Eggy Sujana, adalah calon anggota DPD yang syaratnya adalah bukan partisan (walaupun sejatinya beliau kader partai/PPP). Sumonggo kalau mau pilih beliau ... Untuk caleg DPR/D, -apaboleh buat- masih harus lewat partai, pak ... :-)
Soal saksi, setahu saya tidak semua kader, pak ... ada simpatisan atau (mungkin) di bawah level itu (yah, kasarnya katakanlah "orang bayaran") ... Mohon dimaklumi kalau ada yang dinilai "ngotot" ... (walaupun tidak semua ngotot itu negatif). Yah, kalau Pak Jae memang penginnya "out of the box" terus, jadi saya sarankan memang tidak cocok di parpol, bisa 'menentang' dewan syuro terus, hehehe ... --amin Pada 5 Maret 2009 14:44, jaerony <[email protected]> menulis: > Ngomongin soal koalisinya PKS ya? Jadi pengin ikutan komentar ... > > Waktu coblosan bupati bogor kemaren saya agak kaget dengan saksi dari PKS. > Kok tidak biasa-biasanya kader PKS ngotot (hemat saya, perilaku demikian > bukan perilaku kader PKS). Setelah saya perhatikan ... ooooo, karena dia > berkoalisi dengan partai A, ya sudah .... > > Untuk saya pribadi, akhirnya kok ya .... no idea ... > > Tokoh Islam semacam Eggy Sujana bagi saya (posternya ada di beberapa > tempat) -- misalnya, bisa jadi bahan pertimbangan lain. > > Wassallam / Jaerony.- > ** bukan kader apalagi simpatisan siapa-siapa ****** > > > ----- Original Message ----- > *From:* amin widada <[email protected]> > *To:* [email protected] ; [email protected] > *Sent:* Thursday, March 05, 2009 2:25 PM > *Subject:* Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya > penjajakan > > Mungkin trik marketing (by design), tapi kalau saya mikirnya kok > karena tiap individu/elit punya ide macem2 dan bebas mengekspresikannya (out > of the box, istilah Pak Jaerony). Soal keputusan final ya tergantung dewan > syuronya yang 99 orang itu. > Tapi itu lebih bagus, daripada partai lain yang tergantung 1 orang, > pengurus lain mau usul ide sendiri ketakutan setengah mati, apalagi kalau > sampai dimarahi di tv kayak mubarok kemarin .... :-) > > --amin > > > Pada 5 Maret 2009 13:59, lana sularto <[email protected]> menulis: > >> Kalo yg kliatan rukun sih golkar, tapi ya ingat PKS itu banyak main >> trik akhir2 ini, mungkin aja biar orang pada nyoblos PKS, trus kalo dah >> dapet kursi, baru deh nentuin pilihannya yang laen ..:) >> >> >> --- On *Thu, 3/5/09, PRANA <[email protected]>* wrote: >> >> From: PRANA <[email protected]> >> Subject: Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya >> penjajakan >> To: [email protected] >> Date: Thursday, March 5, 2009, 1:39 AM >> >> >> Tapi kalau sampai harus berkolaborasi, kira-kira siapa yang paling cocok >> ya ? >> >> ----- Original Message ----- >> *From:* amin widada <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Thursday, March 05, 2009 12:08 PM >> *Subject:* Re: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya >> penjajakan >> >> Bisa, pak. >> Kan (katanya) kalau minimal dapat 20% kursi legislatif. >> Ayo dukung aja kalau gitu ... :-) >> >> Btw, berita dari Jogja, PKS tidak termasuk yang mendukung HBX. Memangnya >> lupa kalau istri HBX anti UU Porno ... :-) >> >> --amin >> >> >> Pada 5 Maret 2009 11:08, PRANA <[email protected]> menulis: >> >>> Bisa gak ya... PKS jalan sendiri aja ? >> >> >> >>> >>> ----- Original Message ----- From: "Agus Rasyidi" < >>> [email protected]> >>> To: <[email protected]> >>> Sent: Thursday, March 05, 2009 8:30 AM >>> Subject: [Ar-Royyan-8756] Fw: Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan >>> >>> >>> Anis Matta: Soal Sultan, hanya penjajakan >>>> Wednesday, 04 March 2009 00:00 WIB >>>> >>>> R FERDIAN ANDI R >>>> WASPADA ONLINE >>>> >>>> Rumor tentang keretakan di tubuh PKS kembali menyeruak ke tengah publik. >>>> Kondisi ini dipicu oleh penyebutan nama Sultan Hamengku Buwono X sebagai >>>> capres dari PKS, sesaat partai dakwah itu mengundang Ketua Umum DPP Partai >>>> Golkar Jusuf Kalla. >>>> >>>> Adalah Anis Matta, sekjen PKS yang kali pertama mewacanakan anggota >>>> Dewan Penasehat Partai Golkar Sultan HB X sebagai capres dari PKS. Padahal, >>>> wacana JK-Hidayat jauh sebelumnya bergerak meluas. Lebih dari itu, >>>> silaturahim politik antara JK-Hidayat (Golkar-PKS) pun telah dimulai. >>>> >>>> Maka tak mengherankan bila Anis langsung mendapat tudingan insubordinat >>>> dengan DPP PKS. Anis juga dituduh sedang bermanuver politik tanpa >>>> sepengetahuan DPP PKS. >>>> >>>> Untuk menjawab rumors tersebut, redaksi mengkonfirmasi perihal munculnya >>>> nama Sultan HB X. Apa motivasinya? Bagaimana implikasi politis atas >>>> penyebutan nama tersebut? Bagaimana pula pertanggungjawaban Anis Matta atas >>>> segenap manuvernya menjelang Pemilu 2009 ini? Berikut ini wawancara >>>> lengkapnya: >>>> >>>> Bagaimana wacana tentang PKS menggandeng Sultan bisa muncul? >>>> >>>> Tidak... ini dialog aja. Penjajakan, itu saja. Kita komunikasi dengan >>>> JK, dengan Sultan, SBY, semua komunikasi. >>>> >>>> Muncul anggapan bahwa langkah Anda ini berseberangan dengan fungsionaris >>>> partai lainnya, termasuk Presiden PKS? >>>> >>>> Kita ini belum ada keputusan partai. Jadi semuanya masih berkomunikasi. >>>> Saya juga masih berkomunikasi. Itu saja yang terjadi. >>>> >>>> Apakah Anda sudah berkomunikasi dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring >>>> terkait dengan gagasan mengusung Sultan? >>>> >>>> Ya sudah. Setelah pertemuan resmi itu Kamis (26/2) malam, pagi-pagi saya >>>> menghadap. >>>> >>>> Termasuk membahas soal ketidakhadiran Anda dalam acara diskusi Kamis >>>> malam itu? >>>> >>>> Kalau soal forum itu, kita bagi tugas saja. Karena kita semua adalah >>>> calon anggota legislatif. Jadi kita juga lagi sibuk. >>>> >>>> Menurut sumber kami, pengajuan nama Sultan oleh Anda ini terkait dengan >>>> faksi yang muncul di PKS, yaitu faksi kesejahteraan. Bagaimana Anda >>>> menjelaskannya? >>>> >>>> Itu dramatisasi yang berlebihan. PKS kan komunitas intelektual, punya >>>> tradisi musyawarah (syura) yang kuat dan kukuh. Kita adalah komunitas yang >>>> punya tradisi organisasi yang kuat. >>>> >>>> Tapi apakah Anda sadar, bahwa dengan mewacanakan Sultan untuk menjadi >>>> presiden akan membuat berantakan bangunan komunikasi bagi di PKS maupun >>>> Golkar? >>>> >>>> Saya kira tidak. Karena semua kebijakan partai. Sebelumnya Suryadharma >>>> Ali, kemudian Pak Jusuf Kalla, SBY, Megawati, semua kita ajak komunikasi. >>>> Kadang bareng-bareng, kadang sendiri-sendiri. Tapi semua kan penjajakan, >>>> sebelum mengambil keputusan. >>>> >>>> Apakah Anda tidak khawatir, memunculkan nama Sultan tak lama setelah >>>> pertemuan JK dengan petinggi PKS, akan memunculkan sentimen negatif? >>>> >>>> Saya kira tidak. Ini komunikasi politik yang biasa dan wajar saja. >>>> >>>> Tapi wacana Anda tentang Sultan itu formal kan, bukan kepentingan Anis >>>> Matta pribadi? >>>> >>>> Bukan ini kebijakan partai. Semuanya juga kita undang. >>>> >>>> Bukankah hanya ada empat pimpinan partai politik yang diundang dalam >>>> diskusi rutin malam Jumat di kantor DPP PKS dan di situ tidak ada nama >>>> Sultan HB X sama sekali? >>>> >>>> Ya. Kalau yang formal ya empat pimpinan partai politik itu. Tapi kita >>>> juga ada pertemuan informal. Masak semua pertemuan harus formal, iya kan ? >>>> >>>> Jadi semua yang Anda lakukan itu diketahui partai? >>>> >>>> Oh ya, kita sama-sama. Jadi ini kebijakan bersama. >>>> >>>> Sebenarnya apa sih yang dimaui PKS dalam membangun koalisi pasca pemilu >>>> legislatif nanti? >>>> >>>> Kita ingin membangun silaturahim politik yang luas. Artinya, kita >>>> berkomunikasi dengan semua juga untuk membangun tradisi politik baru yang >>>> dewasa, sehingga kita bisa berkomunikasi dan berkompetisi dalam waktu yang >>>> sama tanpa perlu merusak hubungan kita. Itu saja. >>>> >>>> Apa akhir dari silaturahim politik ini? >>>> >>>> Kebijakan PKS nanti akan ditentukan oleh dua faktor. Pertama, oleh >>>> perolehan suara PKS dalam pemilu legisaltif 9 April mendatang. Kedua, >>>> agenda >>>> koalisinya apa. Jadi koalisi ini adalah koalisi agenda. Meski perolehan >>>> suara tetap penting untuk menentukan posisi. >>>> >>>> Anda dikenal di publik bahkan di internal PKS, sebagai politisi cerdas >>>> yang melampaui kader lainnya, khususnya soal manuver politik. Manuver Anda >>>> disebut beyond da'wah? >>>> >>>> Kita di PKS ini cuma prajurit. Disuruh apa jadi, di suruh di lapangan >>>> jadi. >>>> >>>> Jadi seluruh aktivitas dan manuver Anda diketahui dan berpijak pada >>>> keputusan partai? >>>> >>>> Ya. >>>> >>>> >>>> >>>> >> >> >

