edo writes: 

> Kita memang tidak bisa bilang apakah isi email itu benar... tapi kita juga 
> tidak bisa bilang kalau itu salah. 
>

Inilah bahayanya ketika kita menyebarkan setiap berita yang kita dengar. 
Sikap menyebarkan setiap berita yang didengar dicela oleh Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan sabda beliau (yang artinya): 

"Cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika ia menyampaikan setiap yang ia 
dengar." (HR. Muslim) 

> Salah satu konsekuensi ikut milis yang terbuka seperti ini adalah menerima 
> email2 seperti itu. Kita sendirilah yang mestinya mampu menyaring 
> informasi yang masuk.  
>
 

Itulah mengapa kita perlu saling mengingatkan jika ada kekeliruan dalam 
posting kita. Sangat baik jika kita juga meralat posting kita yang ternyata 
keliru. Sebagai gambaran, terkadang kita ikut men-forward-kan suatu hoax ke 
milis atau banyak orang. Ketika kita sadar itu hoax, sudahkah kita ralat? 

Saya khawatir jika kita tidak meralatnya maka kesalahan itu akan merembet 
terus dan kita sebagai "sumber"-nya tentu juga mengemban tanggung jawab. 

Sebagai gambaran, baru-baru ini tersebar kabar tentang kaitan WTC 9/11 
dengan surat at-Taubah. Padahal banyak kekeliruan dalam kabar tersebut. 
Tidakkah kita khawatir dalam memperlakukan ayat-ayat Allah Ta'ala dengan 
semena-mena? 

> Ada baiknya kita tau juga masalah2 spt itu, agar kita lbh hati2. Dan jujur 
> saja, hal2 spt itu MEMANG terjadi. Saya sering mengalami hal2 spt itu, jd 
> saya memang lbh suka menghindari orang2 'berseragam'.  
> 

Saya juga khawatir jika mengalami kejadian seperti itu. Saya juga bisa paham 
kemarahan yang dirasakan korban jika kasus itu benar. Akan tetapi, perlu 
hati-hati juga dalam menyampaikan atau menyebarkan kabar tersebut. 

Kebetulan sekali saya insyaa Allah akan berangkat ke Arab Saudi awal 
Februari ini. Jadi terus terang saya khawatir juga membaca kejadian itu. 
Saya pun berupaya mengumpulkan informasi mengenai prosedur yang dilalui dari 
rekan-rekan lain. Semoga saja tidak mengalami hambatan. 

Kalau kita keluhkan tentang orang-orang 'berseragam' secara umum, kasihan 
juga saudara-saudara 'berseragam' kita yang baik-baik. Saya pribadi juga 
masih terhitung sebagai 'berseragam' karena berstatus PNS (masih CPNS 
sih...). Semoga kita semua dilindungi dari kezhaliman dan dari berbuat 
kezhaliman. 

BTW, jika ada rekan-rekan di Depnakertrans mungkin dapat mencari informasi 
berkenaan kabar tersebut. 

Sekian dari saya. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. 

Allahu Ta'ala a'lam. 

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, 

 ---
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H) 



Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke