andryansyah rivai wrote : > Penerapan standar kok dipilih-pilih, ada apa????
Karena data membuktikan, bahwa cedera kepala adalah yang PALING banyak & fatal. Silakan Anda bisa cek sendiri via Google. On 4/6/10, A Nizami <[email protected]> wrote: > Sebetulnya sepeda motor meski pakai helm SNI, dsb, tetap saja tidak aman. > Jika keserempet jatuh, kemudian ada kendaraan entah dari belakang atau dari > depan yang menggilas, umumnya korban tewas seketika. Ada datanya pak? Tentang helm -- Polri berusaha mewajibkan helm sejak 1971 karena statistik membuktikan bahwa 61.7 % korban tewas di kecelakaan motor adalah karena cedera di kepala. (1) Beberapa informasi tambahan : (2) 46. The most deadly injuries to the accident victims were injuries to the chest and head. 47. The use of the safety helmet is the single critical factor in the prevention of reduction of head injury; the safety helmet which complies with FMVSS 218 is a significantly effective injury countermeasure. 48. Safety helmet use caused no attenuation of critical traffic sounds, no limitation of precrash visual field, and no fatigue or loss of attention; no element of accident causation was related to helmet use. 49. FMVSS 218 provides a high level of protection in traffic accidents, and needs modification only to increase coverage at the back of the head and demonstrate impact protection of the front of full facial coverage helmets, and insure all adult sizes for traffic use are covered by the standard. 50. Helmeted riders and passengers showed significantly lower head and neck injury for all types of injury, at all levels of injury severity. Berbagai informasi tambahan seputar helm: http://en.wikipedia.org/wiki/Motorcycle_helmet Jend. Hoegeng mengorbankan karirnya di tahun 1971 dengan memberlakukan peraturan yang penting - namun tidak populer di mata masyarakat : Wajib Helm. Mudah-mudahan pengorbanan beliau tidak sia-sia. (3) > Ada baiknya pemerintah mendukung industri mobil lokal yang harganya mulai > dari Rp 24 juta dengan konsumsi BBM sampai 1:40 (1 liter bisa 40 km). Ini > selain menghemat BBM, terjangkau oleh rakyat, membuka lapangan kerja, juga > lebih aman bagi rakyat ketimbang sepeda motor. Karena kecil (sekitar 1/3 > Innova) harusnya tidak terlalu memenuhi jalan. > > http://infoindonesia.wordpress.com/2009/02/06/mobil-nasional-gea-buatan-inka-seharga-rp-50-juta/ "HARUSNYA tidak terlalu memenuhi jalan" :-) ini adalah asumsi. Bukan fakta. Faktanya, yang PALING efisien memanfaatkan jalanan adalah transportasi publik. Bukan motor pribadi, bukan mobil pribadi. Jika dirasa sulit dicerna, silakan bisa klik di gambar ini sebagai ilustrasi : http://i.treehugger.com/images/2007/10/24/numbers-cost-car-bus1.jpg Ini kekurangan fatal di Jakarta -- salah satu kota Metropolitan terbesar di dunia, namun transportasi publiknya AMBURADUL. Kota-kota lainnya yang sebesar / lebih kecil dari Jakarta sudah memiliki Mass Rapid Transport system. Jakarta? Paling banter Busway - itupun implementasinya setengah hati. Jika transportasi publik sudah bagus di Jakarta, saya akan kandangkan mobil saya dengan senang hati. Jauh lebih enak membayar transportasi publik daripada pusing mengemudi. Di Inggris, walaupun memiliki mobil - namun saya jarang menggunakannya. Kemana2 saya menggunakan transportasi publik (bis, kereta, tram, dll) karena sistimnya sudah berjalan dengan baik, dan nyaman digunakan. Ini adalah dosa besar para pejabat DKI. Padahal, dengan transportasi publik yang bagus, bisa terjadi banyak kebaikan yang sangat signifikan : (1) menghindari korban nyawa karena kecelakaan (2) pengurangan polusi (3) pengurangan kemacetan (4) meningkatkan kualitas / kenikmatan hidup para penghuni Jabodetabek (merinding jika ingat beberapa kawan yang pulang-pergi ke kantornya selama 6 jam, setiap hari....) Salam, HS (1) http://www.childrenssafetynetwork.org/publications_resources/PDF/traffic/CSNBikeSafety_brochure.pdf (2) http://www.bike-law.com/CM/Resources/Motorcycle-Accident-Statistics.asp (3) http://www.obrolin.com/showthread.php?t=40021 http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1123 http://adhimastra.wordpress.com/2009/08/09/aku-angkat-topi-buat-pak-hoegeng/ > === > > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > > http://media-islam.or.id > > Milis Ekonomi Nasional: [email protected] > > Belajar Islam via SMS: > > http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone > > --- Pada Sen, 5/4/10, andryansyah rivai <[email protected]> menulis: > > Dari: andryansyah rivai <[email protected]> > Judul: Re: [Is-lam] Bls: helm SNI aman.... > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 9:55 PM > > SNI itu apa sih, kok kalau diikuti malah tidak standar logikanya. > > Kalau harus pakai helm yang sudah SNI, mengapa persyaratan naik motor tidak > ada standarnya (atau sudah ada?), misal harus pakai sepatu yang ujungnya > tahan benturan dengan beban setengah ton misalnya, harus pakai sarung tangan > yang tahan goresan dengan kekuatan tertentu, harus pakai pelindung lutut dan > sebagainya. Terus motornya juga harus standar SNI, karena kalau tidak, bisa > membahayakan keselamatan. > > Penerapan standar kok dipilih-pilih, ada apa???? > > From: Harry > Sufehmi <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Tue, April 6, 2010 10:45:30 AM > Subject: Re: [Is-lam] Bls: helm SNI aman.... > > > On 4/6/10, A Nizami <[email protected]> wrote: >> Yang bagus sih memang SNI. >> Tapi mungkin sebagian pengemudi motor, kantong dan dompetnya "belum >> SNI"...:) > > Sekedar berbagi cerita - saudara saya ada yang kecelakaan motor, dan > kena hantam kepalanya. Helm yang digunakannya saat itu BUKAN yang > sertifikasi SNI. > > Yang terjadi adalah helmnya tersebut justru menjepit tengkorak > kepalanya. Membuat cederanya MAKIN parah. > > Ybs koma selama berhari-hari, dan kita kira beliau akan wafat. > Alhamdulillah ajalnya belum tiba. > > Beliau kemudian sadar - tapi, sudah terlanjur gegar otak. > Dia tidak ingat apa pun. Kelakuannya pun menjadi seperti anak kecil kembali. > > Kasihan melihat istrinya - sudah dia shock melihat kenyataan demikian, > lalu dia juga harus menjadi tulang punggung keluarga, karena tentu > suaminya tidak bisa lagi > mencari nafkah dengan kondisi seperti itu. > > Dan kejadian ini cukup banyak terjadi. Sehingga Polri memutuskan untuk > melakukan standarisasi helm. > > Mudah-mudahan dengan demikian maka musibah-musibah seperti ini jadi > bisa dihindari. > > > > Salam, HS _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
