Kalo ngepel masjid karena bekas sholat orang lain jelas itu kepahaman yang 
berlebihan. Saya sangat senang kalo anda bisa menunjukan di mana kejadiannya. 

Tapi perlu diingat adakalanya masjid LDII yang memang dipel setiap hari seperti 
masjid saya di Sidoarjo. Jadi mohon tidak tersinggung kalo ada masjid LDII yang 
dipel.

--- On Thu, 12/3/09, Suwarno <[email protected]> wrote:

From: Suwarno <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] Bls: LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia
To: [email protected]
Date: Thursday, December 3, 2009, 1:46 AM



 


Maaf 
sedikit menyela..
Terus 
terang kalau berbicara tentang LDII, ada beberapa case yang saya 
temui..
 
1. 
Waktu dikampung ada tetangga yang berprofesi sebagai pedagang keliling, suatu 
waktu dia mampir ke sebuah masjid untuk sholat ashar. Setelah sholat karena 
kecapekan habis keliling beristirahatlah tetangga saya ini ditersa masjid. Eee, 
tak lama kemudian datang seseorang yang mengepel bekas sholat tetangga saya itu 
dan jalan yang dilaluinya. 
 
2. 
Beberapa waktu yang lalu kebetulan ada vendor tempat saya bekerja datang ke 
tempat kerja saya untuk melakukan pengecekan. Disela-sela diskusi melebarlah 
diskusi itu sampai kepada firqoh2, dan dengan pede dia menyatakan dia adalah 
seorang pimpinan di LDII dan mengajak saya untuk datang di pengajiannya. Saya 
sempat mengajukan kasus tetangga saya tersebut diatas dan dijawab orang LDII 
tidak yakin dengan cara bersuci tetangga saya itu. Lebih lanjut kenapa orang 
LDII tidak mau menjadi makmum saat sholat jama'ah diluar masjid mereka karena 
mereka beranggapan bahwa orang diluar LDII kurang atau tidak memahami cara 
bersuci yang benar. Apakah menurut Pak Budi seperti itu 
juga..??
 
Kalau 
iyya berarti orang LDII mengedepankan su'udhon kepada orang lain, atau ghuluw 
dalam hal tsb, karena cuma berdasarkan prasangka sudah bisa menjudgement orang 
lain tidak benar.
Mungkin pak budi bisa ngasih komentar....
 
Terima 
kasih

  -----Original Message-----
From: 
  [email protected] 
  [mailto:[email protected]]on Behalf Of Budi 
  Waluyo
Sent: Thursday, December 03, 2009 3:54 PM
To: 
  [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Bls: LDII 
  Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia


  
    
    
      Mas Nizami,
Setiap tahun tidak kurang dari 3.000 (tiga 
        ribu) warga LDII melaksanakan ibadah haji sebagaimana umat Islam yang 
        lain. di Makkah dan Madinah Jamaah LDII juga mengikuti sholat jamaah 
        yang diadakan di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi bersama-sama umat 
        Islam lain dari penjuru dunia. Jamaah LDII tidak mengadakan sholat 
        jamaah tersendiri. Jadi tidak benar kalau LDII itu memisahkan diri dari 
        umat Islam lain.

Kalau ada warga LDII yang tidak mau diimami oleh 
        orang lain (selain warga LDII) itu karena melihat sosok imammnya. Untuk 
        menjadi imam sholat setidaknya ada 3 syarat;
1. Bacaan Al 
        Qurannya
2. Umurnya
3. Lebih dulunya masuk Islam

Untuk itu 
        dalam pergaulan sesama umat Islam kita perlu tepo sliro, siapa diantara 
        kita yang lebih bagus bacaan sholatnya itulah yang berhak menjadi imam 
        sholat. Saya pribadi tidak akan mengikuti jamaah sholat bila saya yakin 
        bacaan imamnya tidak baik (tidak sesuai dengan tajwid).

--- On 
        Thu, 12/3/09, A Nizami <[email protected]> 
        wrote:

        
From: 
          A Nizami <[email protected]>
Subject: [Is-lam] Bls: LDII 
          Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia
To: 
          [email protected]
Date: Thursday, December 3, 2009, 
          12:30 AM


          
          #yiv1700986918 #yiv1389406703 DIV {
MARGIN:0px;}


          
          Kira2 LDII sekarang mau tidak imaman/berjama'ah dengan ummat Islam 
          lain?
          Apa masih tafarruq/memisahkan diri?
          

          Kalau tafarruq, itu bertentangan lho dengan Al Qur'an:
          QS. Ali Imran : 
          103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) 
          Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat 
          Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, 
          maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat 
          Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi 
          jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. 
Demikianlah 
          Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat 
          petunjuk.
          

           ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan 
          Hadits
http://media-islam.or.id
          

          
            

            Dari: Budi Waluyo 
            <[email protected]>
Kepada: 
            [email protected]
Terkirim: Kam, 3 Desember, 2009 
            15:14:23
Judul: Re: 
            [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di 
            Indonesia


            
              
              
                Terima kasih 

Di sini, sebagai generasi muda 
                  LDII kami hanya ingin meluruskan persepsi sebagian masyarakat 
                  yang terlanjur keliru dengan menghakimi LDII sebagai aliran 
                  sesat. Saya ingin menegaskan bahwa berdasarkan tuntunan Allah 
                  dan Rosululloh SAW apa yang diajarkan LDII tidak sesat, 
Justru LDII 
                  berusaha menerapkan (dalam terminologi pilihan saya 
                  "menegakkan") agama Islam secara murni berdasarkan 3 pilar 
kemurnian agama Islam 
                  
(http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/09/ldii-menegakkan-kemurnian-agama-islam.html)
 
                  

Sejauh ini dalih-dalih yang dikemukakan untuk 
                  "menyesatkan" LDII sama sekali tidak benar/  tidak sesuai 
                  dengan kenyataan. Seperti LDII mengkafirkan / menajiskan 
orang 
                  lain, tidak mau sholat kecuali di masjid sendiri dan lain 
                  sebagainya. Semua tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. 
                  Tidak ada satu amalanpun yang di ajarkan dalam LDII 
menyimpang 
                  dari tuntunan Alloh dan Rosul (Quran dan Hadist). Karena yang 
                  di kaji dalam LDII tidak ada lain kecuali Al Qur'an dan Al 
                  Hadist. Simak materi dan pengajaran agama yang dilakukan oleh 
                  LDII melalui tulisan saya 
http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/11/pondok-pesantren-ldii-burengan-kediri.html
 
                  dan 
http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/2009/10/pengajian-kelompok-ldii-terbuka-untuk.html

Saya 
                  tidak mempermasalahkan gaya bahasa atau penampilan seseorang 
                  sebab tabiat dan kepribadian setiap orang memang 
berbeda-beda, 
                  "Lihatlah apa yang 
                  dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan".. 
                  Demikian sabda sahabat Umar AS. Jadi sangat tidak tepat kalau 
                  kita menilai suatu golongan (LDII)  berdasarkan 
                  penampilan satu atau dua orang anggotanya tanpa melihat apa 
                  yang diajarkan. 


--- On Wed, 12/2/09, 
                  andryansyah rivai <[email protected]> 
                  wrote:

                  
From: 
                    andryansyah rivai <[email protected]>
Subject: 
                    Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di 
                    Indonesia
To: [email protected]
Date: 
                    Wednesday, December 2, 2009, 10:38 PM


                    
                    #yiv1700986918 #yiv1389406703 #yiv660003287 DIV {
MARGIN:0px;}


                    
                    Iya nih, gaya saya bicara dalam tulisan memang parah, 
                    dan saya memang sukanya dengar orang ceramah yang gayanya 
                    juga garang, kalau lunak malah ngantuk :)

Kebetulan 
                    saya juga besar di tempat ngaji yang saya baru sadar 
setelah 
                    pindah ke Yogya saat masuk SMA bahwa dulu itu budaya NU. 
Nah 
                    di Yogya itu saya seringnya dengar pandangan Muhammadiyah. 
                    Sekarang saya di Serpong, dan dalam penentuan waktu lebaran 
                    atau qurban, kok rasanya cocok dengan Al Azhar.

Saya 
                    paling suka bertanya kalau tidak mengetahui dengan pasti, 
                    jadi saya tidak menyimpulkan pak Risang orang LDII, karena 
                    postingannya juga masih "di tengah". Kalo sekarang jelas 
                    bahwa Bapak bukan warga LDII.

Kalau ada yang tahu, 
                    sebenarnya kesesatan LDII itu ada di mana saja?, sehingga 
                    beberapa MUI daerah menyatakan sesat. Saya pribadi hanya 
                    melihat 2 teman sekantor yang secara jelas menyatakan 
                    sebagai orang LDII dan keduanya buat saya sangat tidak 
cocok 
                    dengan keyakinan saya. Semoga jawaban itu menjadi esensi 
                    dari diskusi ini.

Wassalam,
andry

                    

                    
                    
                    From: Risang 
                    Dipta Permana <[email protected]>
To: 
                    [email protected]
Sent: Thu, December 3, 
                    2009 1:02:40 PM
Subject: Re: [Is-lam] 
                    LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di 
                    Indonesia


                    Saya 
                    tidak berkompeten mendefinisikan "Berdebat" dalam kitab 
Imam 
                    Ahmad yang saya kutip tersebut. Tapi saya mencoba 
                    mengutarakan pemahaman saya tentang "berdebat"... berdebat 
                    menurut saya adalah bantah-bantahan terhadap sesuatu hal 
                    dari perspektif masing-masing dan tidak merujuk pada suatu 
                    hal yang disepakati bersama (dalam hal ini Al-Qur'an dan 
                    As-Sunnah). Saya mengirim e-mail sebelumnya karena dahulu 
                    pernah terjadi juga debat... waktu itu sepertinya ada salah 
                    satu anggota milis yang menganut ahmadiyyah, dan kebetulan 
                    lagi hangat-hangatnya watwa MUI tentang Sesatnya 
Ahmadiyyah, 
                    terjadi perdebatan panjang dan tidak berujung.. kemudian 
                    saya potong dengan.. menanyakan langsung kepada yang 
                    bersangkutan apakah beliau merupakan anggota ahmadiyyah, 
dan 
                    jika memang benar saya meminta moderator untuk mengambil 
                    tindakan karena sudah di cap Sesat oleh MUI. Saya berharap 
                    diskusi yang terjadi di millis ini... kalo bisa, 
menunjukkan 
                    ke jalan yang benar, bukan berbantah-bantahan dan ujungnya 
                    tidak ada kesimpulan.. biasanya perdebatan dimulai dari 
                    saling mengolok...

Kalo ingin memberi tahu tentang 
                    sesuatu yang telah keluar dari norma agama, seperti jorok, 
                    tidak konsisten dlsb.. tentunya lebih baik dinyatakan 
dengan 
                    kata2 yang baik dan tidak menghakimi.

Dari Pertanyaan 
                    anda, sepertinya anda sudah menyimpulkan kalo saya 
merupakan 
                    "Warga LDII". Saya akan ceritakan, saya berasal solo, 
                    dibesarkan dalam budaya NU, kemudian mengaji ke 
                    Muhammadiyah, Waktu SMA sering bergaul dengan temen-temen 
                    yang LDII, kemudian kuliah di jogja dan mendapati begitu 
                    banyak gerakan, lembaga, dan ormas Islam yang sangat 
                    beraneka ragam... saya mencoba mendalami semuanya.. Kaitan 
                    cerita saya ini dengan topik yang kita bahas adalah cara 
                    orang LDII untuk meng-counter segala tuduhan dari dulu 
                    sampai sekarang hanya begitu-begitu saja dan cara Mas Andry 
                    dalam meladeni tidak pada esensi.. sehingga sedikit sekali 
                    manfaatnya.. Jawabannya saya bukan "Warga 
                    LDII"

Setelah sedikit menyelami berbagai gerakan 
                    organisasi Islam, pada dasarnya mereka hanyalah cabang2 
                    jalan yang Insyaallah menuntun Ummat menuju Rahmatan lil 
                    alamin. Seperti halnya kita memilih baju, kita bisa memilih 
                    lengan panjang, pendek, warna putih, hitam, baju koko 
                    ataupun kaos oblong... tetapi jangan memilih baju yang 
tidak 
                    menutup aurat. Jadi jangan memilih "aliran" yang sesat.. 
                    seperti Ahmadiyyah.. dan setahu saya beberapa MUI daerah 
                    telah memfatwakan sesat terhadap LDII... mungkin anggota 
                    milis ini bisa meminta MUI pusat untuk mengadakan 
                    penelusuran dan penelitian terhadap LDII sehingga tidak 
                    terjadi keraguan di masyarakat...

Mohon maaf lancang 
                    berbicara dengan Ilmu yang sedikit.. semoga 
                    bermanfaat



                    
                    regards,
                    Risang Dipta Permana
                    +6281393127309
                    

                    

                    

                    
                    Apa ya definisi suka berdebat itu? Diskusi itu termasuk 
                    berdebat atau tidak?

Kalau saya dibilang mengolok, ya 
                    saya terima saja. Buat saya, saya ingin menegaskan ketidak 
                    konsistennya teman saya yang mengatakan harus bersih dan 
                    suci, tetapi dia sendiri kalau mau ambil barang di tempat 
                    yang tinggi tidak mau melepas sepatunya ketika naik kursi. 
                    Bukankah itu artinya jorok!!!

Soal Masjid jorok, saya 
                    sekedar penyangatkan, bahwa kengototan teman saya untuk 
cari 
                    masjid LDII itu sangat tidak masuk akal. Emangnya Masjid 
                    lain tidak bersih dan Suci? Jadi sekali lagi kengototan 
                    orang LDII untuk selalu cari Masjid milik LDII sangat aneh 
                    dan tidak jelas dasar hukumnya. Itu saja yang saya ingin 
                    tegaskan.

Pingin tahu saja, apa pak Risang anggota 
                    LDII? Apakah Muhammadiyah menegakkan kemurnian Agama Islam 
                    di Indonesia? Apakah Al-Azhar juga menegakkan? Lalu mengapa 
                    memilih LDII sebagai wadah, padahal jelas anggotanya maunya 
                    pilih Masjid milik LDII untuk Sholat Jumat? Sulit masuk 
akal 
                    pemikiran 
                    saya.....

Wassalam,
andry


                    
                    Get your preferred Email name! 
                    
Now you can @ymail.com and 
                    @rocketmail.com.

-----Inline 
                    Attachment Follows-----


                    _______________________________________________
Is-lam 
                    mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



          
          Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan 
          semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial 
          Anda sekarang!
-----Inline Attachment Follows-----


          _______________________________________________
Is-lam 
          mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke