Bila demikian keadaannya, bolehkah seorang muslim bersikap santai dan acuh tak 
acuh terhadap peristiwa dahsyat Kiamat? Sudah barang tentu TIDAK…! Sebab tidak 
seorangpun mengetahui kapan datangnya hari Kiamat. Jangankan sembarang manusia, 
bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sekalipun tidak tahu persis 
hari, tanggal, bulan dan tahun bakal terjadinya hari Kiamat.


يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ


”Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit/hari Akhir/hari
Kiamat. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu hanya di sisi 
Allah.” (QS Al-Ahzab ayat 63)

wassalam

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 28, 2008 2:10 PM
  Subject: Re: [Ar-Royyan-8008] Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari Kiamat?



  Ass. WW 
  Tak lama lagi almahamah al kubro atau huru hara besar sebagai solusi global 
warming akan terjadi. Kejadiannya tidak sedahsyat kiamat, tapi  cukup 
menggemparkan. Setidaknya dengan melihat badai halilintar yang merata di 
seluruh dunia, angin kencang di atas tanah Jawa yang akan mencapai top speed 
924 km/jam dan membuat apa saja yang dilewatinya menjadi debu, suara mengguntur 
dari dalam bumi yang akan diikuti gempa 14 scala richter yang memindahkan 32 
juta orang zalim di atas tanah Jawa ke alam barzah dan membuat pulau Jawa 
terbagi 3, kematian masyarakat bagai buduk kambing yang memindahkan 4.2 milyar 
manusia ke alam barzah dan kenaikan muka air laut secara global setinggi 33 m 
akan membuat simulasi kiamat dalam skala kecil terjadi.  Selama 3 bulan akan 
menjadi awal peralihan dari masa raja-raja yang memaksakan kehendak berganti 
menjadi masa kekhalifahan dengan manhaj kenabian yang akan berpusat di tanah 
Jawa. Sebuah peristiwa yang akan membuat denyut kehidupan dunia berubah 
menyadarkan manusia supaya kembali ke tujuan penciptaannya. Kami persilahkan 
anda yang mengaku sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT 
Tuhan seru sekalian alam mempersiapkan diri. Waktu yang tersedia adalah 
kira-kira 3 minggu dari saat ini. 
  Wassalam WW 
  Djarot D   

  alamat email: [EMAIL PROTECTED] 


        [EMAIL PROTECTED] 
        07/28/2008 01:22 PM Please respond to
              [email protected] 


       To [email protected], "MILIS DKM AL IKHLAS" <[EMAIL PROTECTED]>  
              cc  
              Subject [Ar-Royyan-8008] Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari 
Kiamat? 

              

       



  Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Semoga bisa menjadi bahan penambah keTaqwaan kita semua
  Amien

  Wassalam,

  Bolehkah Bersikap Santai Menghadapi Hari Kiamat?


  29 Jun 08 15:22 WIB


  www.eramuslim.com


  Oleh Ihsan Tandjung


  Ummat Islam sangat disayang oleh Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga
  mereka tidak diizinkan Allah subhaanahu wa ta’aala mengalami peristiwa
  dahsyat hari Kiamat. Beberapa saat menjelang Kiamat akan berlangsung
  Allah subhaanahu wa ta’aala bakal mengutus angin sejuk untuk mencabut
  nyawa setiap orang yang memiliki keimanan walau seberat biji atom agar
  tidak perlu mengalami dahsyatnya peristiwa Kiamat. 


  ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا يَبْقَى 
عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي
  قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ 


  Rasulullah bersabda: “Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang
  berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman
  kecuali dicabut nyawanya.” (HR Muslim 14/175) 


  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ 
يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ
  الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ مِثْقَالُ 
حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ
  مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ 


  ”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin
  yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun
  (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang
  masih ada iman walau seberat biji dzarrah (atom) kecuali akan dicabut
  ruhnya.” (HR Muslim 1098) 


  Setelah semua orang beriman dicabut nyawanya dari muka bumi, maka
  tersisalah manusia-manusia paling jahat, paling kafir, paling musyrik
  di dunia. Atas mereka inilah Kiamat bakal terjadi. Sehingga peristiwa
  Kiamat menjadi azab mengerikan yang menimpa mereka sebelum azab lebih
  dahsyat yang menanti mereka di akhirat kelak. 


  عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ 
السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ


  Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak
  akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.”
  (HR Muslim 5243)
  … 


  فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ لَا 
يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا
  يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا 
تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا
  فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُهُمْ 
حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ 


  ..." sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki
  keimanan. Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk
  hingga syetan muncul dan berkata: ”Mengapa kalian tidak memenuhi
  seruanku saja?” Mereka menjawab: ”Apa yang kalian perintahkan pada
  kami?” Syetan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala.
  Maka merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam
  kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari
  kiamatpun datang).” (HR Muslim 14/175) 


  (Embedded image moved to file: pic19072.jpg)


  Bila demikian keadaannya, bolehkah seorang muslim bersikap santai dan
  acuh tak acuh terhadap peristiwa dahsyat Kiamat? Sudah barang tentu
  TIDAK…! Sebab tidak seorangpun mengetahui kapan datangnya hari Kiamat.
  Jangankan sembarang manusia, bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih
  wa sallam sekalipun tidak tahu persis hari, tanggal, bulan dan tahun
  bakal terjadinya hari Kiamat. 


  يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ


  ”Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit/hari Akhir/hari
  Kiamat. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu hanya
  di sisi Allah.” (QS Al-Ahzab ayat 63) 


  Jadi kita tidak dibenarkan menyikapi hari Kiamat dengan
  bersantai-santai hanya mentang-mentang kita termasuk muslim yang
  dijamin tidak bakal mengalaminya. Padahal kita tidak tahu persisnya
  kapan hari itu akan tiba. Yang pasti, Allah subhaanahu wa ta’aala
  memerintahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk mengkondisikan
  ummatnya agar meyakini bahwa hari Kiamat sudah dekat waktu
  kedatanganannya. Walau kedatangannya tidak jelas, tapi ummat diarahkan
  untuk selalu standby menghadapinya dengan menghayati bahwa
  kedatangannya sudah dekat. Tidak ada satupun ayat maupun hadits yang
  membenarkan sikap menganggap bahwa Kiamat masih jauh. 


  وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا


  “Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu sudah dekat
  waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63) 


  عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
  قَالَ وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى (مسلم) 


  Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata:
  Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat
  diutus (berdampingan) seperti ini.” Anas berkata:”Dan beliau
  menghimpun jari tengah dan jari telunjuknya.” (HR Muslim 14/193) 


  Di samping itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
  mengingatkan kita bahwa beberapa saat sebelum tibanya hari Kiamat
  dunia bakal diselimuti rangkaian fitnah yang begitu dahsyat sehingga
  menjadi laksana potongan malam yang gelap-gulita. Sedemikian hebatnya
  keadaan fitnah-fitnah saat itu sehingga akan banyak dijumpai orang
  yang begitu mudah berubah menjadi kafir padahal asalnya beriman.
  Bahkan perubahan dari iman menjadi kafir tersebut berlangsung dalam
  tempo yang sangat singkat. Tidak memerlukan proses dan waktu yang
  lama. 


  إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ 
يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا
  وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا 


  ”Sesungguhnya menjelang hari Kiamat banyak fitnah bermunculan laksana
  malam gelap. Pagi hari seseorang beriman dan sore harinya kafir. Sore
  hari beriman paginya kafir.” (HR Ibnu Majah 11/455) 


  Dunia yang kita hadapi dewasa ini saja sudah terasa diwarnai begitu
  banyak fitnah. Marilah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan diri
  menghadapi bakal datangnya hari dahsyat Kiamat. Marilah kita jauhi
  sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman
  menjelang datangnya Kiamat. Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan
  keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat agar kita
  dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang
  bakal –insyaAllah- pasti terjadi. Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala
  memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap 
  tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah 
  Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. 
  [attachment "pic19072.jpg" deleted by Djarot Dwikarjanto/Wiratman & 
Associates] 
  ------------------------------------------------------------------
  - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
  - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - 




------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.5.6/1574 - Release Date: 7/25/2008 
4:27 PM

Kirim email ke