Ass. WW
Tak lama lagi almahamah al kubro atau huru hara besar sebagai solusi 
global warming akan terjadi. Kejadiannya tidak sedahsyat kiamat, tapi 
cukup menggemparkan. Setidaknya dengan melihat badai halilintar yang 
merata di seluruh dunia, angin kencang di atas tanah Jawa yang akan 
mencapai top speed 924 km/jam dan membuat apa saja yang dilewatinya 
menjadi debu, suara mengguntur dari dalam bumi yang akan diikuti gempa 14 
scala richter yang memindahkan 32 juta orang zalim di atas tanah Jawa ke 
alam barzah dan membuat pulau Jawa terbagi 3, kematian masyarakat bagai 
buduk kambing yang memindahkan 4.2 milyar manusia ke alam barzah dan 
kenaikan muka air laut secara global setinggi 33 m akan membuat simulasi 
kiamat dalam skala kecil terjadi.  Selama 3 bulan akan menjadi awal 
peralihan dari masa raja-raja yang memaksakan kehendak berganti menjadi 
masa kekhalifahan dengan manhaj kenabian yang akan berpusat di tanah Jawa. 
Sebuah peristiwa yang akan membuat denyut kehidupan dunia berubah 
menyadarkan manusia supaya kembali ke tujuan penciptaannya. Kami 
persilahkan anda yang mengaku sebagai manusia yang beriman dan bertakwa 
kepada Allah SWT Tuhan seru sekalian alam mempersiapkan diri. Waktu yang 
tersedia adalah kira-kira 3 minggu dari saat ini.
Wassalam WW
Djarot D 

alamat email: [EMAIL PROTECTED]



[EMAIL PROTECTED] 
07/28/2008 01:22 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected], "MILIS DKM AL IKHLAS" <[EMAIL PROTECTED]>
cc

Subject
[Ar-Royyan-8008] Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari Kiamat?






Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga bisa menjadi bahan penambah keTaqwaan kita semua
Amien

Wassalam,

Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari Kiamat?


29 Jun 08 15:22 WIB


www.eramuslim.com


Oleh Ihsan Tandjung


Ummat Islam sangat disayang oleh Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga
mereka tidak diizinkan Allah subhaanahu wa ta’aala mengalami peristiwa
dahsyat hari Kiamat. Beberapa saat menjelang Kiamat akan berlangsung
Allah subhaanahu wa ta’aala bakal mengutus angin sejuk untuk mencabut
nyawa setiap orang yang memiliki keimanan walau seberat biji atom agar
tidak perlu mengalami dahsyatnya peristiwa Kiamat.


ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا 
يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي
قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ


Rasulullah bersabda: “Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang
berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman
kecuali dicabut nyawanya.” (HR Muslim 14/175)


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ 
يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ
الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ 
مِثْقَالُ حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ
مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ


”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin
yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun
(karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang
masih ada iman walau seberat biji dzarrah (atom) kecuali akan dicabut
ruhnya.” (HR Muslim 1098)


Setelah semua orang beriman dicabut nyawanya dari muka bumi, maka
tersisalah manusia-manusia paling jahat, paling kafir, paling musyrik
di dunia. Atas mereka inilah Kiamat bakal terjadi. Sehingga peristiwa
Kiamat menjadi azab mengerikan yang menimpa mereka sebelum azab lebih
dahsyat yang menanti mereka di akhirat kelak.


عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ 
السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ


Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak
akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.”
(HR Muslim 5243)
…


فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ 
لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا
يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا 
تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا
فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ 
رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ


..." sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki
keimanan. Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk
hingga syetan muncul dan berkata: ”Mengapa kalian tidak memenuhi
seruanku saja?” Mereka menjawab: ”Apa yang kalian perintahkan pada
kami?” Syetan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala.
Maka merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam
kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari
kiamatpun datang).” (HR Muslim 14/175)


(Embedded image moved to file: pic19072.jpg)


Bila demikian keadaannya, bolehkah seorang muslim bersikap santai dan
acuh tak acuh terhadap peristiwa dahsyat Kiamat? Sudah barang tentu
TIDAK…! Sebab tidak seorangpun mengetahui kapan datangnya hari Kiamat.
Jangankan sembarang manusia, bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih
wa sallam sekalipun tidak tahu persis hari, tanggal, bulan dan tahun
bakal terjadinya hari Kiamat.


يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ


”Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit/hari Akhir/hari
Kiamat. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu hanya
di sisi Allah.” (QS Al-Ahzab ayat 63)


Jadi kita tidak dibenarkan menyikapi hari Kiamat dengan
bersantai-santai hanya mentang-mentang kita termasuk muslim yang
dijamin tidak bakal mengalaminya. Padahal kita tidak tahu persisnya
kapan hari itu akan tiba. Yang pasti, Allah subhaanahu wa ta’aala
memerintahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk mengkondisikan
ummatnya agar meyakini bahwa hari Kiamat sudah dekat waktu
kedatanganannya. Walau kedatangannya tidak jelas, tapi ummat diarahkan
untuk selalu standby menghadapinya dengan menghayati bahwa
kedatangannya sudah dekat. Tidak ada satupun ayat maupun hadits yang
membenarkan sikap menganggap bahwa Kiamat masih jauh.


وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا


“Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu sudah dekat
waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)


عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
قَالَ وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى (مسلم)


Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata:
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat
diutus (berdampingan) seperti ini.” Anas berkata:”Dan beliau
menghimpun jari tengah dan jari telunjuknya.” (HR Muslim 14/193)


Di samping itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
mengingatkan kita bahwa beberapa saat sebelum tibanya hari Kiamat
dunia bakal diselimuti rangkaian fitnah yang begitu dahsyat sehingga
menjadi laksana potongan malam yang gelap-gulita. Sedemikian hebatnya
keadaan fitnah-fitnah saat itu sehingga akan banyak dijumpai orang
yang begitu mudah berubah menjadi kafir padahal asalnya beriman.
Bahkan perubahan dari iman menjadi kafir tersebut berlangsung dalam
tempo yang sangat singkat. Tidak memerlukan proses dan waktu yang
lama.


إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ 
يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا
وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا


”Sesungguhnya menjelang hari Kiamat banyak fitnah bermunculan laksana
malam gelap. Pagi hari seseorang beriman dan sore harinya kafir. Sore
hari beriman paginya kafir.” (HR Ibnu Majah 11/455)


Dunia yang kita hadapi dewasa ini saja sudah terasa diwarnai begitu
banyak fitnah. Marilah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan diri
menghadapi bakal datangnya hari dahsyat Kiamat. Marilah kita jauhi
sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman
menjelang datangnya Kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan
keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat agar kita
dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang
bakal –insyaAllah- pasti terjadi. Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala
memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap
tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah
Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
[attachment "pic19072.jpg" deleted by Djarot Dwikarjanto/Wiratman & 
Associates] 
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -


Kirim email ke