Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga bisa menjadi bahan penambah keTaqwaan kita semua
Amien

Wassalam,

Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari Kiamat?


     29 Jun 08 15:22 WIB


     www.eramuslim.com


     Oleh Ihsan Tandjung


     Ummat Islam sangat disayang oleh Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga
     mereka tidak diizinkan Allah subhaanahu wa ta’aala mengalami peristiwa
     dahsyat hari Kiamat. Beberapa saat menjelang Kiamat akan berlangsung
     Allah subhaanahu wa ta’aala bakal mengutus angin sejuk untuk mencabut
     nyawa setiap orang yang memiliki keimanan walau seberat biji atom agar
     tidak perlu mengalami dahsyatnya peristiwa Kiamat.


     ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا 
يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي
     قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ


     Rasulullah bersabda: “Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang
     berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman
     kecuali dicabut nyawanya.” (HR Muslim 14/175)


     قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ 
يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ
     الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ 
مِثْقَالُ حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ
     مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ


     ”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin
     yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun
     (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang
     masih ada iman walau seberat biji dzarrah (atom) kecuali akan dicabut
     ruhnya.” (HR Muslim 1098)


     Setelah semua orang beriman dicabut nyawanya dari muka bumi, maka
     tersisalah manusia-manusia paling jahat, paling kafir, paling musyrik
     di dunia. Atas mereka inilah Kiamat bakal terjadi. Sehingga peristiwa
     Kiamat menjadi azab mengerikan yang menimpa mereka sebelum azab lebih
     dahsyat yang menanti mereka di akhirat kelak.


     عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ 
السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ


     Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak
     akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.”
     (HR Muslim 5243)
     …


     فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ 
لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا
     يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا 
تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا
     فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ 
رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ


     ..." sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki
     keimanan. Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk
     hingga syetan muncul dan berkata: ”Mengapa kalian tidak memenuhi
     seruanku saja?” Mereka menjawab: ”Apa yang kalian perintahkan pada
     kami?” Syetan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala.
     Maka merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam
     kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari
     kiamatpun datang).” (HR Muslim 14/175)


     (Embedded image moved to file: pic19072.jpg)


     Bila demikian keadaannya, bolehkah seorang muslim bersikap santai dan
     acuh tak acuh terhadap peristiwa dahsyat Kiamat? Sudah barang tentu
     TIDAK…! Sebab tidak seorangpun mengetahui kapan datangnya hari Kiamat.
     Jangankan sembarang manusia, bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih
     wa sallam sekalipun tidak tahu persis hari, tanggal, bulan dan tahun
     bakal terjadinya hari Kiamat.


     يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ


     ”Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit/hari Akhir/hari
     Kiamat. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu hanya
     di sisi Allah.” (QS Al-Ahzab ayat 63)


     Jadi kita tidak dibenarkan menyikapi hari Kiamat dengan
     bersantai-santai hanya mentang-mentang kita termasuk muslim yang
     dijamin tidak bakal mengalaminya. Padahal kita tidak tahu persisnya
     kapan hari itu akan tiba. Yang pasti, Allah subhaanahu wa ta’aala
     memerintahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk mengkondisikan
     ummatnya agar meyakini bahwa hari Kiamat sudah dekat waktu
     kedatanganannya. Walau kedatangannya tidak jelas, tapi ummat diarahkan
     untuk selalu standby menghadapinya dengan menghayati bahwa
     kedatangannya sudah dekat. Tidak ada satupun ayat maupun hadits yang
     membenarkan sikap menganggap bahwa Kiamat masih jauh.


     وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا


     “Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu sudah dekat
     waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)


     عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
     قَالَ وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى (مسلم)


     Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata:
     Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat
     diutus (berdampingan) seperti ini.” Anas berkata:”Dan beliau
     menghimpun jari tengah dan jari telunjuknya.” (HR Muslim 14/193)


     Di samping itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
     mengingatkan kita bahwa beberapa saat sebelum tibanya hari Kiamat
     dunia bakal diselimuti rangkaian fitnah yang begitu dahsyat sehingga
     menjadi laksana potongan malam yang gelap-gulita. Sedemikian hebatnya
     keadaan fitnah-fitnah saat itu sehingga akan banyak dijumpai orang
     yang begitu mudah berubah menjadi kafir padahal asalnya beriman.
     Bahkan perubahan dari iman menjadi kafir tersebut berlangsung dalam
     tempo yang sangat singkat. Tidak memerlukan proses dan waktu yang
     lama.


     إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ 
يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا
     وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا


     ”Sesungguhnya menjelang hari Kiamat banyak fitnah bermunculan laksana
     malam gelap. Pagi hari seseorang beriman dan sore harinya kafir. Sore
     hari beriman paginya kafir.” (HR Ibnu Majah 11/455)


     Dunia yang kita hadapi dewasa ini saja sudah terasa diwarnai begitu
     banyak fitnah. Marilah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan diri
     menghadapi bakal datangnya hari dahsyat Kiamat. Marilah kita jauhi
     sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman
     menjelang datangnya Kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan
     keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat agar kita
     dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang
     bakal –insyaAllah- pasti terjadi. Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala
     memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap
     tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah
     Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

<<attachment: pic19072.jpg>>

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Kirim email ke