At 16:10 03/07/03 +0700, you wrote:
>To:
>Saya ganti saja pertanyaannya sbb : Bagaimana caranya menentukan suatu
>perbuatan atau tindakan itu akan mengakibatkan karma baik atau buruk bagi
>kita? 
========================================================
Sdr To yth,
Sudah kepalang basah saya nulis, apa boleh buat saya akan berusaha untuk
menanggapinya dalam pengertian saya yg cetek/dangkal ini.

Pada intinya kita sebagai manusia sangatlah sulit untuk dapat menentukan
apakah perbuatan kita akan masuk karma baik atau karma buruk bagi kehidupan
saat ini atau nanti. Tidak ada batasan yg bisa dibuat oleh manusia. Karena
kuasa menentukan Karma Baik atau Karma Buruk bukan di 'pengadilan manusia'.


Untuk ketenangan hidup saat ini, saya mempunyai prinsip seperti ini :

1) Pada kehidupan sekarang ini, saya merasa harus MEMBAYAR Hutang Karma
Baik dari orang lain di masa kehidupan lalu. 

Penjelasannya; Dalam dikehidupan lalu - saya telah menerima "budi" (dibawa
mati) dari banyak orang-baik yg telah memberikan 'kebaikan dan kebenaran'
terhadap hidup saya. Hutang budi saya sangat banyak yg belum terbayarkan
dimasa lalu. Maka saat sekarang ini selama saya mampu akan saya bayar. 
Setiap saya melakukan "kebenaran", saya anggap membayar 'budi' masa lalu. 
Dengan maksud saya mengurangi "hutang budi" masa lalu. 
Dengan prinsip ini, artinya saya hanya membayar hutang masa lalu. Dan saya
tidak menuntut atau memikir kalau perbuatan ini adalah "piutang" untuk masa
y.a.d.


2) Pada kehidupan sekarang ini, saya juga harus menanggung PEMBALASAN dari
Karma Buruk yang "telah" saya perbuat dimasa lalu.

Penjelasannya ; Setiap saya mendapat perlakuan "buruk" di kehidupan ini,
saya selalu ingat bahwa inilah saatnya mereka 'menagih'. 
Saya harus siap membayar atau menerima pembalasan dari perbuatan saya
dahulu. Sakit dan penderitaan yg saya terima saat ini adalah konsekuensi
dari kesalahan kehidupan saya dimasa lalu. Singkatnya saya menerima
pembalasan dari perbuatan jelek masa lalu.


3) Pada kehidupan sekarang ini, sedapat-dapatnya saya TIDAK MENAGIH PIUTANG
juga TIDAK MAU BERHUTANG.

Penjelasannya; 
- bila saya diberi atau menerima kebaikan dari orang, maka saya harus
sebisanya "MEMBALAS BUDI BAIK" itu saat hidup sekarang ini. Supaya saya
tidak berhutang, juga tidak bermaksud menagih piutang. 

Memang tindakan ini terlihat sangat egois secara logika, tapi secara
spiritual orang yg berbuat baik pd saya telah memperoleh pahalanya. Cuma
saya yang tidak mau berhutang dan menagih piutang. Inipun saya lakukan
sebisa dan semampu saya, sebab misteri Karma siapa yg tahu.
Maka kalau saya merasa tidak mampu untuk membalas budi baik tersebut, saya
akan menolak dgn cara 'paling santun' atas kebaikan yg akan diberikan itu.

Contoh yg paling nyolok : pada akhir tahun 1999 saya & isteri pernah diajak
oleh boss (di Jkt) pergi ke Vatikan dan keliling Eropa selama 3 minggu
untuk menyambut datangnya tahun 2000. Tiket, baju dingin tersedia gratis,
ditambah uang saku 2000 USD untuk saya+isteri. Nah kurang apa, kok saya
masih menolak kebaikan boss. Mungkin anda sendiri bisa mengatakan saya ini
keterlaluan dan kurang ajar sekali. Memang saya nyadari posisi saya yg
kurang ajar itu. 
Maka...
Untuk menolak, saya harus keluar ongkos untuk datang menemui mereka, sambil
'kamsia-kamsia' atas perhatiannya mengajak saya, saya masih harus mencari
alasan yg sulit sekali dalam membicarakannya. Dgn santun penolakan tersebut
harus saya sampaikan.
Susah bukan..... ? 
Kasarannya, saya sudah tidak menikmati 'ajakannya', malah salah2 boss bisa
marah dan salah paham atas penolakan saya.
Kemudian saya juga ngeluarin ongkos yg semestinya gak perlu keluar. 
Jadi untuk menghindari ajakan, sayapun harus berkorban. 
Coba sdr To pikir, menolak ajakan ini masuk dalam katagori karma yang mana,
susahkan :-) 


4) Selalu mohon kepada TAO/THIAN/TUHAN, juga mohon perlindungan dan
bimbingan kesadaran dari Para Dewa/i dan Para Suci, supaya saya : 
- kuat menerima pembalasan karma, 
- kuat membayar budi karma masa lalu atau sekarang, 
- kuat untuk menghindar dari perbuatan 'buruk' dimasa kehidupan ini yg
nantinya berakibat Karma Buruk dikehidupan y.a.d.


5) Saya tidak pernah punya ingatan untuk 'menabung' karma dimasa y.a.d.
Penjelasannya :
- segala perbuatan baik saat ini semata-mata hanya untuk membayar dan
membalas budi dari kehidupan lalu.
- segala kesialan dan penderitaan saat ini semata-mata untuk membayar dan
menerima balasan dari kehidupan masa lalu.


Maka untuk Karma di kehidupan ini saya hanya bisa menjelasan kepada sdr To : 
saya tidak mencari - karena yang mencari tidak menemukan.
saya tidak memiliki - karena yang memiliki akan kehilangan.
saya tidak kehilangan - maka saya tidak mencari.

Semoga Sdr To paham dalam menyikapi misteri KARMA, dan tidak menjadi
ketakutan atau kegelisahan hidup. Hadapi hidup yang terjadi disaat ini. 
Yang kemarin biarlah berlalu - jangan diingat. 
Yang akan datang biarlah terjadi - jangan dibayangkan.


Salam Tao,
analise.


---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!

SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita

Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke