--- On Mon, 5/4/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote:
> Tapi di lain sisi, faktanya, memang mayoritas manusia belum
> mampu
> untuk berpikir kritis. Karena itu mereka membutuhkan
> dogma.
> Karena itu, dalam Islam kita diizinkan untuk taqlid.
Benar, tapi taqlid di sini ternyata juga ada syaratnya, mengerti nash-nash yang
dijadikan dasarnya.
Misalnya, seseorang taqlid, ketika tahiyat telunjuk mengacung ke depan dan
digerak-gerakan naik turun, nah dia harus tahu dasar yang dipakai untuk itu.
Menarik kan, ini ilmunya fuqoha, jadi dalam taqlid-pun tetep ada perilaku
"mesti pinter" juga.
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam