Salam,
Saya juga mempunyai pemahaman bahwa karma itu seperti utang-piutang. Bila
utang dibayar maka lunas, bila piutang sudah dibayar juga lunas, dan akan
timbul kembali utang-piutang yang baru.
Pertanyaannya adalah apa yang menjadi tolok ukur karma tersebut? Dengan kata
lain, kapan karma baik itu muncul dan kapan karma buruk itu muncul?
Saya mempunyai jawaban atas pertanyaan ini (yang belum tentu benar) yang
Saya dapat dari seorang teman, yaitu bahwa tolok ukurnya adalah apakah yang
kita perbuat itu merugikan orang lain atau tidak. Kalau merugikan orang lain
maka timbul karma buruk, dan kalau tidak merugikan orang lain maka tidak
timbul karma buruk, sedangkan kalau kita melakukan perbuatan yang baik, yang
menimbulkan manfaat bagi orang lain, maka yang timbul adalah karma baik.
Mohon petunjuk atas hal ini dari rekan-rekan.
Pertanyaan lainnya adalah apakah benar bahwa karma buruk itu tidak bisa
diubah? Kalau menurut Saya, karma buruk itu bisa diubah, yang diubah adalah
besarnya 'akibat' karma buruk tersebut, yaitu dengan cara dikurangi, yang
mengurangi adalah karma baik. Contohnya : Si A terkena musibah kecelakaan
(karma buruk), tapi dalam kecelakaan tersebut ia hanya luka-luka ringan
('akibat' karma buruk yang dikurangi 'akibat' karma baik), mungkin kalau
tanpa karma baiknya luka-lukanya tidak ringan ('akibat' karma buruk yang
besar).
Sekian dulu, sekali lagi mohon petunjuk, maaf kalau ada yang salah.
Salam,
To
-----Original Message-----
From: Kelenteng [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: July 01, 2003 10:57 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kelenteng] Merubah karma buruk
Rekan2 yth,
Saya juga lama sekali merenungi perihal karma ini, memang ada dua jenis
karma yg umum kita ketahui yaitu Karma Baik dan Karma Buruk.
Untuk mengenali Karma yg kita terima saat ini sebenarnya mudah sekali.
Yaitu mengikuti hukum Sebab-Akibat.
Sebenarnya dgn mudah kita bisa tahu dan menyadari peristiwa Karma Jelek yg
sedang kita hadapi itu adalah 'buah' dari suatu perbuatan kita.
Kalau dalam kehidupan ini kita bekerja keras, belajar baik, jujur dan
melakukan hal2 yang patut, maka kitapun akan mendapat akibat Karma Baik.
Karma baik ini adalah "akibat" dari perbuatan baik yg dilakukan - jadi
bukan merupakan suatu 'perubahan' dari Karma Buruk. Perbuatan baik kita
saat ini tidak merubah Karma Buruk dari kehidupan yang lalu.
Karma Buruk tetap buruk dan itulah HUKUMNYA. Begitu pula sebaliknya, Karma
baik tetap akan berbuah baik. Tidak bisa berubah-ubah.
Saya menyadari bahwa Karma terdiri dari Karma Vertikal dan Karma Horisontal
(ini sitilah saya sendiri). Istilah keagamaan yang biasa dipakai saya tidak
tahu - maafkan saya.
Kembali pada orang yg telah bekerja keras, belajar baik, jujur (pokoknya
kelakuannya tidak tercela) tapi masih tetap tertimpa 'apes/sial'.
Maka inilah saatnya orang "membayar Karma" Vertikal yang berbuah jelek.
Karma Vertikal adalah Karma dari Kehidupan Lalu. Karma dari kehidupan lalu
kita, ya kita sendiri yang nanggung. Bukan orang lain dan juga bukan anak
cucu.
Karena inilah hukum Sebab-Akibat universal yg tidak bisa dihindari dan
dihapuskan.
Sebagai penenteram kehidupan, saya tidak pernah berpikir untuk merubah
Karma Jelek dari Kehidupan Lalu.
Setiap saya mendapat 'sial', saya selalu bersyukur karena saya telah
membayar hutang. Bila saya diberi "kesempatan" untuk berbuat baik, saya
juga merasa bersyukur, karena diberi kesempatan membayar hutang kehidupan
lalu.
Prinsip saya, pada kehidupan sekarang ini adalah MEMBAYAR semua
hutang-hutang Kehidupan Lalu (Karma Yang Lalu).
Dengan merasa bahwa saat ini saya hidup (hanya) untuk membayar hutang,
akibat bagi diri saya adalah ketenangan hidup. Mengapa ?
Saat 'sial' saya masih bisa tenang karena saya memang harus membayar hutang.
Saat berbuat baik, sayapun tidak mikir kapan balasannya/nagihnya. Karena
berbuat baik juga merupakan pembayaran hutang dari Kehidupan Lalu yg telah
saya terima/nikmati dimasa lalu. Membayarnya kehidupan sekarang :-(
Jadi pada dasarnya di Kehidupan Lalu, orang telah menumpuk hutang. Bukan
cuma hutang Karma Jelek, tapi juga punya hutang Karma Baik pada orang yang
telah berbuat baik pada dikehidupan lalu - balas budi.
Maka selama masih hidup sekarang ini, bayarlah budi yg kita terima saat
ini. Supaya tidak membayar dikehidupan yang akan datang.
Selesaikanlah transaksi karma Horisontal dalam kehidupan saat ini dgn
kejujuran. Maka dikehidupan y.a.d kita tidak terlalu banyak HUTANG.
Bayarlah HUTANG_HUTANG dari kehidupan lalu disaat ini, supaya dalam
Kehidupan y.a.d Hutang kita tidak TERAKUMULASI.
Janganlah saat kehidupan ini kita tidak membayar hutang, tapi malah
menambah hutang-baru.
Demikian saudara2, penghayatan dan kesadaran saya dalam pengertian untuk
sedikit menyadari RAHASIA KARMA. Kalau saya salah mohon dimaafkan, karena
apapun juga saya adalah pelajar yg belum lulus, mungkin tidak akan pernah
lulus dalam kehidupan sekarang ini.
Salam Tao,
analise.
---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita
Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita
Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]