Saya setuju dengan penjelasan-penjelasan Sdr.Flyming dan dari literatur lain
pernah saya baca yang berakhiran AN (AM Hokkian) juga merupakan tempat para
Bikkhuni agama Budha.
Dan juga tentang cerita-cerita yang menyangkut Dewa-Dewi serta Budha
seharusnya kita mencerna dulu sebelum kita mempercayainya supaya kita jangan
ikut salah.
Kemudian pertanyaan ke 3 dan ke 4, mungkin Sdr. Ronny / Sdr. Vijaj dapat
memberikan penjelasan.
Salam TDL.
----- Original Message -----
From: "Flyming Lika" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 12, 2002 10:37 PM
Subject: RE: [Kelenteng] Salam kenal


Hallo semuanya,
Saya coba ikutan yach,......
Tentang Tri Dharma, di Tiongkok sana dipopulerkan pertama kali oleh
seorang TAO SE bernama Chang Tao Ling. Sebenarnya dimaksudkan agar tiga
ajaran yang ada saat itu dapat berkumpul dalam satu atap disebut SAN
CIAO HEK IK. Bukan Ajarannya yang disatukan menjadi ajaran baru.
Kemudian di Indonesia kalau tidak salah tahun 60 an di Organisasi yang
pusatnya di LAWANG ( dulu bapak Ong Kie Cay sebagai ketuanya ), mencoba
mempopulerkan Tri Dharma ini di Indonesia. Dan sekarang ada yang
menyebutnya TITD ( Tempat Ibadah Tri Dharma ).

Klenteng asal mulanya dari kata yang diambil sesuai dengan bunyi-bunyian
yang dikeluarkan dari suatu rumah adat Tionghoa saat-saat upacara
tradisi/keagamaan jaman dahulu di Indonesia.
Ada juga yang mengartikan bahwa Klenteng identik dengan rumah abu.
Ini sebenarnya hanyalah istilah dalam bahasa Indonesia saja yang saat
itu belum ada kosakata yang tepat.

Sebenarnya kalau kita mau lebih teliti lagi dapat dilihat bahwa :
1. Nama Klenteng yang belakangnya mengandung kata : MIAO, KUAN, KUNG
adalah tempat ibadah UMAT TAO. Seperti Chek Hay Kung di Tegal ( Klenteng
di Tegal ). Kwan Kung Miao ( Klenteng Tuban ).
2. Nama Klenteng yang belakangnya mengandung kata : YEN, SE, THANG
adalah tempat ibadah UMAT BUDHA. Seperti Thay Kak Se ( Klenteng gang
Lombok Semarang ), Cing Tek Yen ( Klenteng Petak Sembilan - Jakarta ).
3. Sedang Umat Kong Hu Chu ada Li Thang nya sendiri ( Gereja Kong Hu Chu
).

Menjawab pertanyaan TDL yang ke dua :
1. Fakta menjadikan kita percaya.
2. Percaya saja tanpa dicerna dan dibuktikan keberadaannya sama dengan
Ceroboh.
Mungkin persoalannya adalah kita tidak punya atau belum tahu/ sadar
mempunyai sensor untuk membuktikan Dewa-Dewi kita. Itulah yang perlu
digali.
Tentang BUKU CERITA biasanya hanyalah MITOS belaka kalau tidak biasanya
opini penulis sangatlah kental didalamnya.
TV atau Film, biasanya dikemas sesuai dengan permintaan boss atau pasar
atau ada maksud yang lain, sehingga tidak jarang menimbulkan polemik
atau menyerang ajaran / sejarah lainnya.

3. Ini mestinya orang Budha yang menjawab, maaf saya bukan orang Budha.
4. Saya tidak berwenang untuk menjawab, meskipun di ajaran saya ada
uraiannya.

Salam TAO,
Flyming Lika

-----Original Message-----
From: TDL [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, November 12, 2002 2:06 PM
To: Milis Kelenteng
Subject: [Kelenteng] Salam kenal

Hallo teman-teman,
Saya mau tanya beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Tri Dharma,
sebagai berikut :
1. Apa definisi dari Kelenteng ?
2. Apakah kita harus 100 % percaya pada cerita atau hal-hal yang
diceritakan
oleh para Pendeta atau Pemuka agama ?, atau mungkin cerita dari TV atau
Buku
tentang Dewa-Dewi kita ?
3. Apakah dalam agama Budha mengenal pengampunan dosa yang bersifat
instan ?
misalnya seorang pembunuh yang banyak membunuh, kemudian dia bertobat,
apakah dia bisa jadi Budha ?
4. Alam mana yang lebih rendah, Alam manusia atau Alam hantu ?, Apakah
dari
Hantu bisa menjadi Budha ?, ataukah harus lewat tumimbal lahir jadi
manusia
dulu baru bisa jadi Budha ?.

Terima kasih bila ada yang bisa menjelaskannya.
Salam.


---------------------------------------------------------------------

Milis Kelenteng - Quan Shui

URL: http://lists.quanshui.org

Posting, email: [EMAIL PROTECTED]

Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke