2009/2/27 Alkhori M <[email protected]>: > Tapi sementara > Fiqih saya katakan KAKU, ada ruang tapi tidak boleh dipilih atau Having > Option but No Alternative, apakah cocok istilah itu stil in big question > MARK. Salam kompak selalu dari Qatar.
Hm, fikih itu malah kadang membingungkan saking terlalu banyaknya pilihan :-) Satu contoh: ketika sedang meriset soal rokok, saya menemukan sebuah fatwa dari seorang ulama Salafi. Di luar dugaan, rokok itu hukumnya bisa bermacam-macam menurut beliau, mulai dari haram sampai wajib. Nah lho :-) Saya sampai nyengir gede membaca fatwa tersebut. Tapi setelah dibaca, memang semua dasar2nya cukup kuat. Begitulah lenturnya fikih. Dan ini juga yang memungkinkan agama ini jadi relevan di setiap masa, dan di setiap tempat. Kalau fikih itu kaku, maka Islam tidak akan bisa dijalankan di luar Arab Saudi :-) Salam, HS _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
