Untuk Sdr. Ronny, baca lagi tulisan saya dengan jelas dan jangan terlalu cepat menjawab, cerna dengan benar. Saya bukannya menuduh anda yang melecehkan Dewa Kwan Kong, saya percaya anda adalah pemuja Dewa Kwan Kong seperti saya juga, tetapi dalam hal ini saya melihat bahwa penulis literatur tersebut yang tidak benar. Sayapun pernah membaca literatur tersebut, dan dengan sendirinya nalar kita berjalan, kalau cerita-cerita yang tidak benar tentang Dewa-Dewi kita dengan sendirinya kita tidak perlu mempublikasikannya, bahkan kita harus membendungnya dan meluruskan cerita tersebut. Benar begitu Khan ? Nah, kalau seandainya dianggap Dewa Kwan Kong sadar dengan karma, kemudian tidak perlu membayar lewat tumimbal lahir, apakah karma tersebut adil ? ini yang harus dipikirkan !! Kalau menurut saya, Seorang Kwan Kong waktu masih hidup, bila dia sebagai seorang Jendral, sudah kewajiban dia harus membasmi musuhnya, apakah hal ini salah ??, kalau dianggap salah, bagaimana bisa dia dianggap Setia pada Negara? Dan setahu saya Kwan Kong melepaskan Cao-Cao karena dia berhutang budi pada Cao-cao, bukan hanya karena Cao-cao tidak berdaya dan juga bukan tidak tega, meskipun untuk membalas budi tersebut Beliau harus membayar dengan Nyawanya. (ini inti cerita tentang Kebudian Beliau). Yang ingin saya tandaskan lagi, Dewa Kwan Kong dikenal oleh Umat Tao sebagai sosok yang Berwibawa dengan Pedang panjang terhunus, dan dari Sabda Beliau tercantum "Kehidupan manusia di dunia, yang utama adalah menjunjung tinggi kesetiaan, kejujuran, kesucian, dan mengabdi kepada orang tua, berdiri tegap di antara bumi dan langit, baru hidup ini tidak memalukan........................................,menjabarkan kebaikan dan pantang melakukan kejahatan, membina diri dan sadar akan kemuliaan Tao,........................,Saya berkata demikian, harap seluruh umat patuh dan menjalaninya, kata-kata ini singkat lagi pendek, tapi bermanfaat bagi fisik dan mental. Bagi yang menyepelekan ucapanku ini, akan terpenggal kepalanya. Bagi yang menghayati ajaran ini akan terhindar dari segala bencana,..........................." (Cuplikan dari Kwan Seng Tee Kun Kak Se Cin King). Dari sini terlihat bahwa Dewa Kwan Kong tetaplah Kwan Kong yang memiliki sifat Jendral yang berwibawa.
Salam TDL. ----- Original Message ----- From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, November 22, 2002 9:43 AM Subject: Re: [Kelenteng] Salam kenal terima kasih atas kritikan terhadap pernyataan saya yang lalu. mungkin anda tidak membaca tanggapan saya selanjutnya ya. tapi gpp akan saya jelaskan lagi. saya tidak menuduh Kwankong itu hantu lho ya. anda jangan berpikiran bahwa saya memecah umat kelenteng lho ya. itu pikiran yang pendek dan sempit sekali. harap diingat aja idola saya adalah Kwankong. dan mengenai kisah itu saya baca di beberapa literatur terutama dari kisah tiga negara. siapa yang akan konflik???? tidak ada khan. saya baca disana bahwa ada seorang bikkhu yang menjadi teman baikNya ketika Dia akan kembali bertemu dengan kakakNya liu bei. nah di tengah perjalanan banyak halangan yang merintangi perjalananNya bahkan Dia hampir terbunuh klo tidak dibantu oleh bikkhu tersebut. kisah ini khan terkenal sekali karena Kwankong itu merebut tujuh kota dalam sekali jalan ya khan. apakah saudara membaca atau belum klo belum cepet2 baca biar pikiran anda semakin luas pengetahuannya harap diingat aja saudara bahwa Kwankong memang Dia terkenal dengan KesetiaanNya, KebudianNya, KeadilanNya, KebijakanNya. akan tetapi Dia juga bersalah lho membunuh banyak orang juga khan. bukan saya menuduh sekali lagi Kwankong membunuh krn keterpaksaan kondisi yang membuat Dia seperti itu. sebenarnya dalam hati kecilnya dia tidak tega untuk membunuh ya kan. seperti waktu pertempuran di chibi dia khan ditugaskan oleh zhuge liang untuk membunuh caocao tapi apa yang dia lakukan. dia membebaskan musuhnya karena melihat musuhnya sudah tidak berdaya. dengan taruhan dia akan dihukum penggal, dia rela khan berkorban untuk itu. saudara TDL bagaimanapun kwankong harus membayar karma yang sudah dia perbuat di masa lampau. berapa banyak panglima yang telah ia bunuh, gan liang, wenchou ataupun 7 panglima di tujuh kota. makanya ketika dia dipenggal dia merasa tidak adil mengapa dia diperlakukan seperti itu, oleh karena itu arwahnya gentayangan. tapi ketika dia sadar akan hukum karma , maka dia pun segera sadar bahwa dia harus membayar karma yang telah ia perbuat. ini adalah contoh suatu kesadaran seorang Kwan kong yang patut ditiru generasi sekarg. biarpun dia sudah tidak berwujud dia dengan gentle mengakui kesalahannya. dan sadar akan karma yang harus dia bayar dan diapun menjadi suri tauladan bagi kita semua untuk menyadari kesalahan2 yang kita perbuat di masa sekarang. saya bangga koq punya dewa seperti Dia bahkan saya berusaha menjalankan suri tauladanNya dalam kehidupan sehari-hari. klo anda menuduh saya melecehkan umat, terserah anda karena yang pasti saya berbicara bukan omong kosong tapi berdasar literatur yang saya baca. Yang penting sekrg Kwankong adalah dewa yang paling saya kagumi saat ini klo anda menuduh saya melecehkan Dia berarti anda berpikiran sempit . ok begitu tanggapan saya ronny --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
