Ini ngomongin JIL lagi, ya? Saya setuju .....sekali dengan pendapat mas DGP ini. Karena pada dasarnya besar/populernya sesuatu itu, sering lebih dikarenakan ada yang mempublis, mendiskusikannya atau membicarakannya.
Karena menurut saya "membiarkan masalah itu juga bagian dari pemecahan masalah". Jadi cuekin saja itu JIL, karena manakala kita terpengaruh untuk mengangkatnya dalam tema diskusi or what ever lah, mereka akan merasa lebih diperhatikan dan memiliki peluang lebih besar untuk berulah. Wassalam Hmm -----Original Message----- From: Dewa Gede Permana [mailto:[email protected]] Sent: Friday, April 17, 2009 10:19 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad lho harusnya sebelum nempel dilidah ya kudu di endus pake penciuman di hidung dulu lah ya.... wah ini Mas Fahru kayaknya dah pernah nyeletuk ini nih.... halal-haram sebelum dirasakan dilidah ya kudu disensor pake mata, telinga, dan hidung dulu lah ya.. Anak kecil bisa kenal narkoba krn di TV sering digembar-gemborkan berita narkoba berikut cara penggunaannya. Pembunuhan sadis maupun perkosaan terjadi krn sehabis menonton film atau ada proses belajar dari berita2 kriminal di TV. Nah skrg jil kembali mau digembar-gembor lagi... apa justru malah gak kesenengan jil krn sudah sukses pengaruhi opini publik? tanpa disadari justru malah mengakui eksistensinya dalam wilayah medan psikologis sendiri. dus dan itulah awal pintu masuknya pengaruh sosial terjadi. Nurut saya, yang ampuh adalah anggap angin lalu bae... anjing menggonggong kafilah berlalu... ntar juga diem sendiri. Ojo dibiarkan pengaruh yg sudah tahu itu buruk merasuk ke dalam medan psikologis diri sendiri... gitu lho maksute. :) salam hangat 2009/4/17 saidi <[email protected]>: > Kalo JIL di Indonesia, biar dengan garam sekalipun dan makanannya sangat > enak sekalipun, tetap aja mengandung racun yang sangat berbahaya bagi > pertumbuhan generasi muda Islam....... kalo mereka dibiarkan saja, apalagi > didukung.... > > Masih ingatkah ketika GD ikut merayakan "HUT Israel" ke-60 ?? Pada saat itu > umat ISlam sedunia mempringati 60 tahun penjajahan terhadap Palestina. Tidak > hanya ikut merayakan, GD pun mendapat penghargaan karena berani membela > Israel di Negeri berpenduduk Islam terbesar di dunia. > > > > > ----- Original Message ----- > From: "Dewa Gede Permana" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, April 17, 2009 9:30 AM > Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad > > > jangan keliru lho, lidah kampung itu sebetulnya selera tinggi je... > Coba sampeyan tiap hari makan masakan padang di negeri Kanguru > sana.... he..he.. dijamin boros biaya boss.. mau ayam kampung, telor > kampung... weee... kayak ngudak jarum.... nunggu2 kiriman sodara dari > kampung... :-) > > Tapi tetep aja yg namanya rajungan, kepiting, babi, dlsb itu akan > tetep hambar kalo gak pake garam lho. > > Jadi kalo JIL, dlst yg di amrik ato di romawi, ato yg di ujung kutub > utara-selatan sono itu ya diibaratkan makanan tanpa garam so pasti > lidah akan tetap merasakan hambar khan. Ya wis.. ora usah di telan > kalo gitu... di lepeh aja mas. > > :) > salam hangat > > 2009/4/17 saidi <[email protected]>: >> Saya juga mas, soale lidah saya termasuk lidah kampung... hehehe.... >> > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam __________ NOD32 3976 (20090330) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
