Rekan2 yth,
Ini sepotong tulisan Sdr Tjing Wen yg ngenes :-( Karena anaknya sudah
dicuci otak.

>itu kalau sudah pulang dari "Sekolah Minggu", biasanya dia "Pai" ke Altar,
>tapi suatu hari begitu dia pulang, anak sekecil itu bisa ngomong, Papa kata
>Suster itu semua "Berhala", "Iblis". Apa kamu ngak ngenes, ini anak gua
>diajarin apa disekolahnya.
=============================
analise:
Maaf sebelumnya kepada para suheng/sucit dalam milis ini. Kalau tulisan
saya nantinya agak keras.

Saya ingin membahas kenapa sdr. Tjing Wen ngenes karena ulah anaknya yg
sudah mulai 'pinter' bisa ngomong kalau yg terletak di sen-dhai (meja
sembahyang-MS) itu adalah "berhala", "iblis".

Bagi saya jangankan cuma seorang anak, kakeknya-anak kalau diindoktrinasi
terus oleh ahli2 Alkitab bakal melakukan hal yang sama. :-(

Kejadian dimana orang membakar dan menghancurkan MS Sen atau Cu-cong
(leluhur) bagi saya tidak aneh. Sebab almarhum ayah saya adalah seorang
Tua-tua Gereja (berbahasa Hok Kian) di Surabaya. Jadi saya banyak tahu hal
ini.
Ayah termasuk orang yg taat beragama Kristen Protestan, tapi tidak extrim
dan fundamentalis. Buktinya saya jadi Taois beliau tidak komentar apa-2.

Yang paling penting bagi saya adalah 'menyadarkan' dulu para papa2 dan
engkong2 dimilis ini atau kita-2 sendirilah. 
Kalau sampai hari ini KITA MASIH PERCAYA BAHWA DI MEJA SEMBAHYANG ADA ROH
LAIN (SETAN) SELAIN ROH DEWA-DEWI atau ROH LELUHUR, maka habislah keimanan
kita.

Terbukti (maaf) sdr. Tjing Wen meyakini (seperti tulisannya dibawah ini) :

[Kalau boleh saya sarankan jangan coba berlatih "seperti" metode yang
dilatih dalam latihan "Tao Ying Suk"nya Umat Siu Tao sebelum menerima Tao
Ying,
bukan saya mau menakut-nakuti kamu, yang saya takutkan kamu malah jadi
kemasukan yang mengaku-ngaku sebagai Sen/Dewa. Di depan Altar dirumah,
jangan kamu kira yang ada hanya Sen/Dewa, nanti kalau kamu sudah bisa
kontak dengan dimensi mereka kamu akan tahu sendiri semuanya itu.]

Yang mengaku-ngaku Sen/Dewa - yg ditakuti, berkonotasi Roh Jahat.

Keyakinan diatas bukan cuma dari sdr. Tjing Wen saja, tapi mungkin oleh
banyak umat Kelenteng, malah bisa dikata 'hampir' seluruh umat.
Pemikiran/keyakinan seperti ini harus dicairkan. Supaya menghindari
pemikiran dari anak-2/cucu2 kita bahwa MS/Altar adalah BENAR sebagai TEMPAT
IBLIS. Maka secara logis indoktrinasi dari agama lain masuk/menyusup
pikiran anak2 kita.

Saya tegaskan bahwa MEJA SEMBAHYANG/ALTAR kita adalah SUCI. Hanya PARA SUCI
yang berkenan bersemayan diatas MS kita, sesuai dgn TUJUAN kita menyiapkan
MS. Begitu pula MS Leluhur - Suci.

Mari kita renungkan kembali, semasa para Dewa/Dewi masih mengembara
didunia, mereka adalah orang Suci/Sakti/Penyembuh/Pengusir Setan dan segala
macam kemampuan spiritual yg dahsyat. Tapi setelah menjadi Dewa/Dewi malah
kita sendiri yang "mengimani/meyakini" bahwa Tempat Semayan/Meja Sembahyang
Para Suci tersebut bisa dikotori oleh 'barang2/roh2 jahat'.

Coba lihat, para umat Katolik - mereka juga punya Meja Sembahyang
dirumahnya. Biasanya MS umat Katolik diatur rapi, indah, dengan bunga2
plastik atau bunga hidup. Yang sangat penting umat Katolik yakin dan
beriman bahwa MS mereka bersih dari Roh2 Jahat. Meja Sembahyang bagi mereka
adalah Kudus, "KHUSUS" untuk Roh2 Kudus - Yesus, Maria atau para
Santo/Santa Pelindung yg Suci. 

Mari kita tengok MS dari kaum kita, atau dirumah kita sendiri. Coba
renungkan apa masih patut untuk disebut Meja untuk Semayan/Tempat Pemujaan
Para Dewa/Dewi dan Para Suci. 
Coba bandingkan mana yang lebih indah, lemari mainan anak2 atau MS. Apakah
kita lebih mementingkan ruang audio dari pada ruang sembahyang. Mari kita
sama2 menengok kebelakang sebentar. Berapa lama sekali kita membersihkan
Meja2 Sembahyang kita. Oh..., setahun sekali setelah upacara Sung-Sen :-(

Apa lagi bagi kita yang menerapkan Fong Sui dirumah, MS/Altar adalah
tempat/sumber yang-chi (chi positif). Tapi kalau MS ditelantarkan, kotor,
cahaya remeng2, apek, bau karena debu dan ketumpahan makanan, maka secara
logika Sen akan meninggalkan tempat semayannya. Kitapun tidak mau tinggal
ditempat yg jorok. 
Dengan kekosongan Sen itulah maka MS akan mengalirkan yin-chi (chi negatif)
yg lama kelamaan "bisa" ditempati barang/roh jahat lain yg mengalirkan
chi-negatip pd seluruh ruangan kita. Nah..., jadinya didalam rumah kita
menyediakan 'tempat semayan' bagi roh gentayangan. Untung saja kalau roh
gentayangan itu bersifat baik, kalau sifatnya jahat dan serakah - maka
aliran chi yg terkena pada seluruh penghuni rumah juga menjadi jahat dan
serakah. Apa lagi anak2, paling gampang menyerap chi-positif/negatif. Maka
kalau ada anak2 (buah) yang 'jatuh jauh dari pohonnya', perhatikan apa ada
aliran chi-negatif dalam rumah itu.

Pada ruang sembahyang dirumah saya, biarpun cuma berukuran 2x3 Mtr saya
bikin antara tertutup dan tidak. Sebab diberi setengah tembok. Cahaya
matahari pagi dan sore bisa masuk, tidak ada kursi2 atau meja lain, yg ada
cuma tikar. Saya sendiri sering tidur2an, meditasi dibawah MS. Tamu2
sealiran yg datang saya ajak ngobrol disitu, bukan diruang tamu. MS saya
sederhana 'bekas' meja makan tapi masih bersih dan layak, tidak mewah/ukiran. 
Mengapa kok bekas meja makan? Ya, karena makanan yg saya makan tiap hari
dimeja itu adalah Karunia Belas Kasih Dewa/Dewi. Karena gak punya meja
lain, beli baru tidak mampu, ya meja makan yg saya gunakan :-( Pikiran yg
sangat sederhana bukan :-)
He.he.he... kaca penutup meja saat ini sudah retak/pecah, malah anak
(ragil) saya yg ribut mau mengganti kaca tersebut dgn uang tabungannya.
Anak saya semua beragama kristiani, tapi kalau pegang hio dan mengangkat
hio diatas kepalanya persisi seperti 'jenderal' kalau sembahyang. Tegap
kaku dan serius. Mereka juga tidak takut dgn MS. Tapi tetap sopan (malah
berlebih), sebab mereka pada tahu disanalah tempat semayan Para Suci.

OK, sekian dulu omelan saya. Semoga tidak membosankan rekan2. Kalau memang
dirasa cocok, saya mengijinkan tulisan ini di forward kemilis lain yg
sealiran dgn kita.

Dengan MENJAGA KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN TEMPAT SEMAYAN DEWA/DEWI maka kita
sudah menghilangkan persepsi ada tempat iblis didalam rumah.

Salam Tao,
analise.


---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!

SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita

Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke