Yth, Sdr Moderator, apa forward dibawah ini patut ditayangkan di [Kelenteng]
Delivered-To: [EMAIL PROTECTED] X-Sender: [EMAIL PROTECTED] X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Pro Version 3.0.3 (32) Date: Tue, 09 May 2000 09:19:11 +0200 To: [EMAIL PROTECTED] From: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Pnet] Attn, Mo Sardi-ttg katholik Sender: [EMAIL PROTECTED] Reply-To: [EMAIL PROTECTED] X-No-Archive: yes List-Help: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> List-Subscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]@address%20(Full %20Name)> List-Owner: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> List-Archive: <http://www.parokinet.org/arc/> -------------------------------------------------------------------------- Wednesday, May/10/2000 -- ParokiNet Online <[EMAIL PROTECTED]> *** P R O E C C L E S I A E T P A T R I A ! *** +++ P-Net Financial pledge <[EMAIL PROTECTED]> +++ -------------------------------------------------------------------------- From: Kusnady Dharmawan <[EMAIL PROTECTED]>: >Mo Sardi, kata2 Mo Sardi agak menyejukan hati, >sebenarnya setelah melihat perkembangan surat2 >di P-net, menjadi agak khawatir jadi katholik. >Banyak pandangan P-netter yang saya anggap jauh >dari pandangan saya thd tujuan beragama katholik >Menerangkan sesuatu yang 'harus dan wajib'tetapi >bertentangan dgn nurani.Ini menyebabkan umat yang >biasa seperti saya malah menjadi ngeri berhubungan >dengan hirarki, terutama dgn umat yang kepercayaan >nya menjadi suatu ideologi, dan kearah politik >bukannya kehumanisme. Herr Kusnady, tidak ada yang menggeterkan atau mengerikan bersahabat dan berkawan dengan siapapun, termasuk hirarki Gereja. Kalau nggak percaya tanya Suhu Analise. Kalau dia berdiskusi dengan saya ya blak- blakan saja, terus terang, sehingga kadang-kadang lupa waktu, tahu-tahu sudah lewat tengah malam. Makanya kapan-kapan kalau ada waktu yang baik,Herr Kusnady mesti ke Yogya dan bertemu dengan Suhu Analise juga. Sayang ya waktu itu nggak dapat bertemu. Ada satu pedoman yang saya ikuti. Saya berusaha sekuat tenaga untuk selalu memandang semua orang bermartabat sama dan setara di hadapan Allah dan dihadapan kita. Semua orang mempunyai harga diri dan martabat yang sama. Perbedaan yang ada lantaran pangkat, kepintaran, perbedaan agama apapun, saya nomorduakan atau kalau mungkin saya kesampingkan. Dengan demikian, kita enak dalam berdialog dan berdiskusi serta terbuka akan pandangan sesama kita. Dan dalam hal itu saling menghormati sangat diperlukan. Orang bilang, di jaman sekarang ini diperlukan suatu sikap respek terhadap sesama dan juga tindakan yang bijaksana. Hidup kita ini kan bagaikan manusia yang berjalan mencari Tuhan dan Kebenarannya. Ini merupakan tantangan hidup. Makanya memilih suatu agama haruslah dapat membahagiakan hidup. Itulah tujuan dalam memilih suatu agama, mengimani Tuhan dan semoga saja dapat memperoleh kebahagiaan. From: Kusnady Dharmawan <[EMAIL PROTECTED]>: >Menurut Romo, bila diuraikan dengan kata2 biasa, >artinya sesedikit mungkin hal2 yang abstrak, >apakah tujuan atau manfaat2 kita beragama katholik. >Salahkah bila saya mengatakan, bahwa saya jadi >katholik karena punya tujuan dan tahu itu bermanfaat? >Bahwa ada kemungkinan ikut agama lain, itu di >kesampingkan dulu, dgn asumsi, tidak ada persaingan >memperebutkan umat. >Kiranya hal ini dapat menyegarkan iman P-netters. Herr Kusnady, kalau orang memilih agama katolik ya harus punya maksud dan tujuannya baik. Saya teringat dan membekas di hatiku, ketika saya untuk pertama kalinya mengenal agama katolik. Diterangkan bahwa tujuan jadi katolik itu tak lain daripada hidup bahagia, dengan cara mengasihi Tuhan dan sesama. Ajaran yang sederhana itu saya renungkan dan saya anggap bener. Tetapi untuk sampai pada keputusan itu, saya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun belajar katekismus dan membaca Kitab Suci. Maka itu saya baru dibaptis lha sudah berkumis, sementara waktu itu ortuku percaya bahwa menjadi muslin dan berdoa di mesjid merupakan jalan yang terbaik baginya untuk mendapatkan kebahagiaan. Ya nggak apa. Lha kalau ada orang masuk suatu agama, karena desakan dan mau merebut dari agama lain, memang nggak bener. Mau mengikuti Tuhan Allah itu harus dari lubuk hatinya yang terdalam. Dalam rangka berdialog dengan sesama manusia yang beragama lain, ada baiknya dibaca suatu buku yang berjudul: "Bingkai Teologi: Kerukunan Hidup Umat Beragama di Indonesia" (Jkt 1997). Isinya memberikan wawasan yang luas. Dari kelima agama memberikan sudut pandangannya masing-masing (Islam, Protestan, Katolik, Hindu dan Buddha). Konghuchu dan tao belum dimasukkan dalam buku ini, mungkin nanti kalau Suhu Analise diangkat jadi Menteri Agama, dan Herr Kusnady menjadi penasehatnya, kita usulkan agar Konghuchu, Tao dan Kebatinan dimasukkan dalam buku Bingkai Teologi kayak gini. Nanti kita tulis yuk mengenai teologi tao. Tetapi setelah saya membaca delapan macam terjemahan dalam bahasa Inggris teks Tao, dua terjemahan dalam bahasa italia dan satu dalam bahasa Prancis, koq saya berkesan bahwa para penterjemahnya memilih jalannya masing-masing, dan tak ada terjemahan yang sama. Rupanya Tao yang artinya Jalan sungguh memberikan kepada para penterjemah Jalannya masing-masing. Lha apakah ada terjemahan teks Tao dalam bahasa Indonesia? Lha teks asli Tao di hadapan saya ini tetap bisu, huruf-hurufnya sulit saya kenali. Wassalam Martino Sardi <[EMAIL PROTECTED]> "I look upon the World as my Parish" (J. Wesley) ---------------------------------------------------------------------------- Unsubscribe? Send email to [EMAIL PROTECTED]; body: unsubscribe paroki For other administrative questions, send email to [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- Jangan Lewatkan! SiuTao.com - http://www.siutao.com Jelajahi Tao dengan Suka Cita Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
