Setahu saya standar diterapkan dalam rangka keselamatan. Tetapi kalau kita 
cermati, standar juga digunakan oleh negara untuk melindungi produsen dalam 
negerinya dan juga dalam rangka meningkatkan penjualan produk ke luar negeri.

Khusus tentang helm ini, saya baru saja mendengar siaran TV bahwa produsen 
dalam negeri yang memproduksi helm untung besar karena peningkatan permintaan 
helm bertanda SNI. Saya jadi ikut senang.

Pertanyaan saya soal penerapan standar yang dipilih-pilih itu didasari 
keanehan, karena fokusnya hanya helm, mengapa ban, rem, dll yang tidak ada 
SNI-nya tidak didenda. Soal denda ini juga aneh penerapannya, masak sih yang 
tidak ada tanda SNI-nya berarti tidak memenuhi standar SNI? Saya sampai saat 
ini masih pakai helm warna putih sebagai helm ikutan ketika beli motor. Tetapi 
masalahnya di helm itu tidak ada tanda SNI-nya, walau kalau saya bandingkan 
dengan helm yang ada tanda SNI yang sekarang diberikan bersamaan dengan kalau 
beli motor yang sama mereknya, rasanya tidak ada bedanya. Jadi maksud saya 
adalah kita itu tidak bisa mendenda pemakai helm yang tidak ada tanda SNI-nya 
sampai terbukti helm yang tidak ada tanda SNI-nya tidak memenuhi persyaratan 
yang ada di SNI soal helm. Juga jangan hanya melihat helm-nya, lihat juga apa 
motornya memenuhi standar SNI. Coba bayangkan, kalau kampas rem yang dipakai 
tidak memenuhi standar dan blong sehingga nabrak
 orang yang nyebrang jalan, apa itu artinya pakai helm bertanda SNI telah 
menggunakan motor yang selamat. Ingat...selamat itu pada dirinya sendiri yang 
sekitarnya akibat kita pakai motor, itu pemahaman saya soal standar.

Silahkan dikoreksi.




________________________________
From: Harry Sufehmi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, April 7, 2010 12:07:10 AM
Subject: Re: [Is-lam] helm SNI aman....

andryansyah rivai wrote :
> Penerapan standar kok dipilih-pilih, ada apa????

Karena data membuktikan,
bahwa cedera kepala adalah yang PALING banyak & fatal.

Silakan Anda bisa cek sendiri via Google.


On 4/6/10, A Nizami <[email protected]> wrote:
> Sebetulnya sepeda motor meski pakai helm SNI, dsb, tetap saja tidak aman.
> Jika keserempet jatuh, kemudian ada kendaraan entah dari belakang atau dari
> depan yang menggilas, umumnya korban tewas seketika.

Ada datanya pak?

Tentang helm -- Polri berusaha mewajibkan helm sejak 1971 karena
statistik membuktikan bahwa 61.7 % korban tewas di kecelakaan motor
adalah karena cedera di kepala. (1)

Beberapa informasi tambahan : (2)

46. The most deadly injuries to the accident victims were injuries to
the chest and head.
47. The use of the safety helmet is the single critical factor in the
prevention of reduction of head injury; the safety helmet which
complies with FMVSS 218 is a significantly effective injury
countermeasure.
48. Safety helmet use caused no attenuation of critical traffic
sounds, no limitation of precrash visual field, and no fatigue or loss
of attention; no element of accident causation was related to helmet
use.
49. FMVSS 218 provides a high level of protection in traffic
accidents, and needs modification only to increase coverage at the
back of the head and demonstrate impact protection of the front of
full facial coverage helmets, and insure all adult sizes for traffic
use are covered by the standard.
50. Helmeted riders and passengers showed significantly lower head and
neck injury for all types of injury, at all levels of injury severity.


Berbagai informasi tambahan seputar helm:
http://en.wikipedia.org/wiki/Motorcycle_helmet


Jend. Hoegeng mengorbankan karirnya di tahun 1971 dengan memberlakukan
peraturan yang penting - namun tidak populer di mata masyarakat :
Wajib Helm.
Mudah-mudahan pengorbanan beliau tidak sia-sia.  (3)



> Ada baiknya pemerintah mendukung industri mobil lokal yang harganya mulai
> dari Rp 24 juta dengan konsumsi BBM sampai 1:40 (1 liter bisa 40 km). Ini
> selain menghemat BBM, terjangkau oleh rakyat, membuka lapangan kerja, juga
> lebih aman bagi rakyat ketimbang sepeda motor. Karena kecil (sekitar 1/3
> Innova) harusnya tidak terlalu memenuhi jalan.
>
> http://infoindonesia.wordpress.com/2009/02/06/mobil-nasional-gea-buatan-inka-seharga-rp-50-juta/


"HARUSNYA tidak terlalu memenuhi jalan"  :-)  ini adalah asumsi.
Bukan fakta.

Faktanya, yang PALING efisien memanfaatkan jalanan adalah transportasi publik.
Bukan motor pribadi, bukan mobil pribadi.

Jika dirasa sulit dicerna, silakan bisa klik di gambar ini sebagai ilustrasi :
http://i.treehugger.com/images/2007/10/24/numbers-cost-car-bus1.jpg

Ini kekurangan fatal di Jakarta -- salah satu kota Metropolitan
terbesar di dunia, namun transportasi publiknya AMBURADUL.
Kota-kota lainnya yang sebesar / lebih kecil dari Jakarta sudah
memiliki Mass Rapid Transport system.

Jakarta? Paling banter Busway - itupun implementasinya setengah hati.

Jika transportasi publik sudah bagus di Jakarta, saya akan kandangkan
mobil saya dengan senang hati. Jauh lebih enak membayar transportasi
publik daripada pusing mengemudi.

Di Inggris, walaupun memiliki mobil - namun saya jarang menggunakannya.
Kemana2 saya menggunakan transportasi publik (bis, kereta, tram, dll)
karena sistimnya sudah berjalan dengan baik, dan nyaman digunakan.

Ini adalah dosa besar para pejabat DKI.
Padahal, dengan transportasi publik yang bagus, bisa terjadi banyak
kebaikan yang sangat signifikan :

(1) menghindari korban nyawa karena kecelakaan
(2) pengurangan polusi
(3) pengurangan kemacetan
(4) meningkatkan kualitas / kenikmatan hidup para penghuni Jabodetabek
(merinding jika ingat beberapa kawan yang pulang-pergi ke kantornya
selama 6 jam, setiap hari....)



Salam, HS


(1) 
http://www.childrenssafetynetwork.org/publications_resources/PDF/traffic/CSNBikeSafety_brochure.pdf

(2) http://www.bike-law.com/CM/Resources/Motorcycle-Accident-Statistics.asp

(3) http://www.obrolin.com/showthread.php?t=40021
http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1123
http://adhimastra.wordpress.com/2009/08/09/aku-angkat-topi-buat-pak-hoegeng/


> ===
>
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>
> http://media-islam.or.id
>
> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
>
> Belajar Islam via SMS:
>
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
>
> --- Pada Sen, 5/4/10, andryansyah rivai <[email protected]> menulis:
>
> Dari: andryansyah rivai <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Bls: helm SNI aman....
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 9:55 PM
>
> SNI itu apa sih, kok kalau diikuti malah tidak standar logikanya.
>
> Kalau harus pakai helm yang sudah SNI, mengapa persyaratan naik motor tidak
> ada standarnya (atau sudah ada?), misal harus pakai sepatu yang ujungnya
> tahan benturan dengan beban setengah ton misalnya, harus pakai sarung tangan
> yang tahan goresan dengan kekuatan tertentu, harus pakai pelindung lutut dan
> sebagainya. Terus motornya juga harus standar SNI, karena kalau tidak, bisa
> membahayakan keselamatan.
>
> Penerapan standar kok dipilih-pilih, ada apa????
>
> From: Harry
>  Sufehmi <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Tue, April 6, 2010 10:45:30 AM
> Subject: Re: [Is-lam] Bls: helm SNI aman....
>
>
> On 4/6/10, A Nizami <[email protected]> wrote:
>> Yang bagus sih memang SNI.
>> Tapi mungkin sebagian pengemudi motor, kantong dan dompetnya "belum
>> SNI"...:)
>
> Sekedar berbagi cerita - saudara saya ada yang kecelakaan motor, dan
> kena hantam kepalanya. Helm yang digunakannya saat itu BUKAN yang
> sertifikasi SNI.
>
> Yang terjadi adalah helmnya tersebut justru menjepit tengkorak
> kepalanya. Membuat cederanya MAKIN parah.
>
> Ybs koma selama berhari-hari, dan kita kira beliau akan wafat.
> Alhamdulillah ajalnya belum tiba.
>
> Beliau kemudian sadar - tapi, sudah terlanjur gegar otak.
> Dia tidak ingat apa pun. Kelakuannya pun menjadi seperti anak kecil kembali.
>
> Kasihan melihat istrinya - sudah dia shock melihat kenyataan demikian,
> lalu dia juga harus menjadi tulang punggung keluarga, karena tentu
> suaminya tidak bisa lagi
>  mencari nafkah dengan kondisi seperti itu.
>
> Dan kejadian ini cukup banyak terjadi. Sehingga Polri memutuskan untuk
> melakukan standarisasi helm.
>
> Mudah-mudahan dengan demikian maka musibah-musibah seperti ini jadi
> bisa dihindari.
>
>
>
> Salam, HS
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke