Kulit buku sebuah pengantar SOSIOLOGI 

 

Pada pengantar ilmu SOSIOLOGI, ada sepotong statement yang sangat menarik.
Hanya sepotong saja, maka dikatakan pada judul diatas adalah KULIT BUKU-nya
saja. Jadi tidak perlu bersusah payah untuk belajar Sosiologi, tapi hanya
sepotong kalimat saja yaitu: "SOSIOLOGI TIDAK MENILAI"

Apakah yg dimaksud dari kalimat tersebut yaitu "SOSIOLOGI TIDAK MENILAI"
maksudnya adalah ilmu sosiologi tidak memberikan nilai baik buruk tentang
keadaan sebuah masyarakat, tapi yang dipaparkan adalah keadaan nyata sebuah
masyarakat tanpa memberikan predikat baik dan buruk, itulah maksudnya bahwa
Ilmu Sosiologi Tidak Menilai.

 

Contoh gamblang. Ada orang mengatakan bahwa rakyat Indonesia adalah malas
dan rakyat jepang adalah rajin dan pekerja keras.

Sosiologi akan memberikan statement sbb:

*       Rakyat Jepang bekerja 40 jam dalam seminggu dan pada hari libur juga
bekerja kalau diperlukan

*       Rakyat Indonesia bekerja 15 jam dalam seminggu dan pada hari kerja
banyak keliaran diluar kantor

 

Diharapkan bisa ditangkap dari contoh diatas, diharapkan yang saya tulis
dengan contoh diatas tidak membuat confused.

Sampiran kulit buku pengantar Sosiologi akan berguna, untuk diskusi/ posting
posting berikut tentang Engineering Ajaran Islam. Insya Allah bermanfaat.

Akhirul kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii
Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari
Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

Engineering Ajaran Islam, end

Mengapa Fiqih membunuh Tauhid ? Patutkah SSJ harus dibunuh?

Abstraks, dalam membaca posting tersebut, dapat terlihat reaksi, ada
bersifat Qadariyah, ada juga yg bersifat Jabariyah dan malahan ada
ber-FIQIYAH, padahal sudah jelas jelas posting ini mencoba memilah milah
persoalan ajaran Islam terbagi pada tiga komponen utama yaitu Fiqih, Tasauf
& Tauhid. Dimana ketiga itu FTT dirujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Diantara ketiga itu FTT yang banyak menimbulkan masalah adalah Tauhid, pada
Ilmu Tauhid sendiri tidak punya masalah, bagi bagi orang yang belajar Tauhid
akan timbul masalah baik pada diri sendiri maupun pada lingkungan. Contoh
kasus disini adalah SSJ, maka subtitle-nya dituliskan dengan sangat
menggigit yaitu "Mengapa Fiqih membunuh Tauhid" dalam artian orang yg
belajar Fiqih, akan membunuh orang yg belajar Tauhid dan itu banyak yg sudah
terjadi, dalam email ini contohnya adalah SSJ.

 

Tulisan ini akan diakhiri sampai hanya dengan pemaparan contoh dibawah ini:

Seorang yang belajar Tauhid, akan terus mendekatkan diri pada Allah, hingga
akhirnya beliau menganggap apa saja yg dimiliki adalah punya/ milik Allah.
Sehingga kalau misalnya kita katakan jam-nya adalah bagus, beliau itu akan
menjawab, ini adalah milik Allah, dengan enteng beliau akan berkata, kalau
anda mau silahkan ambil. Coba dilihat dari sisi yang lain, tentu ada orang
mengatakan jam ini milik kamu, kenapa berani-beraninya kamu katakan jam itu
milik Allah, apa kamu sudah menjadi ALLAH? Dapatkah dipahami maksud yang
tertera dibaliknya? Insya allah dapat ditangkap maksud yg tersembunyi itu.

 

Contoh lain, jika seseorang sudah sangat dekat kepada Allah, maka beliau itu
menganggap dirinya sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah semua milik
allah, sehingga beliau itu telah melakukan awal peristiwa penciptaan Adam di
Surga, setelah Adam diciptakan, maka dihidupkanlah Adam dengan ditiupkan ruh
kedalamnya, maka sujudlah kepadanya. Didalam tubuh kita ini ada RUH suci,
sehingga bagi mereka mereka yang sudah mampu mensucikan dirinya, maka beliau
beliau sudah sangat bertaqarub kepadaNYA, sehingga tidak ada lagi
kesombongan didalam diri, apa yang disombongkan semua ini adalah milik
Allah, tidak ada ditonjolkan diri pribadi, karena semua adalah milik Allah
dan semua ini dan itu adalah kepunyaan Allah. Jadi kalau dikatakan bahwa
komputer ini adalah milik Allah, sementara komputer ini adalah milik saya,
janganlah diterjemahkan saya telah mendeclare jadi tuhan. Demikianlah ilmu
Tauhid tersebut dapat menimbulkan 1000 masalah dan pertanyaan, karena
Al-Qur'an dan As-Sunnah tidak berbicara tentang Tauhid secara explisit.
Kalau ada yang mengatakan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah sudah berbicara
tentang Tuhan secara gamblang, maka itu juga merupakan kajian yg menarik.

 

Identik dgn SSJ, beliau itu menjadi demikian karena mendalami Tauhid,
sehingga secara Fiqih anehlah beliau ditambah terkontaminasi dgn politik,
maka kalau itu betul spt yg tertulis dgn banyak versi, makanya perlulah
ajaran ilmu Islam FTT yg berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah perlu
dipelajari secara KAMIL dengan methode yg benar. Yang dimaksud dengan
methode yg benar, jangan KEBENARAN yg SEMU yg dipelajari, tapi kebenaran yg
Haqiqiyah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Bukan golongan saling
menyalahkan Mazhab, saya adalah ahlul sunnah wal jama'ah yg hanya mengikuti
qur'an dan hadis, tapi baca qur'an saja tidak mampu. Kalau berbeda sedikit
saja, lantas keluar dari mulutnya, kamu bid'ah dan kamu kafir dan kamu
sesat. Bacalah hadis rasulullah apakah ada ajaran Islam yg demikian? Akhirul
kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii Wa
Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke