Kayak messagenya dari Pak Syarifuddin Makrifatullah ..
Salam dari Pak Sjarifuddin Makrifatullah ...

Kalau menruurt saya, kasus dialog khataman nabiyin ini karena beda persepsi dan 
perubahan makna kata, maksud saya perbedaan makna kata saja. 

Cuman membuat pengertian baru dari kata yang sudah baku .. ya akhirnya jadilah 
perbincangan yang panjang 





mawan sugiyantobogor, 
indonesia  www.maoneid.indoinvestor.com 

--- On Mon, 5/4/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

From: Alkhori M <[email protected]>
Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan3
To: [email protected]
Date: Monday, May 4, 2009, 12:15 AM




 
 

 

 

 

 







KHATAMAN NABIYIN, LA
NABIYA BA'DAHU, lanjutan3. 

Copas previouly posting: Kalau judul diatas
hanya diterjemahkan secara TERSURAT,
makanya muncul kasus AHMADIYAH? 

Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat
Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU secara FIQIH
saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH
kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah
dibubarkan. 

   

Statement diatas harus dengan bijak
dipahami dan methode IQRA’ yang dikedepankan, dengan cara sederhana bisa
di-narative-kan sbb dibawah ini: 


 Islam
     secara mainstream-nya dikenal dengan sebutan Islam Syi’ah dan Islam
     Sunni, tapi 
 belakangan
     muncul pula yang disebut Ahmadiyah, yang sangat dipertentangan dengan
     konsep Khataman Nubuat 


Sekarang timbul pertanyaan yang tidak perlu
anda-anda jawab, kalau anda bukan salah satu dari kelompok yang tersebut
diatas, dalam perkataan lain adalah sbb: 


 Jika
     anda ingin tahu tentang Islam Syi’ah, tanyakan tentang Syi’ah
     tersebut pada ulama Syi’ah 
 Jika
     anda ingin tahu tentang Islam Sunni, tanyakan tentang Sunni tersebut pada
     ulama Sunni 
 Demikian
     pula, jika ingin tahu seluk beluk Ahmadiyah tanyakan pada ulama Ahmadiyah 


   

Analog atau typical pernah saya tuliskan
pada email yang berjudul FTT, disana tertulis, ingin tahu secara benar tentang
Tasauf tanyakan pada ulama Tasauf, ingin paham betul tentang Tauhid tanyakan
pada pakar Tauhid dst dst dst, tapi telah kadung, tentang Tasauf ditanyakan
pada Fuqaha, maka diperolehlah jawaban ibarat “Berburu
Kepadang Datar, Dapat Kijang Belang Kaki Alias Berguru Kepalang Ajar Ibarat
Bunga Kembang Tak Jadi” 

Kembali ke-laptop alias Khataman Nabiyin
vs. Ahmadiyah (maaf ini bukan mengupas ttg Ahmadiyah, tapi sebuah tinjauan
Khataman Nabiyin dengan Ahmadiyah sesuai Al-Qur’an Surat Maryam.  

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. 

   

Alkhori M 

Alkhor Community 

Qatar 

   

   

KHATAMAN NABIYIN, LA
NABIYA BA'DAHU, lanjutan2. 

Dalam Ushul
Fiqih, jika sudah jelas kalimat/ wahyu yang disampaikan, arti
tersebut tidak boleh diabandon. KHATAMAN
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU artinya sudah tetap dan harus digunakan sebagai
argumentasi utama. Artinya KHATAMAN NABIYIN,
LA NABIYA BA'DAHU adalah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan tidak
ada lagi nabi setelah beliau TITIK. Arti dan pemahaman itu tidak boleh dikurang
dan tidak boleh ditambah, karena kalimat tsb sudah gamblang artinya. Tapi tentu
ada arti derivative-nya, nah inilah yang akan diulaskan dan diperhalus apa saja
yang relevan sebagai bukti bahwa Muhammad SAW adalah sebagai nabi terkahir yang
lebih indah dan mudah dilhat dari sudut sebab akibat. 


 Bukti
     Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dengan kemajuan IT sekarang ini, maka
     informasi dalam sekejap bisa menyebar kemana-mana, jadi ajaran adhienul
     islam dengan sangat mudah diakses oleh ummat manusia, sehingga
     kesinambungan ajaran adhienul islam bisa terus on and on diterima manusia 
 Muhammad
     SAW sebagai nabi terakhir, dibuktikan dengan ayat “hari ini
     kusempurnakan agamamu …” yang berarti kita kita tidak diminta
     lagi untuk meng-expansikan Islam, tapi lebih diutamakan untuk menjaga/
     melestarikan Islam dalam artian Islam itu harus dijaga kemurnian ajaranya.
     Karena dalam setiap ajaran agama terdapat proses yang terus berlanjut
     dalam dua wilayah yang besar yaitu PEMBARUAN & PEMURNIAN AGAMA.
     (disini agak kesulitan saya dalam mengungkapan apa kalimat yang tepat,
     insya allah nanti direvised) 
 Muhammad
     SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada lagi wahyu yang
     turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level yang rendah dari
     wahyu, yang biasa diterima oleh para wali? 


Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. 

   

Alkhori M 

Alkhor Community 

Qatar 

   

KHATAMAN
 NABIYIN , LA 
NABIYA BA'DAHU 

   

Kalau judul diatas hanya diterjemahkan
secara TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH? 

Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat
Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU secara FIQIH
saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta
Ahmadiyah dibubarkan. 

   

Seandainya ummat yang sekarang ini
dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, tentu mereka mereka inilah yang paling
didepan untuk membunuh Rasulullah, mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis
ini sudah tahu jawabanya. Karena pemahaman KHATAMAN
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja,
padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa berpikir
dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan persoalan. Makanya
wahyu yang pertama turun adalah IQRA’
maknanya BACA atau BELAJAR dan
bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!! 

Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa
sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA
BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul
Islam? 

Insya Allah bersambung, salam kompak
selalu. 

   

Alkhori M 

Alkhor Community 

Qatar 

   



 


-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke