Wong,
Pada masa Rasulullah SAW, ilmu itu belum terpisah-pisah, semua para sahabat
yg sangat dekat dengan beliau dan mereka ini pendampingi beliau, spt
diantaranya ada cakal Kulafa Arrasyidin mereka ini sangat menguasai ajaran
Islam yg dimiliki Rasulullah. Ada juga "Bapak Kucing" dll, mereka itu
pewaris ajaran Islam yang masih menyeluruh (KAMIL) belum terpecah spt skrg
ini.

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Wong Lim Pok
Sent: Friday, February 27, 2009 11:34 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bango Samparan wait your commentRE: Kulit buku
sebuahpengantar SOSIOLOGI, sampiran Engineering ajaran Islam

Sejak masa Rasulullah SAW, selain beliau, siapa saja yang Ahli bidang Fiqih,
Ahli bidang Tauhid, dan Ahli bidang Tasauf?

Kapan munculnya istilah Tasauf?

Mohon pencerahan ..

Wong

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Harry Sufehmi
Sent: Friday, February 27, 2009 2:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bango Samparan wait your commentRE: Kulit buku sebuah
pengantar SOSIOLOGI, sampiran Engineering ajaran Islam

2009/2/26 Alkhori M <[email protected]>:
> Khusus utk Mas Bango yg doyan KPH,

Yang ribet-ribet saya oper ke mas Bango saja  :-)  beliau lebih mampu
memaparkannya secara lebih elegan kepada saya.

Saya fokus yang simpel2 saja. Seperti klaim berikut ini :

> Dimana saya coba
> rubah paradigma berfikir dengan TIDAK MENILAI

Namun yang terjadi adalah :

> Ø       Fiqih, yaitu salah, benar, baik & buruk, orang fiqih tegas (kalau
> takut dikatakan kaku), kerja Fiqih cenderung mencari KESALAHAN, itu
karakter
> FIQIH.

Ya, malah terjadi stereotyping :
http://en.wikipedia.org/wiki/Stereotypes

Stereotyping bukan hanya sekedar menilai --- namun dia malah
berprasangka, dan (amat) bisa terjerumus kepada mendiskriminasi.

Nah lho, malah JAUH lebih parah.  :-)

Seperti kata mas Bango, Fikih itu tidak kaku. Justru fikih itu sangat
lentur.
Berbeda dengan Tauhid.

Jadi, piye mas? Fakta-fakta & logika dasar saja masih keliru.
Saya usul kita bisa lebih berhati-hati dalam beragama ini.

Kalau tidak, kita malah akan melakukan hal yang persis sama seperti
yang kita kritik sendiri.

Juga saya usul dalam beragama ini, kita bisa buang jauh-jauh ego kita.
Saya kira ini juga adalah salah satu ajaran Tasauf yang utama. Setan
sendiri mungkin masih berada di langit -- kalau saja egonya ketika itu
tidak naik dan membuatnya kalap.

Ego itu juga akan membuat masukan & kritik dari saudaranya sendiri
sekalipun tidak bisa diterima. Alih-alih diterima, malah dijawab
dengan "tidak membaca semuanya", "hanya dibaca separuh2", dst.

Semoga menjelaskan.


Salam, HS





>tentu masih ingat "Tiga Dara Pendekar
> Siaw Lim" yaitu Siang Lan, Hwe Lan dan sibungsu Sui Lan (apakah demikain
> namanya, sudah lama sekali, dulu waktu SMP hingga SMU memang saya suka
baca
> KPH, baru begitu masuk University tak cukup duit kost, maka hobi membaca
> berhenti utk KPH, tapi tetap membaca dan sering ber-email ria). Pada
serial
> "Tiga Dara Pendekar Siaw Lim" ada kalimat yang sangat menarik diucapkan
> sangat mendalam artinya yaitu kira-kira "1000 Sahabat Masih Terasa
Sedikit,
> Mengapa Harus Ditambah Seorang Musuh" Saya menulis adalah ingin sharing
apa
> yang pernah dipelajari, terutama dilemma antara seruan Rasulullah agar
> ilmunya Islam diterima secara KAMIL/ MENYELURUH, tapi what to do, ternyata
> ummat hanya mengambil penggalan penggalan-nya saja, yaitu Fiqih saja, lalu
> mengatakan Tauhid Kafir, Fiqih saja lantas mengatakan Tasauf sesat. Maka
> perlu diambil makna dari Kulit Buku Pengantar Sosilogi. Dimana saya coba
> rubah paradigma berfikir dengan TIDAK MENILAI, tapi memberikan suatu
> karakter buat:
>
> Ø       Fiqih, yaitu salah, benar, baik & buruk, orang fiqih tegas (kalau
> takut dikatakan kaku), kerja Fiqih cenderung mencari KESALAHAN, itu
karakter
> FIQIH.
>
> Ø       Tasauf, yaitu akhlak mulia, dan penuh dengan cinta kasih, hidup
> orang Tasauf adalah indah tanpa beban, sehingga seorang tasauf bisa
> menikmati hidup yg penuh damai
>
> Ø       Tauhid, ilmu ini tidak punya masalah, tapi orang yg belajarnya
bisa
> menimbulkan masalah, baik utk diri sendiri atau juga orang lain
>
> Tolong mas Bango, apakah ketiga bullets diatas sesuai dengan target tidak
> MENILAI atau saya telah salah tulis, sehingga terdapat VALUE didalam
bullet
> diatas. Dengan kita tahu karakter ketiga ilmu diatas Fiqih, Tasauf &
Tauhid
> (FTT) maka akan nampak sekali, ketiga ilmu itu tidak boleh dipisahkan.
> Ibarat Civil Engineering, STRUKTUR SEGITIGA TERTUTUP adalah Struktur yang
> paling kokoh. Kalau mau memakan bahasa AWAM, tungku yg terbuat dari 3 buah
> batu adalah yang terbaik. Kalau hanya dua batu, kuali masak akan tumpah,
apa
> lagi kalau satu batu, malahan kuali tidak bisa diletakan. Makanya tungku
> untuk memasak adalah 3 batu yang paling kuat. Makanya ketiga ilmu FTT yang
> punya 3 karakter yang berbeda jika telah dirangkul menjadi satu maka
itulah
> yang diinginkan rasulullah. Silahkan penggemar KPH mas BS kita tunggu
> komentarnya.
>
>
>
> Alkhori M
>
> Alkhor Community
>
> Qatar
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Bango Samparan
> Sent: Thursday, February 26, 2009 4:37 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Kulit buku sebuah pengantar SOSIOLOGI,sampiran
> Engineering ajaran Islam
>
>
>
> Suhu Alkhori ini tampaknya punya jurus langkah ajaib, kayak jagoan di
cersil
> Para Pendekar Negeri Tayli. Abrakadabra, tiba-tiba sudah masuk ke wilayah
> sosiologi.
>
>
>
> Saya jadi ingat Masri Singarimbun dan David H. Penny (ejaannya betul nggak
> ya), yang tak pernah bisa sepakat mengenai apakah Daerah Sriharjo (betul
> enggak ya lokasi penelitiannya, udah hilang sih bukunya) itu miskin atau
> tidak. Padahal, dua-duanya sama menggunakan metode participation research,
> yang cenderung sosiologis. Penny menyatakan Sriharjo miskin, Masri
> menolaknya. Dan, faktanya banyak hasil penelitian sosiologis pada obyek
yang
> sama menghasilkan paparan realitas yang berbeda. Yah, moga-moga suhu
Alkhori
> - dengan jurus tasaufnya yang bisa membongkar yang tersembunyi itu - bisa
> menangkap apa yang mau saya katakan.
>
>
>
> Lagipula suhu Alkhori tampaknya juga harus mengevaluasi, bukankah
> tulisan-tulisan suhu sendiri bahkan dari awal mengandung kecenderungan
untuk
> melakukan PENILAIAN-PENILAIAN juga. Coba baca saja yang ini:
>
>
>
>> *       Makin sering anda memenangi sebuah diskusi dengan
>
>> ber-ARGUMENTASI,
>
>> makin sombonglah diri anda dan akan banyak yg merasa tidak
>
>> senang,
>
>> terjauhlah diri dari DAKWAH
>
>>
>
>> *       Sebaliknya makin banyak anda mengalah, makin SABAR
>
>> diri anda dan
>
>> makin bertambah matang cara berfikir dan tercapailah cita
>
>> cita DAKWAH
>
>> seperti yg diinginkan Rasulullah
>
>
>
> Padahal kalau tak ingin menilai fakta yang harus dikemukakan hanyalah: DIA
> (SAYA) MENANG BERARGUMENTASI ATAU DIA (SAYA) KALAH BERARGUMENTASI DALAM
> DISKUSI. Lalu, STOP, jangan ditambah-tambahi soal sabar, mengalah, dll.
>
>
>
> Nah, tampaknya suhu Alkhori ingin-ingin nih memasukkan diri sendiri pada
> yang ke kedua kan? Sedangkan yang sedang memberi tanggapan ke tulisan
> njenengan adalah yang pertama:-)
>
>
>
> Padahal berkenaan dengan dakwah Islam, KITA YA HARUS MENANG DALAM
> BERARGUMENTASI, TAPI TIDAK SOMBONG. Rasulullah pun begitu, menaklukkan
Mekah
> tapi masuk dengan tanpa kesombongan. Ayat yang merujuk pada "harus memberi
> argumentasi yang lebih baik" pun ada kan?
>
>
>
> Yang susah itu suhu, MENGAKUI KALAH DAN SALAH DENGAN BESAR HATI. Karena
> salah satu definisi sombong di dalam Islam adalah: MENOLAK KEBENARAN.
>
>
>
> Salam hangat
>
> B. Samparan
>
>
>
>
>
>
>
> _______________________________________________
>
> Is-lam mailing list
>
> [email protected]
>
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke