Mas Saidi,

Hari ini jum'at, kalau di Qatar jum'at & sabtu libur, maka email mas Saidi
langsung dijawab:

1.      Pluralisme secara kenyataan yang ada, di dunia memang ada beberapa
agama samawi (jadi dibatasi agama dari langit saja, bukan agama ciptaan
manusia)
2.      Agama ciptaan manusia tidak dimasukan dalam kategori agama, tapi
digolongkan sebagai kebudayaan, karena budaya atau culture ciptaan manusia
3.      Pluralisme secara definisi saya tidak ada alias belum membacanya,
tapi
4.      Pluralisme secara konsep boleh dinarative-kan sbb
5.      Secara konsep pluralisme adalah: Agama langit itu beragam (karena
diturunkan pada rasul yang berbeda dan diturunkan sesuai kebutuhan zaman
saat itu dan pada saat diturunkan pada rasulullah SAW, maka adhienul-islam
disempurnakan (apakah makna dari adhienul-islam masih merupakan phenomena).
6.      Secara konsep pluralisme adalah: semua agama langit membawa berita
kebaikan dan mencegah kebathilan
7.      Secara konsep pluralisme adalah: semua agama adalah baik dan
bertujuan sama

 

Pada point 7 ini terdapat masalah pada saat orba mem-pulish buku P4, yang
mana ada pihak yang tidak setuju kalau dikatakan semua agama sama dan
bertujuan baik, pada saat itu HEBOH-lah sebentar.

Saya pernah menerima kiriman email yang isinya adalah surat cerita dari
Luthfie Assyaukanie (antum kenal dia khan ?). Dia menulis tentang keindahan
Israel, kelebihan Israel, namun di satu sisi dia menghina Islam
mendiskreditkan umat Islam....  kalau mereka ingin mengatakan israel indah
dll itu adalah hak mereka, tapi kalau mendiskreditkan ummat islam itu kurang
BIJAK, tapi kalau yang diangkat adalah KENYATAAN, sebenarnya sebagai ummat
islam tidak perlu berkecil hati, tapi buatlah itu sebagai lesson learnt
untuk perbaikan kedepan.

 

Itulah sekedar komentar saya, sekarang di Qatar masih jam 07:15 QT tentu
sama dengan 11:15 Wib, salam kompak selalu.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of saidi
Sent: Friday, April 17, 2009 4:52 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad

 

Suhu,

Kayaknya perlu diperjelas lagi makna Pluralisme menurut suhu dan menurut
saya. Kalo menurut saya adalah menganggap semua agama sama, semua agama
baik....  Saya tidak setuju bila Rasululloh SAW menganut paham
Pluralisme....   Untuk apa Rasululoh SAW mengajak Kaisar Romawi untuk masuk
Islam, untuk apa Beliau SAW mengajak seluruh ummat manusia untuk mengucapkan
Laa Ilaha IllALLAH...  Muhammadar Rasululloh....  kalau bukan Islam itu
agama yang diRahmati ALLOH SWT.  Selain Islam itu adalah kafir, dan kafir
tempatnya di Neraka....   Na'udzubILLAHi min dzalik.....

 

Saya tidak ingin mencampuri urusan beragama umat lain, namun yang jadi fokus
pembicaraan saya ini adalah JIL. Saya pernah menerima kiriman email yang
isinya adalah surat cerita dari Luthfie Assyaukanie (antum kenal dia khan
?). Dia menulis tentang keindahan Israel, kelebihan Israel, namun di satu
sisi dia menghina Islam mendiskreditkan umat Islam....  Dan lain sebagainya,
saya kira saya sudah mempostingkan ke milist ya kalo gak salah....

 

contoh lain, Ahmadiyah dibela mati2an sama GD, ABN, dan teman2 mereka seJIL.
mereka menolak RUU Anti Pornografi, mereka menolak Perda2 yang berbau
Syariat Islam dengan dalih Indonesia bukan Negara Islam, namun mereka diam
saja tatkala ada sebuah Provinsi yang menggunakan Perda mereka dengan Hukum
Injil.  

 

Saya kira, pandangan suhu dan mas Bango lebih tepatnya ditujukan ke mereka
dan the Big Boss mereka yaitu AS dan Israel Laknatulloh....

 

 

Salam kompak juga dari Jakarta.

 

Wassalamu'alaikum,

 

Saidi

----- Original Message ----- 

From: Alkhori M <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] 

Sent: Thursday, April 16, 2009 10:37 PM

Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad

 

Mas Saidi,

Maaf terlambat ditanggapi emailnya. Kalau mau jujur Rasulullah juga menganut
paham pluralisme (tapi jangan terpancing dulu, cobalah dibaca sejarah
perjalanan islam sewaktu rasulullah masih hidup). Dan ada satu lagi yang
sangat prinsipil dalam islam yaitu: yang satu adalah Tuhan sedangkan yang
lain adalah banyak contohnya: malaikat banyak, nabi banyak +/- 1200 dan
rasul banyak +/- 300 (tapi dalam alqur'an hanya disebutkan/ tertulis
sebanyak  25 rasul/nabi). Nah kalau sudah demikian persoalanya jadi RUNYAM,
tapi sebenarnya tidaklah runyam, kalau kita percaya islam itu the best,
yakinkanlah itu, tapi janganlah menganggap selain islam salah. Kalimat ini
agak sulit dicermati. Ini ada kisah nyata, suatu hari disebelah kamar hotel
saya adalah lady's Srilankan, singkat cerita cewek itu mengatakan pada saya,
bahwa Srilanka adalah negara ter-indah di Dunia, saya nyelutuk, jadi kamu
bilang Indonesia tidak indah??? Cewek tersebut menjawab, saya katakan
Srilanka terindah di dunia dan tidak mengatakan Indonesia jelek. Kamu boleh
juga katakan Indonesia ter-indah di dunia. Beliau menambahkan lagi, kamu
boleh katakan apa saja tentang Indonesia, mau ter-indah, mau ter-megah mau
apa saja, tapi dengan catatan jangan katakan orang lain, negara lain TIDAK
indah, TIDAK cantik. Kejadian tersebut adalah kisah didepan sebuah kamar
hotel di negara Sakura. Saat itu kami tinggal bersebelahan. Mudah-mudahan
bisa ditangkap apa yang saya maksudkan. Salam kompak selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar


  _____  


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of saidi
Sent: Wednesday, April 08, 2009 5:07 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Herman, Copas Tempo, oleh Goenawan Muhamad

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke