On 25 Jan 2010 at 20:05, Syarif Hidayat wrote: > Ada kok mas jabatan publik yang dijadikan sebagai > pemberat dan beban saja,.... yaitu,... > Hmmm... > KETUA RT. > "Pak RT tolong dong pak diatur roda keliling > kampung malem ini giliran sapa...? :)" Kalau gak > ada yang mau rinda ya udah pak RT saja gantikan.
Reforms should start from top to bottom, relief must be given from bottom to top Reformasi harus dimulai dari atas ke bawah, bantuan (kesejahteraan) harus diberikan dari bawah ke atas :) sinung ref : http://ilmunyata.blogspot.com/2010/01/film-great-queen-seon-deok-episode-52.html http://dramatomy.com/2009/12/queen-seon-deok-summary-52/ > > ----- Original Message ----- > From: Dewa Gede Permana > To: [email protected] > Sent: Monday, January 25, 2010 11:51 AM > Subject: Re: [Is-lam] Pemerintah Tidak Punya Uang untuk Anak Jalanan? > > > Hehehee.. kapan yah suatu jabatan publik itu > benar-benar dinilai sbg sebuah oebeban pemberat, > sehingga sedikitpun tak terlintas dibenaknya ttg > hadiah atau reward ini dan itu ? > > Sebuah amanah tentunya tak ada kaitan > samasekali dgn pengharapan akan insentif dlm > bentuk apapun, krn ini akan mengubah makna amanah > itu sendiri. Amanah hanya berkaitan langsung > dengan keikhlasan dan itu artinya samasekali sudah > lepas dari segala sesuatu yg merusak nilai > keikhlasan itu sendiri. > > Sepertinya dibutuhkan karakter super edan utk > brani pegang bara api amanah, yaitu orang2 yg sdh > tidak membutuhkan dunia tetapi sangat > memperhatikan dunia¦ J _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
