wah ternyata perhatian ke Partai Keadilan Saudiarabia ...eh Sejahtera makin 
banyak. Itu berarti masyarakat masih sayang sama PKS dan tentunya ini jadi 
tantangan buat PKS untuk membuktikan secara konkrit bagaimana 
mengimplementasikan/menghadirkan politik yang Islami untuk 
kebaikan/kemaslahatan umat. 

Kalau saya penginnya dan mudah2 masyarakat mendukung dan mendo'akan biar PKS 
dapat 20 % suara jadi bisa ngajuin Presidennya sendiri dan mudah2an benar2 jadi 
presiden RI, (g pkai manuver2) biar masyarakat bisa merasakan gmana 
sich dipimpin presiden dari PKS. sehingga Harapan itu tidak hanya harapan tapi 
udah jadi kenyataan. Kalau g jadi kenyataan ya.....? 

--- Pada Kam, 5/3/09, amin widada <[email protected]> menulis:


Dari: amin widada <[email protected]>
Topik: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 8:00 AM



Eggy Sujana, adalah calon anggota DPD yang syaratnya adalah bukan 
partisan (walaupun sejatinya beliau kader partai/PPP). 
Sumonggo kalau mau pilih beliau ...
Untuk caleg DPR/D, -apaboleh buat- masih harus lewat partai, pak ... :-)
 
Soal saksi, setahu saya tidak semua kader, pak ... ada simpatisan atau 
(mungkin) di bawah level itu (yah, kasarnya katakanlah "orang bayaran") ...
Mohon dimaklumi kalau ada yang dinilai "ngotot" ... (walaupun tidak semua 
ngotot itu negatif).
 
Yah, kalau Pak Jae memang penginnya "out of the box" terus, jadi saya sarankan 
memang tidak cocok di parpol, bisa 'menentang' dewan syuro terus, hehehe ...
 
--amin


Pada 5 Maret 2009 14:44, jaerony <[email protected]> menulis:



Ngomongin soal koalisinya PKS ya? Jadi pengin ikutan komentar ...
 
Waktu coblosan bupati bogor kemaren saya agak kaget dengan saksi dari PKS. Kok 
tidak biasa-biasanya kader PKS ngotot (hemat saya, perilaku demikian bukan 
perilaku kader PKS). Setelah saya perhatikan ... ooooo, karena dia berkoalisi 
dengan partai A, ya sudah ....
 
Untuk saya pribadi, akhirnya kok ya .... no idea ...
 
Tokoh Islam semacam Eggy Sujana bagi saya (posternya ada di beberapa tempat) -- 
misalnya, bisa jadi bahan pertimbangan lain.
 
Wassallam / Jaerony.-
** bukan kader apalagi simpatisan siapa-siapa ******
 

----- Original Message ----- 
From: amin widada 
To: [email protected] ; [email protected] 
Sent: Thursday, March 05, 2009 2:25 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan


Mungkin trik marketing (by design), tapi kalau saya mikirnya kok karena tiap 
individu/elit punya ide macem2 dan bebas mengekspresikannya (out of the 
box, istilah Pak Jaerony). Soal keputusan final ya tergantung dewan syuronya 
yang 99 orang itu.
Tapi itu lebih bagus, daripada partai lain yang tergantung 1 orang, pengurus 
lain mau usul ide sendiri ketakutan setengah mati, apalagi kalau sampai 
dimarahi di tv kayak mubarok kemarin .... :-)
 
--amin
 
 
Pada 5 Maret 2009 13:59, lana sularto <[email protected]> menulis:





Kalo yg kliatan rukun sih golkar, tapi ya ingat PKS itu banyak main trik akhir2 
ini, mungkin aja biar orang pada nyoblos PKS, trus kalo dah dapet kursi, baru 
deh nentuin pilihannya yang laen ..:)


--- On Thu, 3/5/09, PRANA <[email protected]> wrote:

From: PRANA <[email protected]> 

Subject: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan
To: [email protected]
Date: Thursday, March 5, 2009, 1:39 AM 






Tapi kalau sampai harus berkolaborasi, kira-kira siapa yang paling cocok ya ?

----- Original Message ----- 
From: amin widada 
To: [email protected] 
Sent: Thursday, March 05, 2009 12:08 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan


Bisa, pak. 
Kan (katanya) kalau minimal dapat 20% kursi legislatif. 
Ayo dukung aja kalau gitu ... :-)
 
Btw, berita dari Jogja, PKS tidak termasuk yang mendukung HBX. Memangnya lupa 
kalau istri HBX anti UU Porno ... :-)
 
--amin

 
Pada 5 Maret 2009 11:08, PRANA <[email protected]> menulis:

Bisa gak ya... PKS jalan sendiri aja ?
 

----- Original Message ----- From: "Agus Rasyidi" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 05, 2009 8:30 AM
Subject: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan



Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan
Wednesday, 04 March 2009 00:00 WIB

R FERDIAN ANDI R
WASPADA ONLINE

Rumor tentang keretakan di tubuh PKS kembali menyeruak ke tengah publik. 
Kondisi ini dipicu oleh penyebutan nama Sultan Hamengku Buwono X sebagai capres 
dari PKS, sesaat partai dakwah itu mengundang Ketua Umum DPP Partai Golkar 
Jusuf Kalla.

Adalah Anis Matta, sekjen PKS yang kali pertama mewacanakan anggota Dewan 
Penasehat Partai Golkar Sultan HB X sebagai capres dari PKS. Padahal, wacana 
JK-Hidayat jauh sebelumnya bergerak meluas. Lebih dari itu, silaturahim politik 
antara JK-Hidayat (Golkar-PKS) pun telah dimulai.

Maka tak mengherankan bila Anis langsung mendapat tudingan insubordinat dengan 
DPP PKS. Anis juga dituduh sedang bermanuver politik tanpa sepengetahuan DPP 
PKS.

Untuk menjawab rumors tersebut, redaksi mengkonfirmasi perihal munculnya nama 
Sultan HB X. Apa motivasinya? Bagaimana implikasi politis atas penyebutan nama 
tersebut? Bagaimana pula pertanggungjawaban Anis Matta atas segenap manuvernya 
menjelang Pemilu 2009 ini? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Bagaimana wacana tentang PKS menggandeng Sultan bisa muncul?

Tidak... ini dialog aja. Penjajakan, itu saja. Kita komunikasi dengan JK, 
dengan Sultan, SBY, semua komunikasi.

Muncul anggapan bahwa langkah Anda ini berseberangan dengan fungsionaris partai 
lainnya, termasuk Presiden PKS?

Kita ini belum ada keputusan partai. Jadi semuanya masih berkomunikasi. Saya 
juga masih berkomunikasi. Itu saja yang terjadi.

Apakah Anda sudah berkomunikasi dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring terkait 
dengan gagasan mengusung Sultan?

Ya sudah. Setelah pertemuan resmi itu Kamis (26/2) malam, pagi-pagi saya 
menghadap.

Termasuk membahas soal ketidakhadiran Anda dalam acara diskusi Kamis malam itu?

Kalau soal forum itu, kita bagi tugas saja. Karena kita semua adalah calon 
anggota legislatif. Jadi kita juga lagi sibuk.

Menurut sumber kami, pengajuan nama Sultan oleh Anda ini terkait dengan faksi 
yang muncul di PKS, yaitu faksi kesejahteraan. Bagaimana Anda menjelaskannya?

Itu dramatisasi yang berlebihan. PKS kan komunitas intelektual, punya tradisi 
musyawarah (syura) yang kuat dan kukuh. Kita adalah komunitas yang punya 
tradisi organisasi yang kuat.

Tapi apakah Anda sadar, bahwa dengan mewacanakan Sultan untuk menjadi presiden 
akan membuat berantakan bangunan komunikasi bagi di PKS maupun Golkar?

Saya kira tidak. Karena semua kebijakan partai. Sebelumnya Suryadharma Ali, 
kemudian Pak Jusuf Kalla, SBY, Megawati, semua kita ajak komunikasi. Kadang 
bareng-bareng, kadang sendiri-sendiri. Tapi semua kan penjajakan, sebelum 
mengambil keputusan.

Apakah Anda tidak khawatir, memunculkan nama Sultan tak lama setelah pertemuan 
JK dengan petinggi PKS, akan memunculkan sentimen negatif?

Saya kira tidak. Ini komunikasi politik yang biasa dan wajar saja.

Tapi wacana Anda tentang Sultan itu formal kan, bukan kepentingan Anis Matta 
pribadi?

Bukan ini kebijakan partai. Semuanya juga kita undang.

Bukankah hanya ada empat pimpinan partai politik yang diundang dalam diskusi 
rutin malam Jumat di kantor DPP PKS dan di situ tidak ada nama Sultan HB X sama 
sekali?

Ya. Kalau yang formal ya empat pimpinan partai politik itu. Tapi kita juga ada 
pertemuan informal. Masak semua pertemuan harus formal, iya kan ?

Jadi semua yang Anda lakukan itu diketahui partai?

Oh ya, kita sama-sama. Jadi ini kebijakan bersama.

Sebenarnya apa sih yang dimaui PKS dalam membangun koalisi pasca pemilu 
legislatif nanti?

Kita ingin membangun silaturahim politik yang luas. Artinya, kita berkomunikasi 
dengan semua juga untuk membangun tradisi politik baru yang dewasa, sehingga 
kita bisa berkomunikasi dan berkompetisi dalam waktu yang sama tanpa perlu 
merusak hubungan kita. Itu saja.

Apa akhir dari silaturahim politik ini?

Kebijakan PKS nanti akan ditentukan oleh dua faktor. Pertama, oleh perolehan 
suara PKS dalam pemilu legisaltif 9 April mendatang. Kedua, agenda koalisinya 
apa. Jadi koalisi ini adalah koalisi agenda. Meski perolehan suara tetap 
penting untuk menentukan posisi.

Anda dikenal di publik bahkan di internal PKS, sebagai politisi cerdas yang 
melampaui kader lainnya, khususnya soal manuver politik. Manuver Anda disebut 
beyond da'wah?

Kita di PKS ini cuma prajurit. Disuruh apa jadi, di suruh di lapangan jadi.

Jadi seluruh aktivitas dan manuver Anda diketahui dan berpijak pada keputusan 
partai?

Ya.










      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke