Tapi kalau sampai harus berkolaborasi, kira-kira siapa yang paling cocok ya ?
  ----- Original Message ----- 
  From: amin widada 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 05, 2009 12:08 PM
  Subject: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan


  Bisa, pak. 
  Kan (katanya) kalau minimal dapat 20% kursi legislatif. 
  Ayo dukung aja kalau gitu ... :-)

  Btw, berita dari Jogja, PKS tidak termasuk yang mendukung HBX. Memangnya lupa 
kalau istri HBX anti UU Porno ... :-)

  --amin

   
  Pada 5 Maret 2009 11:08, PRANA <[email protected]> menulis:

    Bisa gak ya... PKS jalan sendiri aja ?


    ----- Original Message ----- From: "Agus Rasyidi" <[email protected]>
    To: <[email protected]>
    Sent: Thursday, March 05, 2009 8:30 AM
    Subject: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan



      Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan
      Wednesday, 04 March 2009 00:00 WIB

      R FERDIAN ANDI R
      WASPADA ONLINE

      Rumor tentang keretakan di tubuh PKS kembali menyeruak ke tengah publik. 
Kondisi ini dipicu oleh penyebutan nama Sultan Hamengku Buwono X sebagai capres 
dari PKS, sesaat partai dakwah itu mengundang Ketua Umum DPP Partai Golkar 
Jusuf Kalla.

      Adalah Anis Matta, sekjen PKS yang kali pertama mewacanakan anggota Dewan 
Penasehat Partai Golkar Sultan HB X sebagai capres dari PKS. Padahal, wacana 
JK-Hidayat jauh sebelumnya bergerak meluas. Lebih dari itu, silaturahim politik 
antara JK-Hidayat (Golkar-PKS) pun telah dimulai.

      Maka tak mengherankan bila Anis langsung mendapat tudingan insubordinat 
dengan DPP PKS. Anis juga dituduh sedang bermanuver politik tanpa sepengetahuan 
DPP PKS.

      Untuk menjawab rumors tersebut, redaksi mengkonfirmasi perihal munculnya 
nama Sultan HB X. Apa motivasinya? Bagaimana implikasi politis atas penyebutan 
nama tersebut? Bagaimana pula pertanggungjawaban Anis Matta atas segenap 
manuvernya menjelang Pemilu 2009 ini? Berikut ini wawancara lengkapnya:

      Bagaimana wacana tentang PKS menggandeng Sultan bisa muncul?

      Tidak... ini dialog aja. Penjajakan, itu saja. Kita komunikasi dengan JK, 
dengan Sultan, SBY, semua komunikasi.

      Muncul anggapan bahwa langkah Anda ini berseberangan dengan fungsionaris 
partai lainnya, termasuk Presiden PKS?

      Kita ini belum ada keputusan partai. Jadi semuanya masih berkomunikasi. 
Saya juga masih berkomunikasi. Itu saja yang terjadi.

      Apakah Anda sudah berkomunikasi dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring 
terkait dengan gagasan mengusung Sultan?

      Ya sudah. Setelah pertemuan resmi itu Kamis (26/2) malam, pagi-pagi saya 
menghadap.

      Termasuk membahas soal ketidakhadiran Anda dalam acara diskusi Kamis 
malam itu?

      Kalau soal forum itu, kita bagi tugas saja. Karena kita semua adalah 
calon anggota legislatif. Jadi kita juga lagi sibuk.

      Menurut sumber kami, pengajuan nama Sultan oleh Anda ini terkait dengan 
faksi yang muncul di PKS, yaitu faksi kesejahteraan. Bagaimana Anda 
menjelaskannya?

      Itu dramatisasi yang berlebihan. PKS kan komunitas intelektual, punya 
tradisi musyawarah (syura) yang kuat dan kukuh. Kita adalah komunitas yang 
punya tradisi organisasi yang kuat.

      Tapi apakah Anda sadar, bahwa dengan mewacanakan Sultan untuk menjadi 
presiden akan membuat berantakan bangunan komunikasi bagi di PKS maupun Golkar?

      Saya kira tidak. Karena semua kebijakan partai. Sebelumnya Suryadharma 
Ali, kemudian Pak Jusuf Kalla, SBY, Megawati, semua kita ajak komunikasi. 
Kadang bareng-bareng, kadang sendiri-sendiri. Tapi semua kan penjajakan, 
sebelum mengambil keputusan.

      Apakah Anda tidak khawatir, memunculkan nama Sultan tak lama setelah 
pertemuan JK dengan petinggi PKS, akan memunculkan sentimen negatif?

      Saya kira tidak. Ini komunikasi politik yang biasa dan wajar saja.

      Tapi wacana Anda tentang Sultan itu formal kan, bukan kepentingan Anis 
Matta pribadi?

      Bukan ini kebijakan partai. Semuanya juga kita undang.

      Bukankah hanya ada empat pimpinan partai politik yang diundang dalam 
diskusi rutin malam Jumat di kantor DPP PKS dan di situ tidak ada nama Sultan 
HB X sama sekali?

      Ya. Kalau yang formal ya empat pimpinan partai politik itu. Tapi kita 
juga ada pertemuan informal. Masak semua pertemuan harus formal, iya kan ?

      Jadi semua yang Anda lakukan itu diketahui partai?

      Oh ya, kita sama-sama. Jadi ini kebijakan bersama.

      Sebenarnya apa sih yang dimaui PKS dalam membangun koalisi pasca pemilu 
legislatif nanti?

      Kita ingin membangun silaturahim politik yang luas. Artinya, kita 
berkomunikasi dengan semua juga untuk membangun tradisi politik baru yang 
dewasa, sehingga kita bisa berkomunikasi dan berkompetisi dalam waktu yang sama 
tanpa perlu merusak hubungan kita. Itu saja.

      Apa akhir dari silaturahim politik ini?

      Kebijakan PKS nanti akan ditentukan oleh dua faktor. Pertama, oleh 
perolehan suara PKS dalam pemilu legisaltif 9 April mendatang. Kedua, agenda 
koalisinya apa. Jadi koalisi ini adalah koalisi agenda. Meski perolehan suara 
tetap penting untuk menentukan posisi.

      Anda dikenal di publik bahkan di internal PKS, sebagai politisi cerdas 
yang melampaui kader lainnya, khususnya soal manuver politik. Manuver Anda 
disebut beyond da'wah?

      Kita di PKS ini cuma prajurit. Disuruh apa jadi, di suruh di lapangan 
jadi.

      Jadi seluruh aktivitas dan manuver Anda diketahui dan berpijak pada 
keputusan partai?

      Ya.





Kirim email ke