bismillahirrahmanirrahim

bang edo,
saya tidak bermaksud menyalahkan siapa2
jika ada yg merasa begitu mohon maaf sekali dan banget..

saya ngerti kok resiko ikut milis terbuka
(ada begitu banyak email serupa, ingat kasus hoka2 bento, migor 
sania)

nah utk menghindari debat/diskusi yg sia2 saya bermaksud utk 
menutupi dialog kita, karena saya pikir kita sudah sangat dewasa 
sekali menyikapi sesuatu, (sekaligus menghindari saya dari 
rasa "tidak ingin kalah" - sebagaimana paradigma salah dalam debat 
yg pro-kontra dewasa ini, sungguh DEMI ALLAH, Islam tidak 
mengajarkan dialog seperti itu..
gpp kan bang edo...

mohon maaf atas kesalahan
salam tuk semua KASMA netter

andri
3A6 2000


--- In [email protected], "edo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pernah dengar ttg seorang tokoh (yg saya lupa orgnya) yang 
selalu mengeluhkan dan memaki2 kebobrokan negaranya... tapi begitu 
ada org asing yg menjelek2kan negaranya (walaupun itu benar) dia 
marah sekali... 
> 
> Kita memang tidak bisa bilang apakah isi email itu benar... tapi 
kita juga tidak bisa bilang kalau itu salah. Salah satu konsekuensi 
ikut milis yang terbuka seperti ini adalah menerima email2 seperti 
itu. Kita sendirilah yang mestinya mampu menyaring informasi yang 
masuk. Ada baiknya kita tau juga masalah2 spt itu, agar kita lbh 
hati2. Dan jujur saja, hal2 spt itu MEMANG terjadi. Saya sering 
mengalami hal2 spt itu, jd saya memang lbh suka menghindari 
orang2 'berseragam'. 
> 
> Okelah, cara penyampaiannya salah... tp rasanya reaksinya itu 
cukup wajar kalau dia benar2 mengalami hal tsb... Pasti banyak dari 
kita yang juga akan memaki2 dan menyumpah2 kalau mengalaminya... :) 
Walaupun mungkin tidak disebarkan ke muka umum seperti ini.
> 
> edo
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: andri 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, January 02, 2006 2:00 PM
>   Subject: [kasma1] banyak hal lebih baik was Re: SAYA MALU DAN 
MENYESAL JADI WARGA NEGARA RI
> 
> 
>   saya coba utk menjawab, maaf jika tidak berkenan
> 
>   1. menyampaikan sesuatu itu ada cara dan etikanya
>      ("bahkan menyampaikan segala yg kita ketahui itu bisa 
diagganp dusta - diingatkan kembali oleh saudara / bang ahmad 
>   ridha, dlm salah satu emailnya)
>   2. saya berkesimpulan bahwa pada email sebelumnya dgn adanya 
sedikit 
>   intruksi utk memforward ke teman atau milis, lebih pada 
>   keikutsertaan kita ber"tendesius ria" bersama korban
> 
>   3. mungkin dan bisa jadi akan lebih baik jika email tsb 
menambahkan 
>   seperti " utk diketahui, just sharing, just forward, fyi,dll)
>   (dgn mengetahui kesalahan yg ada "spt dlm kasus ini" mudah2an 
dapat 
>   menjadikan pelajaran buat yg lain, minimal utk tidak berbuat hal 
yg 
>   sama)
>   4. pergeseran zaman mebuat kebiasaan mengungkapkan aib (meskipun 
itu 
>   salah) utk konsumsi umum, adalah hal yug lumrah
>   (tidak dibenarkan kamu utk membuka aib saudaramu,, atau jika 
kamu 
>   menutupi aib saudaramu maka Ia akan menutupi aibmu) lagi2 saya 
lupa 
>   surat apa- itu lebih intisari
>   5. menutup aib seseorang (siapaun itu - keluarga, teman dll), 
tidak 
>   berarti sama halnya dgn melindungi kesalahan seseorang
>   (hal yg banyak tidak dipahami org2 dewasa ini, apalagi dilembaga 
>   peradilan yg ktnya demokrasi - atau KAPITALIS...?)
>   6. ada lebih baik jika kita mengikuti aturan main yg ada, misal 
dgm 
>   melaporkan ke KPK utk masalah korupsi. dgn intinya adalah bahwa 
>   kebenaran yg akan menang/terungkap dan karma akan berlaku
>   (KARMA = istilah yg saya gunakan bahwa apapun yg kita lakukan 
>   baik/buruk pasti akan dibalasNYa, - sebagaimana IA membalas amal 
>   sebesar biji zarah PUN)
>   7. perbedaan persepsi itu perlu dan itu akan lebih membuat kita 
>   dewasa bersikap dan menangani masalah, dalam artian jika org 
punya 
>   pikiran berbeda dlm menangani msalah "tidak berarti 
ia 'mengijinkan' 
>   praktek pungli dan korup bukan?"
>   dalam salah satu bukunya M. FAuzil adhim menulis bahwa kita 
dewasa 
>   ini kebanyakan bersifat oversimplified dan gampang mengambil 
>   kesimpulan dari satu kasus saja - ktnya sih teori psikologi
>   yg terjadi karena kultur masyarakjat dan kebiasaan jelek2 yg 
melekat
>   8. menuntut pembasmian korupsi tidak berarti kita menolak 
menjalani 
>   cobaaNYa, dan agak kurang nyambung relevan menurut saya jadi 
mungkin 
>   saya ga komentar
> 
>   9. ada hikmah " terkadang kita berpikir bahwa kemiskinan, 
kebodohan 
>   dll adalah cobaan yg diberikanNYA, sementara terkadang ada juga 
>   pemikiran bahwa kekayaan, ketampanan , kepintaran dll adalah 
rahmat 
>   yg diberikanNYa"
>   padahal antara keduanya bedanya sangat tipis, dan banyak yg 
tidak 
>   menyadari, dan banyak riwayat yg mengajarkan semisal betapa 
QARUN 
>   lupa dgn apa yg dimilinya
>   'mungkin maksud saya dgn kejadian yg menimpa saudara kita itu 
adalah 
>   bagian dari cobaan yg diberikanNYa dan seberapa besar 
keiklasannya 
>   menjalaninya (sebagaiomana kutipan ayat saya di email sebelumnya)
>   nah hal itu yg saya pikir ga ada relevansinya dgn pembasmian 
hal2 
>   korup / pungli itu mebuat kita menolak menjalani cobaaNYA
> 
> 
>   semoga ALlah meninggikan apa yg benar dari tulisan ini dan 
>   mengampuni apa yg salah,
>   mohon maaf atas semua-mua dan trims
> 
>   andri
>   3A6- 2000
> 
>   yg juga "malu" dan "muak"
>   wassalam








Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke