Kalau bocoran ini benar, siapa yang harus betanggung jawab terhadap
penghilangan nyawa seseorang, rumah yang dihancurkan, dan kegoncangan jiwa
keluarga siempunya rumah.? 

Akan dimintai pertanggungjawabbankah pelakunya.? 

Apakah dengan dalil memberantas terorisme sehingga aparat bebas berbuat
sesukanya.? 

Mungkinkah DENSUS 88 atau pihak kepolisian akan jujur mengungkapnya.? 

@%$&^>?<& au.ah, elap......

 

Wassalam

Hamami

 

 

Ada Bocoran, DNA Anak Noordin dan Jenazah Tidak Cocok

10/08/2009 13:02

 

Liputan6.com, Jakarta: Spekulasi benar tidaknya jenazah gembong teroris
Noordin M. Top masih berkembang. Ini terkait sampel Deoxyribonucleic Acid
(DNA) anak Noordin yang diambil dari Malaysia dengan jenazah tersangka
teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah, tidak cocok. Dari informasi
yang dihimpun SCTV di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (10/8), polisi
tidak menemukan kecocokan DNA antara anak Noordin dan jenazah yang tewas
dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah. 

 

Dari pemeriksaan fisik, diduga jasad tersangka teroris itu adalah Ibrahim,
pria yang menghilang pascaledakan bom di Hotel Marriott dan Ritz Carlton,
Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli silam. Penata bunga di Hotel Ritz Carlton
itu sempat masuk dalam daftar orang yang diduga sebagai pelaku pengeboman di
Ritz Carlton [baca: Keluarga Bingung Ibrohim Dikaitkan Teror Bom].

 

Menurut Duta Besar RI untuk Malaysia, Da`i Bachtiar, Detasemen Khusus
(Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sudah mengambil contoh DNA anak Noordin M.
Top. Dan Polisi akan mengidentifikasi jenazah tersangka teroris dengan
sampel itu [baca: Densus 88 Sudah Ambil DNA Anak Noordin]. Namun hingga
berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan resmi soal
identitas jenazah yang tewas tersebut. 

 

Sementara keluarga Air Setyawan dan Eko Sarjono datang ke RS Polri Jakarta,
Senin (10/8) pagi. Mereka berniat memastikan apakah jenazah tersangka
teroris yang ditembak di Jati Asih, Bekasi, adalah Air Setiyawan dan Eko
Sarjono. Tapi mereka tak diizinkan masuk. Sebab, belum ada izin dari Kepala
Bagian Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Inspektur Jenderal Polisi Susno
Duadji.

 

Sampel dari DNA keluarga ibu dan anak tersangka Air dan tersangka Eko sudah
diambil di Solo, Jateng, untuk diselidiki. Hingga sekarang keluarga belum
yakin jenazah di ruang instalasi adalah Air dan Eko. "Mudah-mudahan itu
bukan anak saya," kata Agus Purwanto, ayah Air.(AIS/YUS)

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke