Suhu Alkhori ini tampaknya punya jurus langkah ajaib, kayak jagoan di cersil
Para Pendekar Negeri Tayli. Abrakadabra, tiba-tiba sudah masuk ke wilayah
sosiologi.
Saya jadi ingat Masri Singarimbun dan David H. Penny (ejaannya betul nggak ya),
yang tak pernah bisa sepakat mengenai apakah Daerah Sriharjo (betul enggak ya
lokasi penelitiannya, udah hilang sih bukunya) itu miskin atau tidak. Padahal,
dua-duanya sama menggunakan metode participation research, yang cenderung
sosiologis. Penny menyatakan Sriharjo miskin, Masri menolaknya. Dan, faktanya
banyak hasil penelitian sosiologis pada obyek yang sama menghasilkan paparan
realitas yang berbeda. Yah, moga-moga suhu Alkhori - dengan jurus tasaufnya
yang bisa membongkar yang tersembunyi itu - bisa menangkap apa yang mau saya
katakan.
Lagipula suhu Alkhori tampaknya juga harus mengevaluasi, bukankah
tulisan-tulisan suhu sendiri bahkan dari awal mengandung kecenderungan untuk
melakukan PENILAIAN-PENILAIAN juga. Coba baca saja yang ini:
> * Makin sering anda memenangi sebuah diskusi dengan
> ber-ARGUMENTASI,
> makin sombonglah diri anda dan akan banyak yg merasa tidak
> senang,
> terjauhlah diri dari DAKWAH
>
> * Sebaliknya makin banyak anda mengalah, makin SABAR
> diri anda dan
> makin bertambah matang cara berfikir dan tercapailah cita
> cita DAKWAH
> seperti yg diinginkan Rasulullah
Padahal kalau tak ingin menilai fakta yang harus dikemukakan hanyalah: DIA
(SAYA) MENANG BERARGUMENTASI ATAU DIA (SAYA) KALAH BERARGUMENTASI DALAM
DISKUSI. Lalu, STOP, jangan ditambah-tambahi soal sabar, mengalah, dll.
Nah, tampaknya suhu Alkhori ingin-ingin nih memasukkan diri sendiri pada yang
ke kedua kan? Sedangkan yang sedang memberi tanggapan ke tulisan njenengan
adalah yang pertama:-)
Padahal berkenaan dengan dakwah Islam, KITA YA HARUS MENANG DALAM
BERARGUMENTASI, TAPI TIDAK SOMBONG. Rasulullah pun begitu, menaklukkan Mekah
tapi masuk dengan tanpa kesombongan. Ayat yang merujuk pada "harus memberi
argumentasi yang lebih baik" pun ada kan?
Yang susah itu suhu, MENGAKUI KALAH DAN SALAH DENGAN BESAR HATI. Karena salah
satu definisi sombong di dalam Islam adalah: MENOLAK KEBENARAN.
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam