Penjelasan sampeyan ini luarrrrr biasa bang Qhori,...maksud saya rancunya.....
"Guru bukanlah pekerjaan, tapi guru dilahirkan..". Beda profesi dan pekerjaan
kira2gimana seh?...Semestinya membedakan antara keadaan dan kedudukan adalah
tidak seperti itu. Yang namanya dilahirkan (keadaan) adalah misalkan seseorang
dilahirkan sebagai anak kongloimerat/anak president maka itu
keadaaan(dilahirkan)sedangkan seseorang menjadi Guru/Dosen adalah ada unsur
usaha dari ybs.dan itu ketika dicapai maka disebut kedudukan. Yang namanya
kedudukan ketika dicapai itu bisa dibilang profesi/pekerjaan dan bukan
dilahirkan langsung menjadi Guru..ini saja lah dulu yang kecil, gak
muter2ngawur terlalu luas.....
Warm regard,
a.s.
--- Pada Jum, 20/2/09, Alkhori M <[email protected]> menulis:
Dari: Alkhori M <[email protected]>
Topik: [is-lam] FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg Mahal
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 20 Februari, 2009, 11:54 AM
FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg Mahal
Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu Uang Pangkal 100 Juta dan Kuliah 50
Juta Pertahun.
Supaya profesi Pendidik/ Dosen/ Guru dihargai dan yang menjadi “Guru” bukan
karena terpaksa karena tidak diterima ditempat lain akhirnya jadi “Guru”
sajalah. Phenomena ini sudah selayaknya diakhiri di Indonesia sehingga orang
menjadi bangga jika profesinya adalah “Guru”. Agar ini bisa dicapai maka
selayaknya Uang Masuk adalah 100 juta dan Uang Kuliah 50 juta pertahun. Tapi
jangan kaget dulu, makanya makna biaya pendidikan 20% dari APBN janganlah semu.
Walau uang pangkal 100 juta dan uang kuliah 50 juta tapi yang dilemparkan atau
yang di-offer ke rakyat adalah… maaf cut dulu ada panggilan, nanti disambung
lagi, harap sabar !!!
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
Maaf tulisan diatas terputus, sekarang baru bisa dilanjutkan, tapi judulnya
saya ganti biar lebih menggigit tentu dengan diganti judul ada cakupan yang
lebih “Objective” yang ingin disharing bagaimana agar pendidikan Indonesia
tidak mempunyai dilema seperti judulnya yaitu:
FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg Mahal
Tentu semua setuju kalau dituliskan bahwa “Profesi Guru/ Tenaga Pendidik adalah
profesi yang Sangat Sangat Mulia” tapi di Indonesia profesi guru hanya dilihat
sebelah mata. Untuk ini haruslah dibenahi, tapi “Allah tidak akan mengubah
nasib suatu kaum (guru) kalau guru sendiri tidak mau mengubah nasibnya” Guru
bukanlah pekerjaan, tapi guru dilahirkan. Tidak ada lagi istilah klasik, karena
tidak dapat kerja ditempat lain terpaksalah jadi guru. Begitu lulus University
yg pintar pintar bekerja di perusahaan yang terkenal dengan gaji dan benefit
yang super, sementara yg lulus pas-pas-an tinggal di University untuk
selanjutnya mengabdi di almamater due to no alternative instead of dapur tak
ber-asap okay-lah terima saja jadi tenaga pengajar. Buktinya IKIP atau FKIP
terpaksa dibubarkan.
Bagaimana hal tersebut tidak boleh dan harus tidak ter-ulang lagi, “PROFESI
GURU DILAHIRKAN Dan guru harus SIAP mengubah nasib sendiri” Lihat lagi “Tuhan
Tidak Mengubah Nasib Suatu Bangsa Kalau Bangsa Itu Tidak Mengubah Nasibnya
Sendiri.” Apa saja faktor untuk mengubah nasib guru? yang sangat penting dan
tidak termasuk didalamnya JANGAN DEMO masak guru DEMO, lucu orang yang jadi
panutan spt PGRI DEMO jadi dibawah ini bbrp bullet antara lain agar bisa
mengubah nasib GURU:
1. Sapu bersih/ say no to koruptor, berantas habis korupsi
2. Peraturan harus Transparant, bukan jebakan dan tidak ada celah membuat
orang lain jadi bisa dipersulit
3. Murahkan pendidikan yang mahal di Indonesia
4. Sederhanakan Kurikulum (ini yang dimaksud dg FiqhTasauf Pendidikan
Indonesia)
5. 20% APBN untuk pendidikan jangan SEMU
6. Orang orang tua diharapkan mundur dari membuat kebijakan pendidikan
nasional, tapi mereka bisa sebagai pengajar
7. UN ditiadakan dan Methode belajar mengajar diperbaiki ???
8. Dll dll
AD.1: SAPU BERSIH/ SAY NO TO KORUPTOR, BERANTAS HABIS KORUPSI
Pemilu sdh dekat, pilihlah (CALEG/ CAPRES/ CAWAPRES) yang bersih NO KKN dan mau
memperhatikan pendidikan, tentu Guru bisa memilih dengan tepat. Contoh kasus:
BCA ketika menjadi pasien BPPN karena tidak mampu melunasi BLBI untuk
menyehatkan BCA maka disuntik dana Rp. 60 Triliun, tapi sewaktu dijual ke asing
hanya dihargai Rp. 10 triliun, menguap sebanyak Rp. 50 triliun, siapa yang
menikmati dana Rp. 50 triliun, tentu para koruptor. Banayk kasus kasus korupsi
lainya yang fantastik, yang mana kalau duit ini dialokasikan untuk pendidikan
nasional maka tidak saja pendidikan 12 tahun bisa gratis diseluruh Indonesia
tapi malahan unag masuk dan uang kuliah bisa sangat murah di Indonesia.
Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam