Maaf sedikit menyela.. Terus terang kalau berbicara tentang LDII, ada beberapa case yang saya temui.. 1. Waktu dikampung ada tetangga yang berprofesi sebagai pedagang keliling, suatu waktu dia mampir ke sebuah masjid untuk sholat ashar. Setelah sholat karena kecapekan habis keliling beristirahatlah tetangga saya ini ditersa masjid. Eee, tak lama kemudian datang seseorang yang mengepel bekas sholat tetangga saya itu dan jalan yang dilaluinya. 2. Beberapa waktu yang lalu kebetulan ada vendor tempat saya bekerja datang ke tempat kerja saya untuk melakukan pengecekan. Disela-sela diskusi melebarlah diskusi itu sampai kepada firqoh2, dan dengan pede dia menyatakan dia adalah seorang pimpinan di LDII dan mengajak saya untuk datang di pengajiannya. Saya sempat mengajukan kasus tetangga saya tersebut diatas dan dijawab orang LDII tidak yakin dengan cara bersuci tetangga saya itu. Lebih lanjut kenapa orang LDII tidak mau menjadi makmum saat sholat jama'ah diluar masjid mereka karena mereka beranggapan bahwa orang diluar LDII kurang atau tidak memahami cara bersuci yang benar. Apakah menurut Pak Budi seperti itu juga..?? Kalau iyya berarti orang LDII mengedepankan su'udhon kepada orang lain, atau ghuluw dalam hal tsb, karena cuma berdasarkan prasangka sudah bisa menjudgement orang lain tidak benar. Mungkin pak budi bisa ngasih komentar.... Terima kasih
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of Budi Waluyo Sent: Thursday, December 03, 2009 3:54 PM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Bls: LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia Mas Nizami, Setiap tahun tidak kurang dari 3.000 (tiga ribu) warga LDII melaksanakan ibadah haji sebagaimana umat Islam yang lain. di Makkah dan Madinah Jamaah LDII juga mengikuti sholat jamaah yang diadakan di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi bersama-sama umat Islam lain dari penjuru dunia. Jamaah LDII tidak mengadakan sholat jamaah tersendiri. Jadi tidak benar kalau LDII itu memisahkan diri dari umat Islam lain. Kalau ada warga LDII yang tidak mau diimami oleh orang lain (selain warga LDII) itu karena melihat sosok imammnya. Untuk menjadi imam sholat setidaknya ada 3 syarat; 1. Bacaan Al Qurannya 2. Umurnya 3. Lebih dulunya masuk Islam Untuk itu dalam pergaulan sesama umat Islam kita perlu tepo sliro, siapa diantara kita yang lebih bagus bacaan sholatnya itulah yang berhak menjadi imam sholat. Saya pribadi tidak akan mengikuti jamaah sholat bila saya yakin bacaan imamnya tidak baik (tidak sesuai dengan tajwid). --- On Thu, 12/3/09, A Nizami <[email protected]> wrote: From: A Nizami <[email protected]> Subject: [Is-lam] Bls: LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia To: [email protected] Date: Thursday, December 3, 2009, 12:30 AM Kira2 LDII sekarang mau tidak imaman/berjama'ah dengan ummat Islam lain? Apa masih tafarruq/memisahkan diri? Kalau tafarruq, itu bertentangan lho dengan Al Qur'an: QS. Ali Imran : 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Dari: Budi Waluyo <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 3 Desember, 2009 15:14:23 Judul: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia Terima kasih Di sini, sebagai generasi muda LDII kami hanya ingin meluruskan persepsi sebagian masyarakat yang terlanjur keliru dengan menghakimi LDII sebagai aliran sesat. Saya ingin menegaskan bahwa berdasarkan tuntunan Allah dan Rosululloh SAW apa yang diajarkan LDII tidak sesat, Justru LDII berusaha menerapkan (dalam terminologi pilihan saya "menegakkan") agama Islam secara murni berdasarkan 3 pilar kemurnian agama Islam ( http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/09/ldii-menegakkan-kemurnian-agama-islam.html) Sejauh ini dalih-dalih yang dikemukakan untuk "menyesatkan" LDII sama sekali tidak benar/ tidak sesuai dengan kenyataan. Seperti LDII mengkafirkan / menajiskan orang lain, tidak mau sholat kecuali di masjid sendiri dan lain sebagainya. Semua tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. Tidak ada satu amalanpun yang di ajarkan dalam LDII menyimpang dari tuntunan Alloh dan Rosul (Quran dan Hadist). Karena yang di kaji dalam LDII tidak ada lain kecuali Al Qur'an dan Al Hadist. Simak materi dan pengajaran agama yang dilakukan oleh LDII melalui tulisan saya http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/11/pondok-pesantren-ldii-burengan-kediri.html dan http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/10/pengajian-kelompok-ldii-terbuka-untuk.html Saya tidak mempermasalahkan gaya bahasa atau penampilan seseorang sebab tabiat dan kepribadian setiap orang memang berbeda-beda, "Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan".. Demikian sabda sahabat Umar AS. Jadi sangat tidak tepat kalau kita menilai suatu golongan (LDII) berdasarkan penampilan satu atau dua orang anggotanya tanpa melihat apa yang diajarkan. --- On Wed, 12/2/09, andryansyah rivai <[email protected]> wrote: From: andryansyah rivai <[email protected]> Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia To: [email protected] Date: Wednesday, December 2, 2009, 10:38 PM Iya nih, gaya saya bicara dalam tulisan memang parah, dan saya memang sukanya dengar orang ceramah yang gayanya juga garang, kalau lunak malah ngantuk :) Kebetulan saya juga besar di tempat ngaji yang saya baru sadar setelah pindah ke Yogya saat masuk SMA bahwa dulu itu budaya NU. Nah di Yogya itu saya seringnya dengar pandangan Muhammadiyah. Sekarang saya di Serpong, dan dalam penentuan waktu lebaran atau qurban, kok rasanya cocok dengan Al Azhar. Saya paling suka bertanya kalau tidak mengetahui dengan pasti, jadi saya tidak menyimpulkan pak Risang orang LDII, karena postingannya juga masih "di tengah". Kalo sekarang jelas bahwa Bapak bukan warga LDII. Kalau ada yang tahu, sebenarnya kesesatan LDII itu ada di mana saja?, sehingga beberapa MUI daerah menyatakan sesat. Saya pribadi hanya melihat 2 teman sekantor yang secara jelas menyatakan sebagai orang LDII dan keduanya buat saya sangat tidak cocok dengan keyakinan saya. Semoga jawaban itu menjadi esensi dari diskusi ini. Wassalam, andry _____ From: Risang Dipta Permana <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, December 3, 2009 1:02:40 PM Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia Saya tidak berkompeten mendefinisikan "Berdebat" dalam kitab Imam Ahmad yang saya kutip tersebut. Tapi saya mencoba mengutarakan pemahaman saya tentang "berdebat"... berdebat menurut saya adalah bantah-bantahan terhadap sesuatu hal dari perspektif masing-masing dan tidak merujuk pada suatu hal yang disepakati bersama (dalam hal ini Al-Qur'an dan As-Sunnah). Saya mengirim e-mail sebelumnya karena dahulu pernah terjadi juga debat... waktu itu sepertinya ada salah satu anggota milis yang menganut ahmadiyyah, dan kebetulan lagi hangat-hangatnya watwa MUI tentang Sesatnya Ahmadiyyah, terjadi perdebatan panjang dan tidak berujung.. kemudian saya potong dengan.. menanyakan langsung kepada yang bersangkutan apakah beliau merupakan anggota ahmadiyyah, dan jika memang benar saya meminta moderator untuk mengambil tindakan karena sudah di cap Sesat oleh MUI. Saya berharap diskusi yang terjadi di millis ini... kalo bisa, menunjukkan ke jalan yang benar, bukan berbantah-bantahan dan ujungnya tidak ada kesimpulan.. biasanya perdebatan dimulai dari saling mengolok... Kalo ingin memberi tahu tentang sesuatu yang telah keluar dari norma agama, seperti jorok, tidak konsisten dlsb.. tentunya lebih baik dinyatakan dengan kata2 yang baik dan tidak menghakimi. Dari Pertanyaan anda, sepertinya anda sudah menyimpulkan kalo saya merupakan "Warga LDII". Saya akan ceritakan, saya berasal solo, dibesarkan dalam budaya NU, kemudian mengaji ke Muhammadiyah, Waktu SMA sering bergaul dengan temen-temen yang LDII, kemudian kuliah di jogja dan mendapati begitu banyak gerakan, lembaga, dan ormas Islam yang sangat beraneka ragam... saya mencoba mendalami semuanya.. Kaitan cerita saya ini dengan topik yang kita bahas adalah cara orang LDII untuk meng-counter segala tuduhan dari dulu sampai sekarang hanya begitu-begitu saja dan cara Mas Andry dalam meladeni tidak pada esensi.. sehingga sedikit sekali manfaatnya.. Jawabannya saya bukan "Warga LDII" Setelah sedikit menyelami berbagai gerakan organisasi Islam, pada dasarnya mereka hanyalah cabang2 jalan yang Insyaallah menuntun Ummat menuju Rahmatan lil alamin. Seperti halnya kita memilih baju, kita bisa memilih lengan panjang, pendek, warna putih, hitam, baju koko ataupun kaos oblong... tetapi jangan memilih baju yang tidak menutup aurat. Jadi jangan memilih "aliran" yang sesat.. seperti Ahmadiyyah.. dan setahu saya beberapa MUI daerah telah memfatwakan sesat terhadap LDII... mungkin anggota milis ini bisa meminta MUI pusat untuk mengadakan penelusuran dan penelitian terhadap LDII sehingga tidak terjadi keraguan di masyarakat... Mohon maaf lancang berbicara dengan Ilmu yang sedikit.. semoga bermanfaat regards, Risang Dipta Permana <http://sithol.wordpress.com/> +6281393127309 Apa ya definisi suka berdebat itu? Diskusi itu termasuk berdebat atau tidak? Kalau saya dibilang mengolok, ya saya terima saja. Buat saya, saya ingin menegaskan ketidak konsistennya teman saya yang mengatakan harus bersih dan suci, tetapi dia sendiri kalau mau ambil barang di tempat yang tinggi tidak mau melepas sepatunya ketika naik kursi. Bukankah itu artinya jorok!!! Soal Masjid jorok, saya sekedar penyangatkan, bahwa kengototan teman saya untuk cari masjid LDII itu sangat tidak masuk akal. Emangnya Masjid lain tidak bersih dan Suci? Jadi sekali lagi kengototan orang LDII untuk selalu cari Masjid milik LDII sangat aneh dan tidak jelas dasar hukumnya. Itu saja yang saya ingin tegaskan. Pingin tahu saja, apa pak Risang anggota LDII? Apakah Muhammadiyah menegakkan kemurnian Agama Islam di Indonesia? Apakah Al-Azhar juga menegakkan? Lalu mengapa memilih LDII sebagai wadah, padahal jelas anggotanya maunya pilih Masjid milik LDII untuk Sholat Jumat? Sulit masuk akal pemikiran saya..... Wassalam, andry _____ Get your preferred Email name! <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _____ Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan <http://sg.rd.yahoo..com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> semua teman Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
