnya dilandasi oleh cinta, bukan benci. Suatu saat mungkin
kita akan mendukung PKS, tetapi tidak kali ini:-) Apalagi untuk partai lain,
yang makin tidak karuan-karuan saja.

Baiklah golput haram, tapi tidur saat coblosan rasanya halal-halal saja:-)
Ada orang bilang, "Paling enak tidur saat coblosan". Wah, tapi Anda jangan
berpikir yang bukan-bukan.

Soal mengangkat pemimpin, betul wajib secara syari'. Tetapi syari' juga
memagari dengan kriteria yang wajib ditaati tentang siapa yang berhak
dicalonkan dan dipilih menjadi pemimpin. Keduanya, tidak boleh diberlakukan
secara terpisah. Kalau keduanya tak terpenuhi, uzlah jalan keluarnya. Jadi,
golput - eh tidur saat coblosan - memang halal hukumnya. Sekali lagi, jangan
takut tidur saat coblosan!

Kasihan kau MUI, hampir jadi jagoan karena mau mengharamkan rokok, kini
malah jadi bahan olok-olokan orang banyak. Makin hancur saja kredibilitasmu,
tetapi apa mau dikata. Apologimu, aku dengar, malahan makin bikin hancur
kredibilitasmu juga.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Thu, 1/29/09, hamami <[email protected]> wrote:

> From: hamami <[email protected]>
> Subject: RE: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c|
> To: [email protected]
> Date: Thursday, January 29, 2009, 9:20 AM
> Mas Bango,
> 
> Nek sampeyan berada dilingkaran PKS, sampeyan pasti sudah
> dipasangi label "
> pemfitnah, tidak paham pola pikir PKS, tidak ikhlas, tidak
> sami'na waato'na,
> dll...dll..." deh. 
> Aku gak ngerti, apakah sampeyan bagian dari mereka atau
> "mantan" bagian dari
> mereka. He...he...he....
> 
> Memang nyatanya PKS gak pernah bisa terima kritikan. Nek
> dikritik serta
> merta dikeluarkanlah jurus pembelaan/pembenaran dari
> berbagai jurusan
> utamanya dari para kadernya, sementara para petingginya gak
> ada yang mau
> menanggapi secara terbuka. 
> Dan inilah salah satu karakter PKS yang mengecewakan
> beberapa
> kader/simpatisan yang bersifat agak kritis, yang berakibat
> mereka
> dikucilkan, dan ujung2nya mereka yang dikucilkan itu
> ketidaksukaannya makin
> menjadi-jadi terhadap PKS, meskipun tidak sampai memusuhi.
> 
> Disayangankan memang............. 
> 
> Wassalam
> Hmm
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Bango Samparan [mailto:[email protected]] 
> Sent: Thursday, January 29, 2009 8:01 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c|
> 
> Masalah utama yang harus dikaji oleh partai sebenarnya,
> "Mengapa banyak
> orang golput? Ada tidak korelasinya dengan kinerja
> partai?"
> 
> PKS, misalnya, hampir pasti kita definisikan sebagai partai
> yang bisa
> menjadi pilihan kita. Tapi bagaimana kinerjanya?
> 
> Saya - dan banyak aktivis rasanya - berharap PKS misalnya
> bisa mengajar
> masyarakat "kalau orang Islam masuk politik,
> sosok-sosok yang seperti ini
> lho, yang layak dicalonkan dan dipilih". Nyatanya PKS
> melakukan pendekatan
> pragmatis bisa mendukung siapa saja. Lalu banyak konstituen
> kecewa. 
> 
> Akhir-akhir ini dua tindakan PKS, bikin orang makin malu
> saja, menjadikan
> Soeharto sebagai pahlawan, lalu HNW minta MUI membuat fatwa
> golput haram.
> 
> Yang lebih lucu, hampir di semua milist yang disitu ada
> kader PKS, kalau ada
> yang kritis sama PKS, hampir pasti dianggap memfitnah,
> tidak paham pola
> pikir PKS, dll., dll.
> 
> Waktu mahasiswa saya juga dikader oleh Tarbiyah. Waktu itu
> semua ustadznya
> golput, kalau bicara wala dan bara, semuanya tanpa beban.
> Sekarang, kalau
> bicara wala dan bara, para ustadznya sering terbata-bata.
> Kok tidak malu,
> HNW minta MUI mengharamkan golput.
> 
> Salam hangat
> B. Samparan
> 



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


__________ NOD32 3787 (20090121) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke