From: "Evak Riauwindu" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Fw: [Kelenteng] Nabi-nabi Tionghoa Bernubuat Tentang Kedatangan Messias Date: Fri, 31 Jan 2003 13:21:20 +0700
Hal ini rasanya kagak nyambung..., karena Messias yang dimaksud adalah untuk kalangan bangsa Yahudi layaknya orang Jawa yang dari dulu selalu menantikan ratu adil atau Satria Piningit. Messias itu berarti juru selamat seperti juga umpamanya juru mudi, juru masak, juru ketik. Disini yang dimaksud dengan juru adalah tenaga ahli. Kagak nyambungnya dimana ? Bangsa Yahudi semenjak diselamatkan oleh Juru Selamat mereka yang pertama Moses dari penjajahan bangsa Qibti (Mesir) yang dikenal dengan istilah exodus dari Mesir mengungsi ke Semenanjung Sinai menuju tanah Palestina, hidup terlunta-lunta dan penuh kekerasan dalam usaha mereka merebut Palestina hingga beberapa masa (dalam hitungan ratusan tahun) hingga datang Juru Selamat kedua David yang memimpin 12 suku bangsa Yahudi. Kerajaan bangsa Yahudi ini menjadi lemah setelah wafatnya Solomon anak David terpecah menjadi dua kerajaan. Sebelah selatan bernama kerajaan Yehuda dan di Utara bernama Israel, kemudian oleh karena perseteruan sesama mereka hingga bangsa ini dengan mudah dihancurkan oleh pemberontakan bangsa Felistin dan bangsa Yebus yang dahulu tanah mereka derebut oleh bangsa Yahudi. Berturut-turut kemudian mereka dikuasai bangsa Babylonia (Iraq), Persia (Iran) Yunani dan terakhir oleh Romawi, yang mengakibatkan asimilasi generasi dan kepercayaan. Akibatnya bangsa Yahudi ini hancur berantakan dan kehilangan identitas, bahkan akhirnya bangsa Yahudi ini tidak mengerti bahasa ibunya sendiri hingga diberi kemerdekaan oleh Inggris akhir perang dunia ke II. Maka tidak heranlah sepanjang zaman hancurnya bangsa ini, mereka mengharapkan kedatangan Messias (Juru Selamat atau Juru Penolong) seperti Moses dan David. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali Messias dengan bangsa China, apalagi kalau dikaitkan dengan Juru Selamat versi Kristus. Kristus diharapkan dapat menyelamatkan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi (kemudian istilahnya dipelesetkan menjadi menyelamatkan dosa manusia), tapi sayang perjuangan beliau sendiri tidak selamat dari fitnahan bangsa Yahudi sendiri. Mereka yang berusaha menjaring orang Tionghoa untuk diselamatkan sebenarnya salah kaprah dan tidak tahu sejarah atau pura-pura tidak tahu yang penting perpuluhannya nambah, karena Yesus sendiri menolak untuk menerima pengikut/menolong dari kalangan yang bukan Yahudi. "TOEN DE VROUW VAN KANAAN TOT CHRISTUS KWAN, HEM OM SMEHENDE HAAR DOCHTER TE GENEZEN, WAT ZEI HIJ ROEN ? MAAR HIJ ANT WOORDENDE, ZEIDE: "IK BEN NIET GEZENDEN DAN TEOT DE VERLOREN SCHAPEN VAN HUIS ISRAEKA" --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
