BISMILLAHIRAHMANIRAHIM Baiklah, sepertinya saya juga harus memperjelas jawaban saya dari pertanyaan saya sendiri. Jawaban saya ini sebenarnya subjektif jadi kalau ada yang kurang atau salah mohon dikoreksi
Jika ada yang menanyakan kepada saya apakah anda membenarkan ajaran agama kristen, yahudi dan lain-lain memiliki nilai kebenaran yang sama dengan Islam? Jawaban saya adalah Tidak. (sebenarnya yang men-tidakan itu ALLAH bukan saya, saya hanya sekedar ngikut saja) Referensi saya adalah QS Ali Imran:19 إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. QS ALi Imran:85 وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Tetapi, apakah lantas saya harus menyalahkan atau menganggap agama-agama lain itu salah? Jawabnya juga tidak. Tetapi dari firman ALLAH yang saya baca dan saya pahami adalah memberikan pengertian kepada saya bahwa ALLAH juga memberikan kesempatan dan pilihan seluas-luasnya kepada hamba-hambanya untuk memilih jalannya masing-masing walaupun tetap saja pada ahirnya pilihan tersebut akan dipengaruhi oleh faktor-faktor taufik dan hidayah. Faktor hidayah itu juga akan terkait dengan kekuasaan-kekuasaan ALLAH yang mana ALLAH menghendaki kepada siapa saja yang dikehendakiNYA.. Referensi : QS AL Baqoroh :256 لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui QS Yunus 25 وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Kadang-kadang sebagian golongan dari kita menilai dengan taqlid kepada sebagian kita yang lain yang menyatakan bahwa Islam adalah agama paling benar dengan penilaian extrim, radikal bahkan teroris. Padahal golongan yang dinilai itu belum tentu telah menistakan atau menyalahkan agama lain. Ketika orang-orang dengan paham liberal menyebarkan liberalisme agama dan ditolak oleh golongan yang konservatif maka golongan liberalist itu lantas menghakimi dengan penilaian bahwa golongan konservatif itu anti kebebasan, extrimish, radikalish dan patut dicurigai teroris. Propagandapun disebar bahwa extrimish, radikalis dan teroris adalah akibat dari adanya ajaran Islam. Dan ujung-ujungnya mengatakan Islam sudah tidak sesuai dan relevan lagi dan harus di revisi. Padahal mereka yang katanya dibilang konservatif itu justru hanya sekedar menjalan perintah ALLAH seperti berikut : QS AL Baqoroh:208 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Jadi sebenarnya siapa yang memaksakan kehendak? Bukankah dengan begitu mereka (yang liberalish) justru telah bermuka dua. Menggembos-gemborkan kebebasan tetapi malah menyerang kebebasan itu sendiri. Sekedar catatan bagi kita, istilah-istilah Islam konservatif, extrimish, radikalish, liberalish, terorish, dan moderate bukanlah istilah-istilah dalam Islam melainkan penamaan dari pihak lain yang non Islam. Berikut adalah contoh pengelompokan dalam ajaran Islam : muslimin, muslimah, mukminin, mukminah, fasikin, munafikin, sabiin, musrikin dan kafirin. Tentang PLURAL akan saya bahas sbb: PLURALITAS/PLURALITY : Berasal dari kata PLURAL yang artinya majemuk (makna jamak), Makan Pluralitas bisa di artikan kemajemukan. Dalam hal pluralitas jelas agama Islam menjunjung tinggi dengan menegaskan bahwa bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Nabi Muhamad SAW sudah memberikan contoh salah satunya melalui Piagam Madinah dan amalan serta sikap Nabi dalam menghadapi kamu Yahudi dan Nasrani. Singkatnya ajaran Islam sendiri memberikan hak kepada Pluralitas dan kebebasan beragama. PLURALISME/PLURASIHM(agama) : Ada suatu paham/ideologi yang memandang bahwa semua agama adalah memiliki hak dan nilai kebenaran yang sama. Dalam konteks keagamaan pluralisme menganggap bahwa semua agama harus hidup berdampingan karna sama-sama mengajarkan kebenaran, dan pada ahrirnya semua agama memiliki tujuan yang sama yaitu menyembah Tuhan sama dan masuk Syurga dengan tata-cara yang berbeda. Pluralisme juga meyakini bahwa semua agama akan masuk dan hidup berdampingan di syurga natinya. Makna perbedaannya sangatlah tipis antara Pluralitas dan Pluralisme, tetapi walaupun begitu tetap saja berbeda dan dampaknya dalam penerapan amalan aqidah dan ahlaq kehidupan beragama Islam sangatlah fatal jika tidak mengerti kedua hal ini. Pluralisme sebenarnya adalah sebagai akibat atau konsekwensi dari paham Liberalisme. Mengomentari tentang anggapan bahwa dengan Liberalisasi Islam bisa memajukan Islam dan membuatnya bertahan serta selalu dinamis dengan perkembangan jaman adalah sangat tidak berdasar dan mengada-ada. Bukti menunjukan bahwa ketika suatu negeri menjalankan hukum secara Islam kaffah maka negeri itu akan mendapatkan masa keemasannya. Selain jaman kekhalifahan, adalah Spanyol yang mencapai jaman keemasannya justru ketika syariah Islam mengusai negeri tersebut. Belum ada bukti bahwa suatu negeri penganut Liberal bisa mencapai jaman keemasan. Terlebih lagi Liberalisasi terhadap Islam sangatlah bertentangan dengan hampir semua pemahaman madzhab-madzhab Islam yang ada sekarang. Sebenarnya pertentangan ini bukanlah masalah pada siapa yang mengusungnya, tetapi lebih kepada akibat-akibat yang akan ditimbulkan oleh liberalisasi agama itu sendiri seperti kebebasan yang kebablasan. SH Wasalam Alkhori wrote : Mas Saidi, Hari ini jum’at, kalau di Qatar jum’at & sabtu libur, maka email mas Saidi langsung dijawab: 1.. Pluralisme secara kenyataan yang ada, di dunia memang ada beberapa agama samawi (jadi dibatasi agama dari langit saja, bukan agama ciptaan manusia) 2.. Agama ciptaan manusia tidak dimasukan dalam kategori agama, tapi digolongkan sebagai kebudayaan, karena budaya atau culture ciptaan manusia 3.. Pluralisme secara definisi saya tidak ada alias belum membacanya, tapi 4.. Pluralisme secara konsep boleh dinarative-kan sbb 5.. Secara konsep pluralisme adalah: Agama langit itu beragam (karena diturunkan pada rasul yang berbeda dan diturunkan sesuai kebutuhan zaman saat itu dan pada saat diturunkan pada rasulullah SAW, maka adhienul-islam disempurnakan (apakah makna dari adhienul-islam masih merupakan phenomena). 6.. Secara konsep pluralisme adalah: semua agama langit membawa berita kebaikan dan mencegah kebathilan 7.. Secara konsep pluralisme adalah: semua agama adalah baik dan bertujuan sama Pada point 7 ini terdapat masalah pada saat orba mem-pulish buku P4, yang mana ada pihak yang tidak setuju kalau dikatakan semua agama sama dan bertujuan baik, pada saat itu HEBOH-lah sebentar. Saya pernah menerima kiriman email yang isinya adalah surat cerita dari Luthfie Assyaukanie (antum kenal dia khan ?). Dia menulis tentang keindahan Israel, kelebihan Israel, namun di satu sisi dia menghina Islam mendiskreditkan umat Islam.... kalau mereka ingin mengatakan israel indah dll itu adalah hak mereka, tapi kalau mendiskreditkan ummat islam itu kurang BIJAK, tapi kalau yang diangkat adalah KENYATAAN, sebenarnya sebagai ummat islam tidak perlu berkecil hati, tapi buatlah itu sebagai lesson learnt untuk perbaikan kedepan. Itulah sekedar komentar saya, sekarang di Qatar masih jam 07:15 QT tentu sama dengan 11:15 Wib, salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] Sent: Friday, April 17, 2009 7:21 PM Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad Mas Syarif Hidayat, Pertanyaanya cukup menarik, saya copas lagi pertanyaan sampeyan: Apakah mas Alkhori membenarkan ajaran agama kristen, yahudi dan lain-lain memiliki nilai kebenaran yang sama dengan Islam? Bila ada yang menanyakan kepada saya. Saya jawab tidak. Wah ini berat sekali untuk menjawabnya, saya tidak mau jadi Fir’aun. Karena sebagai kodrat seorang manusia saya itu main core adalah sebagai PEMAKAI/ PENGGUNA sebuah AGAMA tapi bukan menentukan SAH atau TIDAK SAH sebuah agama. Lain halnya kalau ada orang yang berani-berani mengaku sebagai rasul baru (padahal rasul baru tidak ada lagi, mengaku rasul saja tidak mungkin apalagi mau jadi Fir’aun). Inilah kesalahan umum orang ber-agama, padahal mereka sebagai pengguna/ pemakai tapi sudah berubah menjadi rasul malahan tuhan dengan beraninya memberikan penilaian terhadap agama lain yang bukan agamanya. Hingga saat ini dan detik ini, saya masih meyakini agama yang saya anut adalah THE BEST, kalau ditanyakan soal agama yang lain, tanyakan saja pada penganutnya, jangan ditanyakan pada saya, maaf karena saya penganut “uthlubul ilmi minal mahdi ilal lahdi yaitu hingga nanti jika saya mati, saya belum bisa menilai agama orang lain, tapi satu hal yang terus saya lakukan saya terus perdalami agama yang saya yakini dan juga saya bandingi dengan agama-agama yang lain karena saya juga pelajari ilmu perbandingan agama. Dengan mempelajari ilmu perbandingan agama bukan bermaksud untuk mencari kejelekan agama lain, tapi untuk mengetahui mengapa ada beberapa agama samawi di dunia ini. Itulah jawaban yang bisa saya berikan, apakah bisa terjawab hanya tuhan yang tahu. Salam kompak selalu dari Qatar. (nb SAH=BENAR). Alkhori M Alkhor Community Qatar ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
