--- On Mon, 5/4/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:
> Copas
> previouly posting: Kalau judul diatas
> hanya diterjemahkan secara TERSURAT,
> makanya muncul kasus AHMADIYAH?
>
>
> Tapi kalau
> mau jujur, memang mostly ummat
> Isalam memaknai KHATAMAN
> NABIYIN, LA NABIYA
> BA'DAHU secara FIQIH
> saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH
> kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah
> dibubarkan.
Wah, sebetulnya segala main "tembak-tembakan" itu kan berasal dari dua kalimat
di atas tho tuan suhu Alkhori?
Tidak perlu harus jadi jenius kan, untuk melihat implikasi dari kalimat di atas
salah satunya adalah: "Jika tidak memakai fiqih saja, berarti mereka tidak akan
lantang mengkafirkan Ahmadiyah dan tidak akan ramai-ramai minta Ahmadiyah
dibubarkan.
Yah, tapi ya tidak tahu kalau tuan guru Alkhori punya "udang di balik batu"
yang lain, yang kami-kami ini dilarang untuk meramalkan:-) BTW, deja vu,
jangan-jangan tuan guru Alkhori termasuk GOEROE, malahan termasuk yang
bulletproof. Lha gimana, lawong suhu melarang para murid untuk menggembarakan
pikirannya dengan meramal-ramal.
> Analog atau
> typical pernah saya tuliskan
> pada email yang berjudul FTT, disana tertulis, ingin tahu
> secara benar tentang
> Tasauf tanyakan pada ulama Tasauf, ingin paham betul
> tentang Tauhid tanyakan
> pada pakar Tauhid dst dst dst, tapi telah kadung, tentang
> Tasauf ditanyakan
> pada Fuqaha, maka diperolehlah jawaban ibarat “Berburu
> Kepadang Datar, Dapat Kijang Belang Kaki Alias Berguru
> Kepalang Ajar Ibarat
> Bunga Kembang Tak Jadi”
Lha tuan suhu Alkhori sendiri termasuk ulama apa? Kok rasa-rasanya sudah
negatif thinking dulu sama fuqaha (ulama fiqih), dan kayaknya sih mengambil
peran sebagai ulama tasauf?
Ahh, jangan-jangan judul diskusi di atas juga sebuah sandiwara nih, tuan suhu
Alkhori.
Jadi, para penonton diharap renang, ada kolam=))
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam