Terima kasih atas tanggapannya.
Dari penjelasan yang diberikan oleh sdr. Agung dan Ronny, menunjukkan bahwa
untuk menebus karma jelek, haruslah melalui tumimbal lahir sebagai manusia
dulu baru bisa menjadi Budha, bahkan harus berkali-kali, lalu bagaimana
dengan cerita Sdr. Ronny tentang Dewa Kwan Kong yang dikatakan setelah
meninggal dunia, Beliau menjadi hantu tanpa kepala dan berkeliaran, kemudian
setelah bertemu dengan pendeta Budha, beliau mendapat pencerahan dan
langsung menjadi Budha, bukankah hal ini bertentangan ?.
Saya sebagai umat Tridharma merasa bahwa cerita tentang Dewa Kwan Kong yang
dikatakan menjadi hantu setelah meninggal adalah mengada-ada dan hal ini
adalah tidak benar, karena Dewa Kwan Kong  bisa menjadi Dewa karena
Kesetiaannya, Kebudiannya, Keadilannya, Kebijakannya dll sifat baik beliau
dan tercatat dalam literatur pada tahun 1813 Dewa Kwan Kong menampakkan diri
membantu pasukan kerajaan membasmi pemberontakan dengan menghunus golok
panjangnya (saat kaisar Sian Feng berkuasa), dan sepengetahuan saya Dewa
Kwan Kong adalah Dewa Tao.
Cerita yang tidak benar, sebenarnya malah melecehkan Dewa, jadi kalau Umat
Budha ingin memuja Dewa lainnya, biarkanlah Dewa itu seperti apa adanya,
sehingga tidak terjadi konflik.   Seperti juga Umat Tridharma lain (Tao dan
Kong Hu Cu), mereka juga menyembah Budha dan Dewa lain sebagaimana adanya.
Semoga Umat Tridharma semua bisa menerima pendapat saya ini.

Salam TDL.
----- Original Message -----
From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 21, 2002 1:12 PM
Subject: Re: [Kelenteng] Salam kenal


klo boleh saya tambahkan sebenarnya murid sang buddha ada yang pembunuh,
malah mereka adalah pembunuh keji yang pertama adalah murid utama sang
buddha
yaitu mogalana
mogalana ini sangat hebat dalam ilmu kegaiban dan telah mencapai kesucian
arahat. tapi dikehidupannya yang lampau dia telah membunuh kedua orang
tuanya yang sudah tua dengan meninggalkan ditengah hutan yang penuh dengan
hewan buas sehingga meninggal dengan mengenaskan. dan di kehidupan
selanjutnya dia (mogalana) harus membayar perbuatannya itu. dia pengalami
percobaan pembunuhan sebanyak 7 x tapi karena kegaibannya maka pembunuhan
itu tidak terjadi dan terakhir ia pergi ke sang buddha dan bertanya mengapa
ada orang ingin membunuh dirinya. dan sang buddha menjawab bahwa itu karena
hasil perbuatannya diwaktu lampau maka sekrglah mogalana harus membayarnya.
maka ketika ada usaha pembunuhan terakhir mogalan tidak menggunakan kekuatan
gaib untuk menghindar dan akhirnya dia dibunuh dengan sangat keji oleh
sekelompok orang dengan memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian,
tapi dengan kekuatan gaibnya mogalana menyatukan kembalu tubuhnya yang
hancur dan pergi ke sang buddha dan sebelum meninggal sang buddha berkata
bahwa karmanya telah usai maka setelah itu meninggallah mogalana di pangkuan
sang buddha dan mencapa nibana

yang kedua adalah anggulimala yang berusaha melunasi hutang dari gurunya
untuk membunuh 1000 orang dan mengambil jari kanannya yang akhirnya
disadarkan oleh sang buddha setelah membunuh 999 orang. dan menjadi bikkhu
dan akhirnya mecapai arahat


demikian mungkin tambahan dari saya




ronny

-------Original Message-------

From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, November 21, 2002 08:01:25
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] Salam kenal

Salam Sdr TDL, saya coba jawab sebisa saya.

> 3. Apakah dalam agama Budha mengenal pengampunan dosa yang bersifat
instan? Misalnya seorang pembunuh yang banyak membunuh, kemudian dia
bertobat, apakah dia bisa jadi Budha ?

Pengampunan yg bersifat instant tdk akan ada dlm ajaran yg menganut hukum
karma. Segala perbuatan, apakah baik atau buruk, akan menimbulkan akibat
utang karma yg hrs dibayar di masa mendatang. Seorg pembunuh apakah bisa
menjadi Buddha, jawabnya adalah bisa, tapi dia hrs bisa terbebas dari
belenggu ikatan karma, dan melalui berbagai tahapan tumimbal lahir. Jadi,
tegasnya, tidak ada yg namanya bertobat, terus hukum karma jadi tdk
berjalan.

> 4. Alam mana yang lebih rendah, Alam manusia atau Alam hantu ?, Apakah
dari Hantu bisa menjadi Budha ?, ataukah harus lewat tumimbal lahir jadi
manusia dulu baru bisa jadi Budha ?.

Jelas alam manusia lebih tinggi dari alam hantu. Menurut ajaran Buddha,
menjadi hantu adalah karma yg hrs dijalani krn akibat perbuatan di kehidupan

yg lampau. Demikian pula terlahir di alam dewa adalah buah karma dari
kebaikan di kehidupan yg lampau. Karma tsb harus dijalani sampai habis.
Untuk menjadi Buddha memang hrs terlahir dulu sbg manusia, contohnya adalah
Sidharta Gautama yg mencapai ke-Buddha-an dan disebut sbg Manusi-Buddha.

Mohon maaf jika ada yg krg berkenan. Harap rekan-rekan yg lebih ahli
mengoreksi jawaban saya. Trim's.


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke